5 Tips Menyimpan Bahan Makanan di Dapur agar Lebih Sehat

19 Oktober 2019 9:07 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi daging ayam dalam kulkas Foto: dok.shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daging ayam dalam kulkas Foto: dok.shutterstock
ADVERTISEMENT
Apakah caramu menyimpan bahan makanan di rumah sudah tepat? Jika belum, kamu masih bisa, kok mengubah pola tersebut agar hidupmu juga lebih sehat.
ADVERTISEMENT
Soalnya menurut Chef Deden Gumilar, Executive Chef dari Riva Grill Bar & Terrace, menyimpan bahan makanan yang sehat tidak sekadar dicuci, lalu masukkan ke dalam kulkas.
"Dalam dunia restoran, biasanya kami menjalankan sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Termasuk ketika menyimpan bahan makanan agar lebih sehat dan rasanya enak," ungkap juru masak berusia 50 tahun itu kepada kumparan, Kamis (17/10).
Untuk itu, belum terlambat jika kamu ingin mengubah pola hidup yang lebih sehat mulai dari dapur. Bagaimana caranya? Yuk, ikuti tips dapur dari Chef Deden berikut ini.
1. Bersihkan bahan makanan
Ilustrasi mencuci kentang Foto: dok.shutterstock
Sebelum masuk ke tempat penyimpanan atau kulkas, ada baiknya bersihkan bahan makanan yang baru dibeli. Apalagi jika bahan tersebut berasal dari pasar, yang kerap menjadi tempat berkembangnya hama, kuman, dan bakteri.
ADVERTISEMENT
"Seusai belanja, pastikan tidak ada soil atau tanah yang masih menempel di bahan belanjaan. Misal daun bawang, jika di akarnya masih ada tanah, itu harus dipotong dan di cuci sampai bersih. Lalu, ditimbang baru dimasukkan ke container, dan disimpan. Kentang itu juga tidak boleh ada pasir yang menempel, harus dicuci bersih baru disimpan," terang laki-laki yang sudah menjadi juru masak selama 24 tahun itu.
2. Pisahkan bahan sesuai jenisnya
Ilustrasi menyimpan bahan makanan Foto: dok.shutterstock
Tips selanjutnya adalah pisahkan bahan makanan sesuai jenisnya. Setelah dicuci bersih, maka kamu perlu memisahkan bahan makanan, dan jangan sampai tercampur. Karena, bahan makanan bisa mengkontaminasi satu sama lain sehingga cepat membusuk.
"Beda makanan, beda tempat penyimpanannya. Sebaiknya jangan bungkus dengan kertas koran, karena koran kan ada tintanya. Simpanlah dalam container yang food grade. Lalu susun rapi di kulkas," tambah Chef Deden.
ADVERTISEMENT
3. Tempat penyimpanan harus sesuai standar
Ilustrasi menyimpan bahan makanan Foto: dok.shutterstock
Dilanjutkan chef Deden, kita juga harus memperhatikan standar tempat penyimpanan. Misalnya kulkas, dikatakan chef Deden, suhunya minimal 5 derajat celcius kalau freezer 18 derajat celcius.
"Sementara untuk rak penyimpanan tidak boleh bersentuhan dengan lantai. Harus 15 sentimeter dari lantai, tapi jangan yang bahannya dari kayu. Karena kayu adalah lahan untuk hama berkembang biak; bisa rayap, bisa kecoa, biasa apapun. Jadi bolehnya pakai plastik, stainless, atau karbonat. Dan, rak tidak boleh menempel ke dinding, jaraknya harus 10 sentimeter, dengan atap juga harus ada jarak 15 sentimeter," tegasnya.
4. Berikan label tanggal penyimpanan
Ilustrasi label kedaluwarsa makanan Foto: dok.shutterstock
"Makanan di kulkas itu saya sarankan paling lama disimpan tiga hari. Tapi kalau mau disimpan lebih lama, setelah tiga hari sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu standar 74 derajat celcius dalam rentang waktu dua jam. Barulah, masukkan lagi ke dalam kulkas," kata chef Deden.
ADVERTISEMENT
Agar kamu bisa mengetahui makanan tersebut sudah berapa lama di kulkas, maka chef Deden menyarankan untuk beri label tanggal. Tulislah tanggal, bulan, tahun, dan jenis makanannya.
Selanjutnya, terapkan sistem 'fifo' yakni first in - first out, untuk menentukan mana yang perlu dikeluarkan terlebih dahulu, dan mana yang masih bisa disimpan.
5. Teknik memanaskan
Memasak karamel Foto: Shutterstock
Tips terakhir terkait dengan cara memanaskan makanan. Sebelum dipanaskan, ujar chef Deden, jika makanan berasal dari freezer sebaiknya dilelehkan terlebih dahulu.
"Ada teknik melelehkan yang dipercepat. Caranya, guyur makanan di bawah air mengalir hingga meleleh. Ini boleh, hanya saja karena ini teknik yang dipercepat, maka makanannya tidak boleh disimpan lagi. Soalnya, makanan tersebut sudah terkontaminasi karena suhunya kurang dari lima derajat celcius," tutupnya.
ADVERTISEMENT