Kumparan Logo

6 Rempah untuk Pengawet Alami agar Makanan Enggak Cepat Basi

kumparanFOODverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Herbs butter roasted chicken. Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Herbs butter roasted chicken. Foto: Toshiko/kumparan

Makanan rumahan biasanya bebas dari pengawet, makanya lebih mudah basi. Apalagi, kalau masaknya dalam porsi banyak dan tak habis, jadi sayang, ya kalau harus dibuang begitu saja.

Sebenarnya, kamu enggak perlu membuang makanan, kalau dalam masakanmu terdapat bahan yang bersifat antimikroba. Menurut Journal of Food Quality, makanan busuk (basi) terjadi karena kontaminasi dari mikroba pembusuk yang membuat umur simpan, karakteristik tekstur, dan kualitas suatu makanan jadi menurun.

Sifat antimikroba ini bisa kamu temukan dalam bahan; seperti garam, gula, ataupun minyak. Selain itu, beberapa rempah-rempah juga memiliki sifat tersebut, sehingga kamu bisa menambahkannya dalam masakan. Selain menambah cita rasa, masakanmu juga turut awet tanpa harus menggunakan bahan kimia.

Apa saja jenis rempah yang bisa menjadi pengawet alami? Yuk, simak selengkapnya dalam artikel ini!

1. Cengkih

cengkih Foto: dok.shutterstock

Sifat antimikroba pertama bisa kamu temukan dalam cengkih. Menurut penelitian dalam buku berjudul "Encyclopedia of Food Sciences and Nutrition" yang terbit tahun 2003, minyak atsiri dari cengkih dapat menjadi antimikroba alami yang efektif dalam melawan bakteri. Dengan begitu, makanan tak akan mudah basi atau membusuk.

2. Kayu manis

Kayu manis Foto: Shutter Stock

Selanjutnya ada kayu manis. Selain memberi tambahan aroma dan rasa manis pada makanan, rempah dengan nama lain cinnamon ini bisa dimanfaatkan sebagai pengawet alami.

Penelitian yang sama menemukan: kayu manis juga termasuk salah satu rempah antimikroba yang efektif dalam melawan bakteri penyebab makanan cepat basi.

3. Thyme

Ilustrasi Thyme. Foto: Pixabay

Rempah dengan nama lain timol ini juga termasuk pengawet alami, lho. Minyak atsirinya memiliki sifat antimikroba, sehingga mampu menahan makanan agar tak cepat basi.

Dalam penelitian yang sama bahkan menemukan, apabila laktoferin --sejenis protein yang biasanya terkandung dalam susu-- bercampur dengan timol efektif dalam melawan mikroba seperti E. Coli.

4. Oregano

oregano Foto: Shutterstock

Mengutip India Times, oregano yang biasa digunakan dalam campuran makanan khas Italia juga bermanfaat sebagai pengawet alami. Ini karena oregano kaya akan antioksidan yang ampuh dalam melawan bakteri serta jamur; terutama pada makanan berbahan utama daging.

5. Rosemary

rosemary Foto: Shutterstock

Rempah lain yang juga bisa jadi pengawet makanan alami adalah rosemary. Selain memiliki aroma khas, rosemary juga mengandung asam carnosic dan rosmaranic, yang merupakan antioksidan pencegah pembusukan.

Bukan hanya itu, rosemary juga mengandung hingga 20 jenis antioksidan lainnya yang juga baik untuk kesehatan tubuh.

6. Sage

Daun sage Foto: Shutter Stock

Sama dengan rempah lainnya, sage juga bersifat antioksidan dan antibakteri. Enggak heran kalau rempah ini sering digunakan sebagai pengawet alami. Biasanya sage dipakai sebagai pengawet pada makanan berbahan daging atau keju. Selain itu, sage juga mengurangi bau menyengat pada makanan.

embed from external kumparan