Apa yang Membuat Orang Suka Minum Kopi Hitam Padahal Rasanya Pahit?
·waktu baca 3 menit

Menyeruput segelas kopi hitam selalu berhasil membuat energi tubuh seketika terisi penuh. Padahal kopi hitam memiliki rasa pahit yang pekat. Kendati begitu, tahukah kamu bahwa kesukaan seseorang terhadap kopi pahit ternyata berkaitan dengan gen yang ada di dalam tubuhnya, lho.
Mengutip Food and Wine, pada penelitian sebelumnya, para peneliti telah lama mengetahui bahwa genetika yang ada dalam tubuh dapat membantu menentukan preferensi (selera) atau ketidaksukaan terhadap sajian pahit.
Selain itu, para peneliti juga telah mempelajari bahwa gen dapat menentukan seberapa cepat tubuh kita memproses kafein; yang menyebabkan beberapa orang mendambakan lebih banyak stimulan daripada yang lain. Tetapi, sebuah studi baru-baru ini mengungkap fakta menarik lain.
Mengutip CNN, penelitian terbaru yang dipimpin oleh Marilyn Cornelis, seorang profesor kedokteran pencegahan di Fakultas Kedokteran Feinberg, Universitas Northwestern telah meneliti para penikmat kopi, dengan memisahkan pencinta kopi hitam, dari pencinta kopi dengan tambahan krim dan gula.
Dari survei tersebut, penelitian yang telah diterbitkan di Nature Scientific Reports itu menyebut preferensi rasa kemungkinan adalah penyebab yang mendorong seseorang menyukai kopi hitam, dan melupakan bahan tambahan seperti susu serta gula.
Tetapi sebaliknya, sensitivitas kafein seseorang, khususnya bagi mereka yang metabolisme kafein lebih cepat, ternyata lebih kuat terkait dengan preferensi kopi mereka."Kami menemukan, peminum kopi dengan varian genetik yang mencerminkan metabolisme kafein yang lebih cepat, lebih menyukai kopi hitam yang pahit,” jelas Cornelis.
Namun lebih lanjut, Cornelis dan timnya tidak menganggap preferensi itu ada hubungannya dengan rasa kopi hitam. Sebaliknya, menurut Cornelis, orang dengan gen ini lebih memilih kopi hitam, karena mereka mengaitkan rasa pahit dengan peningkatan kewaspadaan mental yang mereka dambakan dari kafein.
Kesukaan beberapa orang terhadap kafein mungkin lebih besar daripada ketidaksukaan mereka terhadap rasa pahit dari minuman tersebut. Sementara itu, rasa masih memainkan peran utama, tetapi nyatanya alasan ini berbeda dengan perkiraan yang diduga oleh para peneliti.
"Penafsiran kami adalah orang-orang ini menyamakan kepahitan alami kafein dengan efek psiko-stimulasi. Mereka belajar mengasosiasikan kepahitan dengan kafein dan dorongan yang mereka rasakan. Kami melihat efek yang dipelajari,” ujar Cornelis.
Tak hanya pada kopi, Cornelis juga menjelaskan bahwa hal itu juga berlaku untuk makanan pahit dan berkafein lainnya seperti teh dan cokelat . "Ketika mereka memikirkan kafein, mereka memikirkan rasa pahit, jadi mereka juga menikmati cokelat hitam. Mungkin saja orang-orang ini sangat sensitif terhadap efek kafein, dan mereka juga memiliki perilaku yang dipelajari dengan makanan pahit lainnya," ujarnya.
"Gangguan nyata dari keengganan bawaan terhadap rasa pahit dan korelasi genetiknya dengan preferensi kopi, memiliki relevansi penting dengan pengembangan makanan dan minuman," tulis kesimpulan laporan studi tersebut.
Reporter: Destihara Suci Milenia
