Kumparan Logo

5 Tips Bikin Gorengan yang Lebih Sehat dan Nikmat Buat Buka Puasa

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gorengan Foto: dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gorengan Foto: dok.Shutterstock

Kamu setuju tidak kalau gorengan menjadi makanan istimewa saat puasa? Ya, rasanya yang gurih, renyah, dan berisi banyak isian membuat kudapan satu ini cocok mengisi perut yang lapar usai puasa.

Sebut saja, bakwan, tahu isi, tempe goreng, risoles, pisang goreng, cireng dan jenis gorengan lainnya menjadi camilan favorit banyak orang. Sayangnya, makanan ini kerap dinilai tak sehat karena dalam proses pembuatannya menyerap banyak minyak.

Tapi sebenarnya kamu tak perlu terlalu khawatir kalau gorengan yang kamu makan adalah buat sendiri. Sebab, yang berbahaya dari gorengan kalau digoreng dengan minyak jelantah.

"Minyak jelantah mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans, sehingga bisa meningkatkan risiko jantung koroner dan menurunkan imun tubuh," jelas Prof. Hardinsyah, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia dan Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB dalam sesi Ceramah dan Diskusi Seputar Makanan, Minuman, Kesehatan Ramadhan dan Lebaran dari Lini Sehat.

Lalu, bagaimana cara membuat gorengan yang lebih sehat namun tetap nikmat? Berikut tipsnya khusus buat kamu pencinta gorengan garis keras.

1. Pakai minyak sehat

Ilustrasi minyak zaitun. Foto: Shutterstock

Saat ini telah tersedia berbagai jenis minyak sehat di pasaran yang bebas kandungan lemak jahat dan kolesterol sehingga dapat kita pilih sesuai kebutuhan. Misalnya saja, minyak zaitun, canola oil, sunflower oil, hingga minyak kelapa. Dengan begitu, gorengan buatanmu bisa lebih sehat tanpa mengurangi kenikmatan rasanya, kan?

2. Pastikan suhu minyaknya tepat

Ilustrasi menggoreng Foto: Shutter Stock

Dikatakan ahli gizi Emilia Achmadi, agar gorengan yang kita sajikan terasa lebih sehat pastikan suhu panas dari minyaknya sudah tepat. Suhu minyak panas yang tepat untuk menggoreng terutama dengan teknik deep fry adalah 170-185 derajat Celsius.

Jika suhunya tidak tepat, maka pori-pori pada adonan kulit gorengan yang besar justru akan menyerap banyak minyak. Sebaliknya, jika suhu panasnya tepat maka pori-pori kulit akan segera menutup sehingga tak menyerap banyak minyak; tekstur gorengan pun tetap renyah.

3. Ganti minyak secara berkala

Pisang goreng di Warung Kopi Klotok Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Tips memasak selanjutnya adalah ganti minyak bekas gorengan secara berkala. Misalnya, kalau kamu membuat gorengan dengan minyak zaitun sebaiknya ganti setelah 2-3 kali pakai. Sebab, jika lebih dari 3 kali maka minyak dapat memicu risiko kanker.

Frekuensi pemakaian minyak ini juga berlaku pada jenis minyak sayur yang umum dijual di pasaran.

4. Masak menggunakan air fryer

Ilustrasi air fryer Foto: dok.shutterstock

Beberapa tahun belakang muncullah tren menggoreng dengan air fryer. Penggorengan tanpa atau sedikit menggunakan minyak ini dinilai lebih sehat. Ini disebabkan kandungan lemak jenuh pada makanan yang digoreng dengan air fryer bisa berkurang hingga 80 persen.

Air fryer juga bisa digunakan untuk menggoreng segala macam gorengan, mulai dari kentang, ayam, risoles, tahu, tempe, ikan, sayuran, dan masih banyak lagi.

5. Jangan makan setiap hari

Gorengan platter Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Meskipun kamu bisa membuat gorengan sendiri yang lebih sehat, tapi sebaiknya jangan terlalu sering pula mengonsumsi makanan dengan banyak minyak tersebut.

Memang makanan berminyak bikin kenyang lebih lama, tapi juga minim gizi, lho. Ini karena makanan yang dimasak dengan suhu tinggi kandungannya gizinya bisa rusak; contohnya vitamin C dan A.

embed from external kumparan

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.