Kumparan Logo

5 Tips Mencegah Terserang Penyakit Batu Ginjal

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sakit batu ginjal Foto: dok.shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sakit batu ginjal Foto: dok.shutterstock

Batu ginjal adalah salah satu jenis penyakit umum yang disebabkan adanya pembekuan kalsium dalam tubuh. Sakit batu ginjal ditandai dengan rasa sakit saat buang air kecil, bahkan bisa menyebabkan kencing berdarah.

Selain itu, batu ginjal juga bisa disebabkan karena pola makan yang salah. Nah, daripada mengobati, tentu lebih baik mencegahnya, bukan? Untuk itu, berikut kumparan rangkum lima tips mencegah terserang penyakit batu ginjal, di antaranya;

1. Tetap terhidrasi

air putih Foto: shutterstock

Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal, sangat disarankan memperbanyak asupan air minum. Cairan akan melarutkan dan meningkatkan volume komponen pembentuk batu dalam urin, mengurangi risiko kristalisasi. Ada baiknya, perbanyak minum air putih, serta kurangi mengonsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan, dan bersoda.

2. Tingkatkan konsumsi asam sitrat

Ilustrasi kulit jeruk Foto: Shutterstock

Asam sitrat yang ditemukan dalam berbagai buah dan sayuran, bisa membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Salah satu jenis buah yang kaya akan kandungan tersebut adalah lemon dan jeruk nipis.

Asam sitrat bisa mengikat kalsium yang terkandung pada urin, sehingga mengurangi risiko terjadinya kristalisasi. Selain itu, komponen asam tersebut juga bisa mencegah pembesaran batu ginjal dengan cara membuangnya lewat urin.

3. Hindari konsumsi suplemen vitamin C berdosis tinggi

Ilustrasi vitamin C tambahan Foto: dok.shutterstock

Sebuah studi berjudul Total, Dietary, and Supplemental Vitamin C Intake and Risk of Incident Kidney Stones mengindikasikan, suplemen vitamin C berkaitan dengan peningkatan risiko terkena batu ginjal.

Vitamin C yang dikonsumsi dalam jumlah tinggi, akan meningkatkan ekskresi oksalat dalam urin. Sebab, tubuh akan mengubah beberapa jenis vitamin C menjadi oksalat. Namun, perlu dicatat, bahwa vitamin C ini adalah yang berasal dari suplemen. Sumber vitamin C alami dari makanan (seperti lemon) tak akan menimbulkan efek negatif tersebut.

4. Kurangi konsumsi garam

Ilustrasi Garam Foto: Pixabay

Berdasarkan studi berjudul Comparison of dietary calcium with supplemental calcium and other nutrients as factors affecting the risk for kidney stones in women, pola makan tinggi garam, ternyata bisa meningkatkan risiko timbulnya batu ginjal pada beberapa orang.

Asupan sodium (komponen dalam garam meja) yang berlebihan, bisa meningkatkan ekskresi kalsium melalui urin. Hal tersebut merupakan faktor utama penyebab batu ginjal.

Sebagian besar panduan diet merekomendasikan, batas asupan sodium hanya sebesar 2300 mg per hari. Cara terbaik untuk mengurangi asupan sodium, adalah dengan membatasi processed food dan makanan dalam kemasan.

5. Hindari makan jeroan

Potongan jeroan sebagai lauk nasi krawu Foto: Safira Maharani/ kumparan

Batu ginjal juga bisa terbentuk akibat pola makan yang tinggi akan protein hewani; seperti daging, ikan, dan olahan susu. Asupan protein hewani yang berlebihan, akan meningkatkan eksresi kalsium, serta mengurangi kadar sitrat.

Sebagai tambahan, protein hewani kaya akan purin; komponen yang akan dihancurkan menjadi asam urat, dan bisa meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

Beberapa bagian tubuh hewan yang kaya purin antara lain; ginjal, hati, dan bagian jeroan lainnya. Supaya asupan protein tetap terpenuhi, kamu bisa menggantinya dengan sumber protein nabati yang lebih aman.

embed from external kumparan