Kumparan Logo

7 Fakta Unik Seputar Restoran Cepat Saji di Dunia, McD Bukan yang Terbesar

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi makanan cepat saji Foto: dok.shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan cepat saji Foto: dok.shutterstock

Makanan yang disajikan restoran cepat saji telah menjadi kegemaran masyarakat dunia. Dalam 15 tahun terakhir, industri makanan cepat saji dapat meraup 110 miliar dolar Amerika atau setara Rp 1.7 T setiap tahunnya, dikutip dari Eat This.

Kepopuleran ini kemungkinan akan terus berlanjut melihat beberapa restoran cepat saji raksasa mulai melakukan inovasi dan memperhatikan kesehatan pelanggan.

Bukan cuma itu, masih ada beberapa fakta unik dari restoran cepat saji ternama yang akan menambah wawasan seputar tempat makan favoritmu itu. Penasaran? Berikut kumparan rangkum biar kamu semakin tahu tentang seluk-beluk restoran cepat saji di dunia.

1. Subway punya cabang terbanyak di dunia

Ilustrasi Subway Foto: Flickr/JJBers

Kepopuleran McDonald’s membuat banyak orang berasumsi bahwa penghargaan rantai makanan cepat saji terbesar jatuh kepada restoran itu. Padahal, Subway memiliki cabang yang lebih banyak.

Dalam sebuah data statistik baru mengungkapkan, 43.600 toko Subway yang tersebar di seluruh dunia. Sedangkan, McDonald's hanya memiliki 37.855 toko di seluruh dunia. Hanya saja, soal revenue, McDonald;s lebih unggul daripada Subway.

2. Daging burger McDonald’s terbuat dari lebih 100 sapi

Cheese Steak Burger McDonald's. Foto: Toshiko/kumparan

Dalam website McDonald’s, restoran cepat saji itu mengkonfirmasi bahwa ada lebih dari 100 sapi dalam satu daging burger makanan cepat saji. Proses pembuatan dan pengolahan daging sapi ke dalam bentuk patty burger, mungkin yang membuat kamu dapat mengonsumsi lebih dari 100 jenis sapi dalam satu gigitan.

3. Kolonel Sanders membuka restoran lain setelah KFC

KFC Foto: REUTERS/Kacper Pempel

Setelah menyempurnakan resep ayam gorengnya, Kolonel Sanders melihat KFC tumbuh menjadi perusahaan cepat saji bernilai miliaran dolar. Namun, dalam perkembangannya, KFC telah melakukan beberapa perubahan resep ayam dan saus mereka menjadi sesuatu yang tidak memenuhi standar Kolonel. Pencipta ayam goreng populer ini kemudian membuka restoran ayam goreng baru bernama Kolonel Lady Dinner House.

4. Pendiri Subway memulai bisnisnya saat berumur 17 tahun

Subway Foto: Instgaram @subway

Pendiri Subway, Fred DeLuca, memulai bisnis sandwich-nya ketika laki-laki itu baru berusia 17 tahun. Fred meminjam uang sebesar 1.000 dolar Amerika atau sekitar Rp 14,8 juta dari teman keluarganya. Dan, berawal dari meminjam uang orang lain itu, sekarang berhasil mengembangkan salah satu rantai restoran cepat saji terbesar di dunia.

5. Pizza Hut kirim pizza ke luar angkasa

menu di Pizza Hut Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparan

Pada tahun 2011, Pizza Hut melakukan aksi promosi brand dengan mengirimkan pizza ke Stasiun Luar Angkasa. Bukan hanya sebagai aksi pemasaran, pihak Pizza Hut juga memperhatikan cita rasa pizzanya. Mereka menambahkan garam dan bumbu ekstra ke dalam pizza karena perjalanan ke luar angkasa akan mengurangi kepekaan indra perasa para astronot.

6. Taco Bell pernah dituntut karena mengklaim produk daging dalam isian taco

Ilustrasi taco Foto: Dok.Shutterstock

Pada tahun 2011, sebuah firma hukum di Alabama menggugat restoran cepat saji, Taco Bell. Gugatan itu datang karena Taco Bell menggunakan kata ‘daging’ untuk menjelaskan isian taco. Padahal menurut penggugat, isi taco tidak dapat disebut daging sapi karena mengandung lebih banyak gandum, bumbu, dan isian lain, dibanding jumlah dagingnya.

7. Resep KFC bersifat rahasia

Di Jepang, ayam goreng KFC menjadi salah satu makanan yang selalu diburu. Foto: Thinkstock

KFC selalu mengklaim bahwa bumbu-bumbu yang digunakan oleh restoran cepat saji tersebut sangat kompleks dan rahasia. Tetapi memang benar begitu adanya, bumbu KFC dibuat oleh dua pabrik terpisah. Kemudian mesinlah yang akan melakukan pencampuran, memastikan bahwa tidak ada yang memiliki resep lengkapnya.

Reporter: Natashia Loi

embed from external kumparan