Food & Travel
·
20 Juli 2021 12:42
·
waktu baca 1 menit

5 Tips Menikmati Daging Sapi agar Lebih Sehat, Bukan Cuma yang Rendah Lemak

Konten ini diproduksi oleh kumparan
5 Tips Menikmati Daging Sapi agar Lebih Sehat, Bukan Cuma yang Rendah Lemak (52242)
searchPerbesar
Plating steak Foto: Shutter Stock
Daging sapi merupakan sumber protein nikmat dan bisa dikonsumsi siapa saja. Memasukkan daging sapi dalam pola makan makan sehari-hari bisa menambah asupan nutrisi baik bagi tubuh. Bahkan, daging sapi termasuk ke dalam pilihan protein yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan.
ADVERTISEMENT
Tetapi, wajib kamu ketahui, makan daging sapi juga ada aturannya, lho. Apalagi saat perayaan Idul Adha yang biasanya stok daging sapi melimpah di rumah. Jangan kebablasan, sebab daging sapi berkontribusi memberi asupan lemak jenuh pada tubuh. Adanya lemak ini bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat. Meski daging sapi tergolong makanan sehat, penting untuk selalu membatasi asupannya.
“Membatasi konsumsi daging sapi baik dalam mencegah meningkatnya kadar lemak jenuh. Kedua, ketika tubuh terlalu banyak makan daging merah, perut akan mudah kenyang dan tidak mendapat asupan nutrisi baik lainnya,” papar David Levitsky, Ph.D dari Universitas Cornell, dikutip dari Consumer Reports.
5 Tips Menikmati Daging Sapi agar Lebih Sehat, Bukan Cuma yang Rendah Lemak (52243)
searchPerbesar
Ilustrasi makan daging. Foto: Thinkstock
Selain membatasi jumlah asupan daging, cara mengonsumsinya pun juga harus sehat. Misalnya, jangan memilih daging yang berlemak, perhatikan pula cara memasak, hingga usahakan jangan terlalu gosong ketika memanggang daging. Agar kamu tetap bisa menikmati daging sapi secara sehat, makanya, yuk ikuti lima tips di bawah ini:
ADVERTISEMENT
5 Tips Menikmati Daging Sapi agar Lebih Sehat
Selain membatasi jumlah asupan daging, cara mengonsumsinya pun juga harus sehat. Selain itu, apalagi tips menikmati daging sapi agar lebih sehat?
1. Pilih jenis daging rendah lemak
Sekarang, daging sapi bukan hanya dijual berdasarkan jenis potongannya saja. Melainkan, terdapat pula pilihan daging sapi dengan tingkatan lemak yang beragam. Bila ada pilihan daging lean atau rendah lemak, sebaiknya pilih jenis tersebut saja. Umumnya, jenis potongan daging sapi yang rendah lemak dinamakan tenderloin; daging yang terletak di bagian terbelakang badan sapi dekat ekor.
2. Tambah dengan makanan pendamping bernutrisi
Menyantap seporsi daging makin nikmat bila ditambah olahan sayuran atau kentang. Bak pasangan serasi, kentang tak pernah absen dalam sepiring daging. Tetapi, perlu diketahui, kalau makan daging dengan kentang saja tidak memberikan nutrisi yang cukup ke tubuh. Oleh karenanya, ketika kamu makan steak, tambahkan menu pendamping seperti salad, brokoli, sayur kacang polong, serta biji-bijian. Jadi, asupan yang diterima tubuh tidak hanya lezat tapi juga sehat.
3. Selalu atur porsi daging
Supaya tidak terlalu kalap ketika makan daging, hal penting lainnya adalah selalu ukur porsinya. Mengutip Healthline, bila tidak memiliki alat timbang makanan digital, kamu bisa kok mengukur porsi daging dengan menggunakan tangan saja. Menurut penelitian Clinical Anatomy 2005, mengukur porsi makanan dengan tangan lebih efektif lantaran bisa menyesuaikan dengan ukuran tubuh masing-masing orang. Caranya, jika ingin konsumsi daging untuk perempuan cukup seukuran satu telapak tangan saja. Sedangkan, untuk laki-laki sebanyak dua ukuran telapak tangannya.
4. Pilih jenis daging sapi organik
Makanan organik tidak selalu terbuat dari bahan nabati atau sayuran. Namun, daging organik juga bisa didapatkan dari daging sapi itu sendiri. Lantas, bagaimana cara membedakan jenis daging sapi yang organik tersebut? Daging sapi organik memiliki ciri-ciri kualitas yang lebih baik. Umumnya, saat sapi dirawat di peternakan dengan label grass-fed, sapi tidak diberi antibiotik tambahan. Mereka tidak dikurung dan diberi hormon khusus, melainkan sapi dibiarkan memperoleh makan dengan konsumsi rumput segar. Maka dari itu, sebaiknya pilih jenis daging grass-fed organik yang punya nutrisi lebih banyak, ketimbang sapi yang sudah diberi suntikan hormon atau antibiotik.
5. Memasak dengan cara yang lebih sehat
Kebanyakan orang memanggang daging dengan suhu tinggi. Walau suhu tersebut merupakan kunci supaya daging matang menyeluruh, sayangnya cara itu mampu memberikan efek samping yang perlahan membahayakan kesehatan. Diketahui, memasak daging di atas suhu tinggi, mampu memunculkan senyawa yang merupakan cikal-bakal tumbuhnya sel kanker. Menurut Catherin Carpenter , Ph.D, profesor kesehatan masyarakat UCLA sebelum memasak daging sapi, rendam terlebih dahulu dalam minyak yang diberi jus lemon. Ini mencegah pembentukan senyawa karsinogen dalam daging. Selain itu, saat memasaknya pun, rutin membolak-balik kedua sisi daging. Ini bertujuan menghindari satu sisi agar tidak gosong. Bila menemukan adanya bagian daging yang gosong, sebelum makan sebaiknya buang bagian tersebut. Dengan begitu, kamu pun bisa menikmati daging panggang nikmat dan sehat.
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya