Kumparan Logo

7 Fakta Unik Kembang Kol, Makanan Enak untuk Diet Sehat

kumparanFOODverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kembang kol Foto: dok.shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kembang kol Foto: dok.shutterstock

Kembang kol kerap disamakan dengan brokoli. Dari segi bentuk dan tekstur keduanya memang mirip. Bahkan kedua sayuran ini begitu populer sebagai makanan sehat harian. Ditumis, direbus, atau dijadikan sup, sama-sama enak.

Namun dua hingga tiga tahun belakangan ini, kembang kol mencuri perhatian karena teksturnya yang ternyata mirip nasi. Enggak heran, kalau kamu sering melihat kembang kol dijadikan makanan pengganti nasi dalam resep diet sehat.

Nah, untuk mengenal lebih lanjut soal sayuran yang juga disebut cauliflower ini, yuk simak fakta unik berikut ini:

1. Pengganti nasi

Ilustrasi nasi kembang kol Foto: dok.shutterstock

Memang tekstur, warna, dan rasa kembang kol sepintas mirip dengan butiran nasi. Rasanya yang hambar dan sedikit manis juga mirip nasi, bukan? Makanya, banyak yang memilih sayuran berbentuk bunga ini sebagai pengganti nasi yang bisa dipasangkan dengan aneka lauk lainnya.

Uniknya, dalam 100 gram kembang kol cincang (mentah atau matang) mengandung; hanya 25 kalori, 0 gram lemak, 5 gram karbohidrat, 2 gram serat, 2 gram gula, 2 gram protein, serta 30 miligram sodium. Selain itu, terkandung juga vitamin C, K, dan aneka mineral; seperti kalsium, potasium, dan magnesium.

2. Berasal dari wilayah Mediterania

Ilustrasi kembang kol. Foto: Pixabay

Mengutip dari Webmd, kembang kol disinyalir berasal dari wilayah Mediterania. Pada abad ke-15 sayuran ini tiba di Eropa yang kemudian banyak dimanfaatkan sebagai tumisan atau sup.

Kembang kol juga termasuk dalam jenis kubis liar yang masih satu keluarga dengan kale, kol brussel, serta kohlrabi atau lobak jerman.

3. Mudah dimasak menjadi berbagai hidangan

Kembang kol pengganti daging Foto: Shutterstock

Rasanya yang cenderung hambar namun punya tekstur renyah, membuat kembang kol mudah dijadikan aneka hidangan lezat. Kamu bisa mengolahnya dengan cara memotong menjadi sekuntum kecil-kecil, lalu mengukus.

Selain itu, jika ingin teksturnya terasa lebih renyah maka pangganglah potongan kembang kol bersama sedikit lumuran minyak zaitun, garam, dan lada. Bukan hanya itu, kembang kol juga bisa ditumis dengan campuran daging dada ayam, atau dijadikan sup gurih bersama sayuran lainnya.

4. Kembang kol punya empat warna

Ilustrasi kembang kol Foto: dok.shutterstock

Faktanya kita hanya mengenal kembang kol putih saja, tapi sebenarnya sayuran ini punya empat warna, lho.

Melansir Healingplantfoods, ada juga kembang kol oranye yang kaya beta karoten, ungu dengan anthocyanin, dan hijau mirip brokoli. Pada dasarnya, keempat kembang kol tersebut punya nutrisi yang sama hanya yang membedakan adalah tingkat pigmen tanamannya saja.

5. Mengukus adalah cara terbaik memasak kembang kol

Kembang kol Foto: Pixabay

Memang kita biasa mengenal kembang kol dengan cara ditumis atau direbus menjadi sup.

Sebenarnya, mengukus kembang kol adalah cara terbaik agar nutrisinya tak banyak hilang. Soalnya mengutip dari journal BioMed research international, kandungan seperti vitamin C, karotenoid, flavonoid, dan antioksidan lainnya pada kembang kol mudah hilang ketika direbus.

6. Batang dan daunnya bisa dimakan

Kembang kol Foto: Pixabay

Kembang kol punya batang yang besar dengan daun cukup panjang. Rupanya, kedua bagian tersebut bisa kita konsumsi, lho. Batangnya dapat dipotong agak tipis seperti ketika memasak brokoli, sementara daunnya bisa dijadikan campuran dalam salad atau sup hangat.

Batang dan daun kembang juga mengandung nutrisi seperti kalsium, zat besi, serat, vitamin C, dan folat.

7. Melancarkan pencernaan

Usus besar dan saluran pencernaan manusia. Foto: Elionas2 via pixabay

Tak kalah penting, kembang kol punya manfaat melancarkan pencernaan. Ini dikarenakan kandungan seratnya yang cukup tinggi. Serat tersebut akan meningkatkan jumlah bakteri baik yang bisa mengurangi inflamasi dan meningkatkan kesehatan pencernaan. Di sisi lain, pencernaan yang sehat juga membantu mengontrol berat badan, lho.

Selain itu, sebuah studi berjudul Health Benefits of Fruits and Vegetables pada 2012 mengungkapkan, konsumsi sayuran kaya serat seperti kembang kol dapat menurunkan risiko beberapa penyakit seperti jantung, kanker, dan diabetes.

embed from external kumparan