6 Makanan yang Boleh Disantap Meski Pakai Bahan Pengawet

Banyak orang yang cenderung menghindari makanan yang diberi bahan pengawet demi alasan kesehatan. Ya, pengawet dianggap sesuatu yang kurang sehat, sehingga kebanyakan orang lebih memilih bahan-bahan yang alami.
Namun, tahukah kamu, bahwa bahan-bahan makanan yang selama ini dianggap alami justru mengandung pengawet, serta telah melalui proses pengawetan? Bahkan, tanpa adanya pengawet, makanan tersebut tak akan bisa disantap. Tanpa disadari, hampir semua jenis makanan tersebut merupakan menu yang sehari-hari kita konsumsi.
Kendati demikian, pengawet yang digunakan terbuat dari bahan alami, begitu pun proses pembuatannya. Walau menggunakan pengawet buatan atau sintetis sekalipun, takarannya sudah disesuaikan, dan memang diperuntukkan untuk menjaga agar makanan lebih tahan lama.
Kira-kira, makanan apa saja yang ternyata perlu diawetkan terlebih dahulu sebelum disantap? Berikut ulasannya seperti dilansir Mental Floss:
1. Wine

Tentu sudah jadi hal yang umum, bila wine dibuat dengan cara diawetkan—dengan fermentasi. Nah, ternyata, dari hasil fermentasi anggur tersebut, wine juga menghasilkan komponen sulfit yang berfungsi sebagai pengawet alami.
Selain itu, penambahan sulfit juga kerap dilakukan saat proses fermentasi untuk mencegah pengasaman, mempertahankan cita rasa, serta meningkatkan tampilan warna dari wine.
2. Selai kacang

Satu lagi bahan makanan yang membutuhkan bahan pengawet agar tetap bisa disantap. Ya, sealami apapun selai kacang, makanan tersebut tetap memerlukan bahan pengawet alami seperti gula atau garam agar tetap segar dan dapat dikonsumsi dalam waktu yang cukup lama.
3. Acar

Bukan hal yang mengherankan lagi tentunya, bila acar memerlukan bahan pengawet agar bisa dikonsumsi. Makanan tersebut bahkan tercipta karena adanya cuka yang berfungsi mengawetkan sayuran. Berbagai jenis sayuran yang akan diolah menjadi acar harus direndam terlebih dahulu dengan air cuka selama beberapa hari, hingga melewati proses fermentasi.
4. Buah potong

Pernahkah kamu membeli buah yang sudah dipotong dalam ukuran yang lebih kecil di supermarket? Nah, ternyata, potongan buah ini juga diberi tambahan asam askorbat atau vitamin C untuk mencegah warnanya tak berubah menjadi cokelat.
Vitamin C tersebut berfungsi sebagai antioksidan alami yang berguna untuk menghilangkan oksigen di dalamnya, sehingga membuat warna buah tak berubah menjadi cokelat dan tetap terasa segar walau sudah dipotong sekalipun.
5. Keju

Produk olahan keju yang satu ini ternyata juga membutuhkan peran pengawet supaya bisa dikonsumsi. Dalam pembuatannya, keju diberi tambahan komponen alami yang disebut asam sorbat. Asam sorbat inilah yang mencegah tumbuhnya jamur dan membuat keju menjadi cepat busuk serta lapuk.
6. Selai buah

Beberapa jenis olesan seperti selai atau jeli menggunakan asam benzoat—biasanya berbentuk sebagai natrium benzoat untuk mencegah timbulnya bakteri dan jamur di dalamnya. Asam benzoat sendiri aman untuk dikonsumsi oleh manusia dan juga dapat ditemukan pada berbagai jenis makanan alami seperti buah beri, jamur, kayu manis, dan cengkeh.
