kumparan
1 Agustus 2019 18:10

Banting Setir Nicky Tirta ke Balik Dapur

Nicky Tirta
Nicky Tirta Foto: Instagram @nickytirta
Sore itu kami disuguhi seporsi semur daging. Porsinya tak begitu banyak, namun isiannya cukup lengkap. Ada daging sapi, lengkap dengan sayuran yang membuatnya jadi kaya vitamin dan serat.
ADVERTISEMENT
Kami tak menyangka, makanan ini dibuat oleh laki-laki yang sering menghiasi layar kaca. Nicky Tirta, begitulah panggilannya.
Bagi yang sering menonton televisi, pasti tak asing dengan sosok laki-laki yang kini rajin tampil di program masak. Konon, peran barunya itu sudah ia lakoni sejak 2013.
Banting setir dari profesi aktor yang sudah membesarkan namanya, dirasa Nicky Tirta tak mudah. Ia kerap dihujani keraguan dan caci maki dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Meski begitu, ia merasa tak putus semangat dan terus membuktikan bahwa siapa saja bisa menjadi seorang chef, asal mau untuk belajar.
Beberapa waktu yang lalu, kami sempat berbincang bersama Nicky Tirta di sela-sela acara '50 Years in Harmony Roadshow' yang berlangsung di Atrium Utama, Summarecon Mall Kelapa Gading 3, Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT
Berikut adalah rangkuman percakapan kami dengan laki-laki yang pernah main di sinetron Bidadari itu.
Nicky Tirta
Nicky Tirta Foto: Instagram @nickytirta
Sejak kapan tertarik untuk mulai memasak?
Kalau memasak itu mungkin dari kecil sudah suka. Ketika tinggal di Perth, Australia, kan, memang enggak punya asisten rumah tangga. Jadi kalau mau makan setiap hari harus masak dan kita (Nicky dan keluarga) gantian untuk memasak.
Kebiasaan ini dijaga sampai masuk kuliah. Terus pas kuliah juga aku memutuskan untuk mengambil dua jurusan; yaitu broadcasting dan cookery.
Ketika selesai kuliah, aku melanjutkan kebiasaan masak aku di Jakarta. Terus aku sama temenku bikin program di salah satu stasiun televisi. Awalnya cuman pilot dan niatnya ngundang chef, tapi dari pihak stasiun televisinya minta aku untuk yang jadi chef.
ADVERTISEMENT
Dari (tahun 2013) situlah awalnya, terus sampai 2018 kemarin banyak stasiun televisi yang minta aku untuk ngisi program masak.
Mulai mendalami masak sejak kapan? Apakah sejak kuliah atau saat syuting?
Kalau mendalami banget ya pas lulus SMA. Tapi buat aku, aku terus belajar, kok, sampai sekarang. Pada saat setelah lulus SMA pun, sampai sekarang masih belajar.
Bahkan ketika misalnya ada proyek kerja sama (keliling Indonesia) dengan salah satu brand makanan, aku juga masih mengulik makanan-makanan yang mungkin enggak umum di telinga. Misalnya waktu aku ke Sumatra, aku dengar ada camilan namanya sala lauak. Itu aku enggak pernah dengar sebelumnya, terus aku observasi langsung.

Meski sekarang masak-masak di dunia entertainment, tapi bukan berarti membuat aku stop untuk belajar.

ADVERTISEMENT
Siapa inspirasi chef kamu?
Rudy Choirudin. Kenapa? Soalnya banyak ilmu yang bisa aku dapat setiap kali beliau tampil di acara televisi. Kadang dia ngajarin ke penonton, bahkan ngajarin demo masak ke ibu-ibu. Jadi banyak sekali ilmu yang bisa aku dapat dari dia.
Enggak cuma ilmu masak saja, tapi juga ketika melihat dia sebagai guru dalam memasak dia seperti tidak menggurui.
Selain itu, dia juga sangat bersahabat dengan penonton dan orang-orang yang sedang berguru dengan dia. Bahkan sama aku yang juniornya saja, dia menganggap sebagai teman. Dia juga enggak pelit ilmu. Pokoknya, banyak sekali yang bisa dicontoh dari seorang Rudy Choirudin.
Apa, sih, arti memasak bagi Nicky Tirta?
Menurut aku, memasak itu, kan, bagaimana caranya mengolah bahan mentah menjadi masakan. Masakan itu pastinya harus bisa dinikmati oleh orang lain, kan? Berati secara general bisa menyenangkan orang lain.
ADVERTISEMENT

Intinya, memasak itu enggak cuma soal rasa tapi bagaimana mendapatkan atau menyenangkan hati orang lain.

