Kumparan Logo

6 Manfaat Selada untuk Kesehatan, Sayuran Hijau Renyah Pereda Kolesterol

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jenis-jenis daun salad Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Jenis-jenis daun salad Foto: Shutterstock

Daun selada merupakan sayuran yang biasa kamu temukan dalam semangkuk salad hingga setangkup sandwich. Selain rasanya yang segar dengan tekstur renyah, sayuran populer ini ternyata memiliki berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh, lho!

Mengutip Organic Facts, selama abad pertengahan di Eropa, selada dianggap memiliki kualitas kesehatan tinggi —bahkan termasuk dalam bentuk obat. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), selada tinggi akan kandungan air, serta berbagai mineral dan vitamin baik bagi tubuh. Food Data Central juga mencatat bahwa dalam 100 gram selada hijau mengandung sekitar 2,9 g karbohidrat dan 15 kalori.

Berkat berbagai kandungan baik dalam sayur tersebut, selada memiliki banyak manfaat kesehatan. Dari membantu menurunkan kadar kolesterol, mengurangi peradangan, hingga kecemasan. Maka itu, berikut beberapa manfaat kesehatan yang perlu kamu ketahui dari sayuran hijau nan renyah ini.

1. Selada bersifat anti-inflamasi

Selada Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Selada memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mengendalikan peradangan. Dalam penelitian yang diterbitkan jurnal Phytopharmacology tahun 2010, para peneliti menemukan kalau ekstrak selada memiliki efek signifikan terhadap pengendalian peradangan (yang disebabkan enzim lipoksigenase dan karagenan). Namun, masih perlu banyak penelitian lain mengenai sayuran ini untuk mendukung temuan tersebut.

2. Menurunkan tingkat kolesterol

Ilustrasi salad Foto: Shutter Stock

Selada dapat menurunkan kolesterol tinggi yang berpotensi memicu penyakit kardiovaskular (CVD), dan kondisi berbahaya lainnya seperti serangan jantung serta stroke.

Beberapa penelitian pada hewan telah menguji dampak konsumsi selada terhadap lemak dan kolesterol. Alhasil, peneliti menemukan penurunan kadar kolesterol yang signifikan pada tikus yang makan selada, dibandingkan dengan yang tidak memakan sayuran hijau tersebut. Kandungan peroksidasi lipid dalam selada bertanggung jawab atas bentuk pengendalian kolesterol ini —berkontribusi dalam mengurangi faktor risiko CVD.

3. Membantu tidur lelap

Ilustrasi Perempuan Tidur Foto: Shutterstock

Salah satu kegunaan tradisional selada dalam pengobatan Yunani atau disebut sebagai terapi unani, adalah membantu tidur. Ekstrak selada menghasilkan bahan kimia, yang bila diberikan pada hewan percobaan mampu menunjukkan efek sedatif.

Sebuah penelitian yang diterbitkan Iranian Journal of Pharmaceutical tahun 2013, menunjukkan bahwa komponen yang bertanggung jawab atas efek sedatif ditemukan dalam selada. Bahan ini secara khusus bekerja dengan memblokir proses sinyal rangsang dari jaringan otot dan saraf —memberikan efek relaksasi dan keinginan tidur dalam tubuh.

4. Kaya antioksidan

com-Ilustrasi wanita mengonsumsi makanan sehat. Foto: Shutterstock

Penelitian dalam jurnal Ancient Science of Life Journal, menemukan bahwa sayuran hijau ini memiliki sifat antioksidan yang mampu membasmi radikal bebas secara signifikan. Zat ini dapat ditemukan dalam berbagai macam makanan, memberi kita manfaat kesehatan dan pencegahan penyakit dari radikal bebas yang menyerang jaringan sehat, sel, serta DNA di dalamnya.

5. Antimikroba

Tips menyimpan selada Foto: Shutterstock

Anti-inflamasi, antioksidan, dan juga antimikroba! Penelitian menemukan bahwa Candida albicans dan kandungan lain akan berubah bentuk ketika bersentuhan dengan lapisan dari tanaman selada. Dengan ini, kamu tidak perlu cemas akan mikroorganisme buruk dari luar —karena sifat antimikroba tanaman ini yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

6. Membantu meredakan kecemasan

ilustrasi wanita cemas, stres atau depresi Foto: Shutterstock

Seperti manfaatnya yang mampu membantu tidur, pada zaman pengobatan unani, selada juga digunakan karena bersifat neurologis.

Sebuah makalah penelitian tahun 2012 yang diterbitkan dalam Asian Pacific Journal of Tropical Disease menyimpulkan selada dengan sifat anxiolytic (anti-kecemasan). Selain itu, sayuran hijau seperti selada juga dikaitkan secara positif dengan kesehatan kognitif kita.

Reporter: Natashia Loi

kumparan post embed