Kumparan Logo

Apakah Penderita Diabetes Boleh Berpuasa, dan Bagaimana Tips Menjalankannya?

kumparanFOODverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasien diabetes tak masalah makan coklat. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Pasien diabetes tak masalah makan coklat. Foto: Thinkstock

Puasa memang menjadi ibadah wajib bagi umat muslim. Namun sayangnya kali ini kita menghadapi bulan puasa yang tak seperti biasanya. Di tengah pandemi ini ada beberapa hal yang perlu dilakukan terutama oleh para penderita penyakit kronis bila ingin berpuasa.

Dijelaskan dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD, K-P FINASIM, KIC dalam live PAPDI Forum Webinar yang diadakan Kamis (23/4), pengidap sakit jantung dan diabetes adalah yang memiliki faktor risiko terserang COVID lebih berat. Dengan demikian, pada masa seperti ini mereka yang menderita penyakit kronis tersebut diharapkan dapat menjaga kesehatan lebih baik lagi. Bagaimana caranya?

Terutama pada pasien penderita diabetes, dr. Ceva menyarankan untuk mengontrol gula darah setiap saat, dengan target 90-140 mg/dL. Sebab bila gula darah meningkat dan sel tubuh tidak bisa mencerna dengan baik, maka akan menumpuk yang menyebabkan penyakit semakin berbahaya.

Namun masalah yang sering terjadi pada penderita diabetes adalah ketidakstabilan gula darah. Misalnya saja bisa terjadi hipoglikemia, adalah kondisi kadar gula dalam darah yang berada di bawah kadar normal, yaitu kurang dari 70 mg/dL.

Di satu sisi bisa juga terjadi hiperglikemia, yakni kondisi gula darah tinggi mencapai 180 mg/dL. Kondisi-kondisi seperti inilah yang harus dihindari oleh penderita diabetes selama puasa.

Ilustrasi diabetes Foto: dok.shutterstock

Untuk itu, sangat disarankan bila penderita diabetes yang ingin berpuasa sebaiknya rutin mengontrol sebelumnya. Jika mereka sebelum puasa gula darahnya tidak terkontrol, maka dr. Ceva tidak menganjurkan untuk melakukan puasa.

Bukan cuma itu, mereka yang sudah rutin suntik insulin juga tak disarankan untuk berpuasa. Begitu juga penderita diabetes yang sedang hamil, orang tua yang tak bisa merasakan haus, serta penderita yang tidak bisa merasakan gejala lonjakan gula darah, juga sebaiknya tidak berpuasa.

Lantas bagaimana pola diet sehat bagi penderita diabetes yang masih bisa berpuasa?

Menurut dr. Ceva, diet yang disarankan bagi penderita diabetes yang masih bisa berpuasa sebaiknya menghindari makanan berlemak, gorengan, perbanyak konsumsi sayur, dan pilih sumber karbohidrat kompleks; seperti oat, makanan berbahan gandum, atau beras merah.

Bubur Beras Merah. Foto: Shutter Stock

Sumber karbohidrat kompleks diserap tubuh secara lebih perlahan, sehingga metabolisme turut melambat yang membuat kita merasa kenyang lebih lama.

Selain itu, penderita diabetes yang bisa berpuasa masih diperbolehkan mengonsumsi buah namun perlu dibatasi. Termasuk dilarang untuk mengonsumsi sumber gula, seperti gula pasir, aren, biang, dan Jawa. Perbanyak pula makan makanan kaya vitamin dan antioksidan.

Usai makan malam, bila masih merasa lapar, boleh saja ngemil, tapi jangan dekat dengan waktu tidur. Setidaknya beri jarak dua jam sebelum tidur. Dengan demikian menjaga porsi makan juga penting untuk menjalankan puasa secara sehat.

Kemudian, perhatikan juga jumlah porsi makannya. "Empat puluh persen untuk sahur, sementara berbuka dan makan malam 50-60 persen; dengan pembagian takjil 10 persen. Nanti setelah tarawih 10 persen," tuturnya.

Pembatasan porsi tersebut juga harus disesuaikan dengan batasan kalori masing-masing orang. Ketika berbuka puasa, dr. Ceva juga mengingatkan untuk jangan 'balas dendam.' Artinya, berbukalah sesuai batasan porsi tadi agar gula darah tak melonjak secara tiba-tiba.

Bagaimana dengan aturan minum obat?

Ilustrasi obat-obatan yang harus dibawa ketika traveling. Foto: Shutter Stock

Selain mengontrol jenis dan porsi diet sehat selama puasa, penderita diabetes juga perlu mengubah waktu konsumsi obat mereka. "Yang pakai obat Metformin tiga kali sehari, diubah jadi dua kali sehari. Kalau sekiranya berbuka perlu makan banyak, minum obatnya bisa dua. Termasuk bila ada obat yang biasa diminum pagi hari sebelum sarapan, kini diubah menjadi pada saat berbuka," tambahnya.

Bila semua sudah terkontrol, penderita diabetes juga perlu perbanyak minum air putih; dengan takaran normal 8 gelas per hari yang bisa dibagi saat sahur dan sesudah berbuka.

Bukan hanya jaga pola makan dan porsi selama berpuasa, perlu diingatkan kembali, agar kamu juga tetap menjaga jarak dengan menerapkan social dan physical distancing, ya. Lakukan salat tarawih #dirumahaja untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Selamat puasa!

embed from external kumparan

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!