Nicky Tirta
Nicky Tirta Foto: Instagram @nickytirta
Lebih sering memasak apa?
Aku lebih sering pastry, sih. Meskipun dulu pas SMA aku sempat mikir enggak mau, karena baking itu lebih menantang. Kayak misalnya komposisinya harus benar, teknik dan memanggangnya harus benar. Pokoknya salah sedikit saja bisa salah.
Pokoknya gitu, tadinya baking itu aku hindari, tapi ternyata makin ke sini makin penasaran. Di sana tantangannya.
Masih ingat masakan pertama yang dibuat Nicky Tirta?
Apa ya? Oh, sup buntut. Waktu itu di Perth, karena mama suka masak itu (sup buntut) dan semuanya suka. Jadi aku pantengin, aku bikin ulang meskipun masakan pertama enggak seenak itu.
ADVERTISEMENT
Makanan favorit Nicky Tirta apa?
Aku suka japanese food sebenarnya. Tapi aku juga suka makanan padang. Soalnya makanan padang itu lengkap ada nasi dan kuahnya juga banyak. Belum lagi sambal hijaunya itu.
Ada masakan yang ingin kamu masak tapi sampai sekarang belum juga kesampaian?
Apa ya, banyak banget, sih. Bicara soal masakan memang enggak ada habisnya. Indonesia aja setiap daerah punya makanan khasnya, kalau dikulik itu banyak banget gitu. Apalagi kalau kita pergi ke luar negeri, misalnya ke Asia itu juga sudah banyak.
Nicky Tirta
Nicky Tirta Foto: Instagram @nickytirta
Bagaimana rasanya banting setir dari aktor jadi chef?
Jujur perjuangannya berat banget. Banyak yang bilang mudah, karena sudah punya nama. Justru karena orang sudah tahu sebelumnya, orang jadi lebih meremehkan.
ADVERTISEMENT
Apalagi pas acara masak pertama kali, itu banyak banget yang underestimate, terus yang caci maki juga banyak. Pas syuting pertama itu masih nervous, jadi kadang pusing sendiri.
Untuk sampai di tahap ini, apalagi dengan banyaknya celebrity chef yang berkarier di dunia masak Indonesia, perjuangannya tidak mudah. Apalagi basic aku, kan, seorang entertainer. Justru perjuangannya akan lebih mudah kalau orang belum tahu dia siapa.

Aku lebih suka dipanggil home chef ketimbang celebrity chef. Soalnya aku ingin ngerasa lebih dekat dengan mereka (ibu-ibu) ketika dipanggil home chef.

Kamu tertarik enggak, sih, bikin buku resep gitu?
Udah banyak yang nawarin, tapi enggak aku ambil. Soalnya aku maunya yang bagus. Dalam arti gini, aku ingin buku itu benar-benar bisa menjelaskan apa yang ingin aku share. Baik itu fotonya, hingga packaging-nya juga harus bagus.
ADVERTISEMENT
Dan ketika dimiliki orang, aku inginnya mereka menyimpannya di dalam rak bukan berseliweran di mana saja, gitu.
Inspirasi resep dari mana? Apa memang eksplorasi sendiri?
Satu pasti observasi dari restoran, streetfood, hingga fine dining. Kedua, kebetulan bank resep aku selama berkarier di dunia masak sudah banyak. Jadi ketika nemu sesuatu yang unik aku kombinasikan dengan resep yang sudah aku buat sebelumnya.
Resep yang aku buat juga enggak sembarangan. Pada saat mempresentasikan resep sendiri, aku coba dulu di rumah. Bahkan satu resep saja bisa coba satu sampai empat kali minimal, bahkan sampai 10 kali.

Intinya aku mau ngasih satu resep yang memang dibilang enak.

Nicky Tirta
Nicky Tirta Foto: Instagram @nickytirta
Makanan enak menurut Nicky Tirta itu harus kayak gimana?
ADVERTISEMENT
Enak itu, kan, relatif ya. Sama aja kayak kita pilih pasangan, cantik juga relatif. Misalnya mereka bilang cantik, menurut aku enggak. Nah, begitupun dengan selera makanan. Cuma yang jelas, makanan enak itu bisa dinikmati.
Bagi aku, makanan yang enak itu bisa bikin aku sampai mikir, kayak "ini gimana cara bikinnya", "ini dibuat dari apa saja", hingga "ini rasa apa ketemu apa ya".

Intinya makanan enak itu enggak cuma lewat di lidah doang, tapi sampai terngiang di pikiran.

Bagaimana pandangan Nicky Tirta soal geliat kuliner, khususnya perkembangan koki di Indonesia saat ini?
Seru, sih, ngeliat koki-koki sekarang. Soalnya, kan, bukan harus orang-orang yang menempuh pendidikan panjang untuk jadi seorang koki.
ADVERTISEMENT
Bagi aku sendiri, aku lebih suka dipanggil home chef, soalnya kita enggak terbatas untuk belajar. Aku juga pernah belajar dari mbakku (asisten rumah tangga) di rumah, karena dia pintar banget masak.
Bagi aku, belajar itu enggak terbatas sama siapapun dan kapanpun.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan