Ajinomoto Ungkap Rahasia Dapur Lewat Visitor Center

Telah bertahan di usia yang ke-50 tahun di Indonesia, Ajinomoto membuka Ajinomoto Visitor Center, fasilitas tur untuk masyarakat umum. Bertajuk Recipe of Deliciousness, Ajinomoto ingin mendekatkan diri kepada masyarakat Indonesia.
Ajinomoto Visitor Center baru diresmikan pada bulan Juli 2019 di area Pabrik Karawang (NEF), Jawa Barat.
Di sini, kita bisa menjelajah fasilitas edukatif yang tersedia di Ajinomoto Visitor Center. Dimulai dari teater “Eat Well Live Well”, yang dilengkapi layar berukuran 200 inch.
Kemudian, ada teater Umami yang akan membawa kita ke petualangan rasa dengan cara yang unik.
“Di zona ini terdapat tampilan audio visual mengenai penjelasan cikal bakal Dr. Kikunae Ikeda menemukan Umami di Jepang pada 1908 bersama Saburosuke Suzuki,” ungkap Samsul Bakhri selaku Direktur Ajinomoto Indonesia.
Di zona kedua kita bisa melihat bagaimana produk Ajinomoto dibuat. Semuanya dibuat canggih dalam fasilitas 3D Projection Mapping. Di sana juga ada Activity Area untuk pengunjung bermain bersama.
Lebih lanjut Samsul juga menjelaskan bahwa Ajinomoto juga telah memiliki Sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan mendapatkan Sistem Jaminan Halal (SJH).
“Dengan beragam fasilitas berteknologi terbaru ini, kami menyambut masyarakat umum untuk mengunjungi Ajinomoto Visitor Center dan mengetahui lebih dalam tentang produk Ajinomoto di Pabrik Karawang. Tempat ini cocok banget untuk dikunjungi oleh komunitas ibu-ibu, institusi pendidikan, dan akademisi sebagai sarana edukasi yang seru dan menyenangkan,” lanjutnya.
Di Ajinomoto Visitor Center, para pengunjung juga bisa melihat langsung proses pembuatan produk penyedap ini.
"Kami bikin pabrik yang berlantai-lantai, karena untuk distribusinya dari atas, pakai pipa. Supaya lebih ramah lingkungan," ungkap Samsul kepada kumparan (3/10).
Menjadi Sarana Edukasi tentang Umami
Secara garis besar, Ajinomoto Visitor Center ini ingin memberikan edukasi tentang rasa umami. Bumbu umami diproduksi dengan fermentasi laiknya kecap, tauco, tempe, dan tapai ketan. Jenis bumbu yang memberikan rasa sedap ini mengandung asam glutamat.
Bumbu penyedap ini juga sangat bisa digunakan untuk mengurangi penggunaan garam sebab bumbu umami hanya mengandung 1/3 Natrium. Dengan menambah bumbu umami, kita dapat mengurangi Natrium sebanyak 20-30 persen.
Tak heran bila di Jepang, bumbu umami benar-benar digunakan untuk mendorong nafsu makan. Salah satunya untuk para lansia karena makin berkurangnya kepekaan pada saraf lidah mereka.
