Bawa Kue Saat Rayakan Ulang Tahun di Kafe, Laki-Laki Didenda Rp 188 Ribu
·waktu baca 2 menit

Banyak dari kita yang suka merayakan acara ultah alias ulang tahun dengan makan-makan di restoran atau kafe bersama orang tersayang. Mungkin sebagian dari kamu masih suka merayakan ulang tahun dengan memotong kue dan nyanyi beramai-ramai, agar terasa lebih spesial.
Hal ini tentu taka akan jadi masalah bila kamu merayakannya di rumah. Sebab, seorang laki-laki baru-baru ini pergi untuk makan siang dalam rangka merayakan acara ulang tahunnya dengan 11 orang lain. Nahasnya, para staf di kafe yang dia kunjungi malah meminta biaya denda lantaran membawa kue ulang tahun.
Mengutip Mirror, laki-laki bernama Ivor Baddiel asal London Utara tersebut diminta membayar denda sebesar 10 pounds (Rp 188 ribu) per kepala. Berita ini pun menghebohkan Twitter pada Minggu (3/4) kemarin.
Laki-laki berusia 59 tahun itu memposting, "Aku bertanya kepada restoran yang akan aku kunjungi untuk makan siang ulang tahun hari ini, apakah kami bisa membawa kue untuk dibawa saat selesai makan, mereka bilang ya, tapi mereka akan menagih kami kue seharga £ 10 per kepala.”
Namun, Baddiel tidak ingin menyebutkan nama restoran yang dimaksud dalam Twitternya itu. Baddiel juga mengatakan bahwa ia dan teman-temannya memutuskan untuk tidak membawa kue itu pada akhirnya.
Akhirnya dalam pesta itu mereka hanya menikmati set menu untuk makan siang, termasuk makanan penutup, jadi mereka sudah membayar untuk dessert juga. Uniknya, tweet tersebut viral dan mendapat 26.000 likes, dan di mana beberapa pengguna Twitter menganggap hal itu keterlaluan. Sementara yang lain ada juga yang menganggap bahwa hal itu wajar saja.
Adapun salah satu pengguna menulis: "Malu pada restoran mana pun yang memungut biaya kue!". Sementara yang lain berkomentar: "Maaf, tapi sangatlah buruk. Aku bekerja di pemasaran untuk grup hotel dan kami ingin mendorong kelompok pengunjung untuk suatu perayaan. Biarkan mereka membawa kue mereka. Tingkatkan penjualan kopi dan minuman, dan bahkan jika mereka tidak melakukannya, biarkan mereka senang. Itulah yang dimaksud dengan keramahan."
Penulis: Ade Naura Intania
