Kumparan Logo

Bolehkah Gorengan Disantap untuk Menu Buka Puasa?

kumparanFOODverified-green

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bakwan Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Bakwan Foto: Shutter stock

Saat bulan Ramadhan, gorengan menjadi salah satu menu buka puasa yang populer. Bagi sebagian besar orang Indonesia, rasanya ada yang kurang kalau tak buka puasa dengan gorengan.

Mulai dari risol, bakwan jagung, bakwan sayur, tahu isi, cireng, you name it. Meski nikmat dan bikin kenyang, tapi sebenarnya dari segi gizi serta kesehatan, memangnya boleh makan gorengan saat berbuka puasa?

Prof. Hardinsyah, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia dan Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB mengungkapkan, tak mengapa berbuka puasa dengan gorengan, asalkan ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

Selalu minum terlebih dahulu, sebelum mengonsumsi gorengan. Selain itu, pastikan kalau kita yakin gorengan yang akan disantap sehat dan aman. Dalam artian, tak digoreng dengan minyak jelantah.

"Minyak jelantah mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans, sehingga bisa meningkatkan risiko jantung koroner dan menurunkan imun tubuh," jelasnya dalam sesi Ceramah dan Diskusi Seputar Makanan, Minuman, Kesehatan Ramadhan dan Lebaran dari Lini Sehat.

Bakwan Foto: Shutter stock

Prof. Hardinsyah juga menyarankan, alih-alih membelinya, sebaiknya buat sendiri gorengan yang akan kita makan untuk berbuka puasa. Dengan memasaknya sendiri, kita bisa memastikan kalau minyak goreng yang dipakai berkualitas baik.

Usahakan pula untuk tak menggunakan suhu tinggi saat menggorengnya. Tandanya, tak ada warna cokelat di pinggiran gorengan.

Jangan lupa, perbanyak minum air untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang, dan seimbangkan dengan konsumsi serat dari buah-buahan atau sayuran hijau. Selamat berbuka puasa dengan nikmat dan tetap sehat!

embed from external kumparan

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

embed from external kumparan