Kumparan Logo

Biar Tetap Bahagia, Ini 5 Makanan Sehat yang Bisa Usir Bad Mood

kumparanFOODverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
pisang ptr Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
pisang ptr Foto: Shutterstock

Saat sedang bad mood, biasanya yang terlintas pertama kali di pikiran adalah makan makanan manis dan berlemak. Sayangnya, jenis makanan tersebut memiliki kalori yang tinggi, dan bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan.

Niat mau memperbaiki suasana hati, masa iya kesehatan malah jadi korbannya? Tenang saja, ada beberapa makanan sehat yang punya efek serupa. Hati senang, nutrisi tubuh pun tercukupi.

Kira-kira, makanan sehat apa saja yang bisa meningkatkan mood? Berikut telah kumparan rangkum ulasan selengkapnya:

1. Ikan salmon

Ilustrasi ikan salmon. Foto: Shutter Stock

Salah satu nutrisi yang penting bagi kesehatan mental dan tak bisa diproduksi tubuh adalah asam lemak omega-3. Nah, untungnya, omega-3 bisa didapatkan dari konsumsi ikan salmon dan tuna.

Sebuah penelitian berjudul Supplementation with Omega-3 Fatty Acids in Psychiatric Disorders: A Review of Literature Data menunjukkan, asupan omega-3 dari ikan salmon bisa menurunkan tingkat depresi. Omega-3 juga berkontribusi pada fluiditas membran sel otak dan memainkan peran kunci dalam perkembangan otak.

2. Makanan fermentasi

Kimchi, sayuran khas Korea Selatan. Foto: Thinkstock

Makanan fermentasi seperti kimchi, yoghurt, kefir, hingga kombucha rupanya tak hanya menyehatkan pencernaan saja, tapi juga bisa meningkatkan mood, lho. Kandungan probiotik dalam makanan fermentasi akan mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam pencernaan, dan bisa meningkatkan kadar serotonin, hormon pencipta rasa bahagia.

Sebagai tambahan, penelitian berjudul Serotonin, tryptophan metabolism and the brain-gut-microbiome axis juga menunjukkan, mikrobioma pada pencernaan juga berperan penting pada kesehatan otak.

3. Buah pisang

Pisang Foto: Thinkstock

Saat mood sedang tak stabil, cobalah konsumsi buah pisang. Buah tersebut kaya akan vitamin B6, yang bisa membantu mensintesis neurotransmitter peningkat mood, seperti dopamin dan serotonin.

Satu buah pisang mengandung 16 gram gula dan 3,5 gram fiber. Nah, saat dipadukan dengan serat, gula akan dilepaskan perlahan menuju aliran darah, membuat kadar gula darah tetap stabil dan mood jadi lebih terkendali.

Bahkan, pisang juga kaya akan prebiotik, sejenis serat yang menjadi asupan dari bakteri baik dalam pencernaan. Mikrobioma pencernaan yang kuat akan mengurangi risiko timbulnya bad mood.

4. Kopi

Ilustrasi kopi hitam. Foto: Toshiko/kumparan

Ada yang punya prinsip 'don't talk to me after I finish my coffee'? Istilah ini ternyata ada benarnya; kopi bisa membuat mood kita jadi lebih baik.

Sebab, kafein dalam kopi bisa mencegah munculnya komponen adenosin yang menimbulkan rasa lelah. Tak hanya itu, studi berjudul The Acute Effects of Caffeinated Black Coffee on Cognition and Mood in Healthy Young and Older Adults bisa meningkatkan pelepasan neurotransmitter peningkat mood, seperti dopamin dan norepinephrine.

Dalam studi tersebut, juga ditemukan kalau kandungan kafein pada kopi lebih efektif dalam meningkatkan mood, dibandingkan dengan minuman placebo.

5. Kacang-kacangan dan biji-bijian

Kacang-kacangan Foto: Thinkstock

Kacang-kacangan dan biji-bijian kaya akan protein nabati, lemak sehat, dan serat yang tinggi. Sebagai tambahan, kacang-kacangan juga mengandung tryptophan, asam amino yang berperan dalam meningkatkan serotonin.

Lebih lanjut, kacang-kacangan dan biji-bijian adalah elemen utama pada pola makan Mediterania yang dapat mendukung kesehatan otak. Sebuah studi yng dipublikasikan dalam jurnal European Journal of Nutrition pada tahun 2019 menunjukkan, sebanyak 15.980 orang yang rutin mengonsumsi kacang memiliki risiko depresi 23 persen lebih rendah.

embed from external kumparan