Kumparan Logo

6 Kebiasaan Makan Baru Selama Pandemi yang Bikin Kita Jadi Lebih Baik

kumparanFOODverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi memasak Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memasak Foto: Shutterstock

Tanpa kita sadari ada kebiasaan makan yang kini terlihat lebih baik setalah terpaan pandemi virus corona. Hal yang paling sederhana misalnya, rajin mencuci tangan. Bukan sekadar mencuci tangan, tapi kita juga mempraktikkannya dengan cara yang benar; misalnya cuci tangan hanya selama 20 detik.

Ada lagi yang jadi hobi memasak selama #dirumahaja. Mungkin semua ini awalnya terasa seperti kamu dipaksa --atau, mau enggak mau--- kita harus melakukannya. Tapi lama kelamaan kamu jadi terbiasa, kan?

Tak hanya itu, ternyata masih banyak kebiasaan makan yang secara tidak langsung sudah kamu terapkan selama pandemi ini, lho. Berikut ulasan selengkapnya.

1. Mencuci tangan sesuai anjuran

Ilustrasi Cuci Tangan. Foto: Shutter Stock

Terlihat simpel tapi sebenarnya mencuci tangan sangatlah penting, apalagi sebelum makan. Tangan menjadi media terbaik terjadinya cross contamination, termasuk dalam menyebarkan virus corona.

Untuk itu, selalu mencuci tangan sesuai tahapan yang dianjurkan WHO. Dimulai dari menggosok bagian telapak, punggung tangan, sela-sela jari, punggung jari, ujung jari (kuku), ibu jari, hingga ke lengan. Jangan lupa juga untuk melakukannya hanya selama 20 detik saja.

2. Memasak sendiri di rumah

com-Ilustrasi seseorang yang sedang serius menonton tutorial memasak. Foto: Shutterstock

Harus menetap #dirumahaja selama masa karantina juga memunculkan hobi baru bagi sebagian orang, yaitu memasak. Mungkin hal ini mudah dilakukan oleh mereka yang sudah terbiasa. Sebaliknya, ini menjadi kegiatan baru yang tak hanya bertujuan untuk memenuhi perut yang lapar, namun juga menjadi sebuah tantangan baru.

Resep masakan simpel yang beredar di sosial media juga mengundang keinginan orang untuk mencobanya. Alhasil, mereka menjadikan memasak sebagai hobi baru yang berfaedah tentunya.

Bahkan sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of Positive Psychology menunjukkan, mereka yang hobi membuat kue akan merasa lebih bahagia dari hari ke harinya, lho.

3. Menerapkan jarak aman saat di luar rumah

Restoran rumah kaca di Amsterdam, Belanda. Foto: REUTERS/Eva Plevier

Ketika kita bepergian makan ke luar atau berbelanja di supermarket kini kamu jadi terbiasa untuk menerapkan jarak aman, kan? Dengan terbiasa melakukan physical distancing ini kamu secara tak sadar telah melindungi diri sendiri maupun orang lain.

Saat ini banyak pula restoran yang menerapkan social distancing di tempat makannya, sehingga pelanggan bisa bersantap secara aman serta nyaman. Dikutip dari Metro, misalnya saja restoran di Amsterdam yang rela menghadirkan rumah kaca untuk menjaga jarak aman para tamunya. Selain itu, ada pula yang menghadirkan boneka, maneken, ban, hingga benda unik lainnya. Jadi lebih menarik, ya?

4. Mendukung produk makanan lokal

label kemasan makanan Foto: Shutterstock

Buat kamu yang memiliki kebiasaan berbelanja bahan atau makanan lokal online, terima kasih karena kamu secara tidak langsung sudah membantu perekonomian mereka. Seperti kita ketahui, pandemi ini juga mengganggu aktivitas perekonomian negara, termasuk restoran maupun UMKM yang menjual produk makanan.

Menurut data riset konsumen Kantar, penjualan secara digital meningkat hingga 75 persen, dan 11,5 persennya didapat dari sistem belanja online. Hal ini berarti, selama lima tahun terakhir, minat belanja online orang-orang meningkat cukup drastis di tahun ini. Termasuk saat membeli bahan maupun makanan siap santap.

Studi lain juga menambahkan, dengan berbagai alasan mereka yang berbelanja online lebih memilih produk lokal. Mulai dari karena harganya yang lebih ramah di kantong, hingga sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kemajuan produk lokal.

5. Berkurangnya sampah makanan

Ilustrasi Makanan Sisa di tempat pebuangan makanan. Foto: Shutter Stock

Dengan semakin sedikitnya orang-orang yang makan di luar, mereka terbiasa untuk menghabiskan apa yang ada di rumah. Menurut survei WRAP di Inggris mengungkapkan, jumlah sampah makanan di negara tersebut mengalami penurunan hingga 34 persen. Terutama untuk limbah kentang, roti, ayam, dan susu.

Bahkan menurut penelitian badan amal lingkungan Hubbub, masyarakat Inggris rela mengonsumsi stok makanan kaleng di rumah meski sudah lewat tanggal kedaluwarsa beberapa hari. Mereka juga menyajikan makanan dengan porsi lebih kecil sehingga bisa lebih berhemat.

Itulah tadi perubahan baik yang tanpa kita sadari kini sudah menjadi sebuah kebiasaan. Bagaimana dengan kamu? Catatan tambahan dari kami, apa pun itu perubahannya teruskanlah selama itu memang benar baik. Jadi, tetap semangat, dan selalu jaga kesehatanmu, ya!

6. Lebih sabar

Sejumlah warga tampak mengenakan masker dan menjaga jarak saat mengantre di supermarket di Manila, Filipina, Selasa (17/3). Foto: AFP/Maria Tan

Apakah dulu kamu sering berburu promo? Pokoknya enggak apa-apa mengantre panjang demi mendapatkan makanan favorit dengan harga miring.

Ketika pandemi, kita diajarkan untuk menghindari kerumunan. Otomatis, ketika tempat makan antreannya ramai, kita jadi menghindarinya juga. Selain dari kesadaran diri, restoran juga dituntut untuk mengurai keramaian selama pandemi.

Oleh karena itu, belajarlah lebih bijak ketika ingin makan di suatu tempat. Kalau mau duduk berlama-lama, ingat kembali kalau ada banyak orang yang juga ingin menikmati makanan di tempat tersebut. Ya, secara tak sadar, pandemi mengajarkan kita untuk berbagi.

embed from external kumparan

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.