Catat! Ini Kesalahan Saat Memasak Steak di Rumah Menurut Para Chef

Steak bukan hanya sekadar juicy, gurih, dan empuk dagingnya. Walau kini bumbu dari steak instan bisa didapatkan dengan mudah, tapi untuk mendapatkan rasa dan tekstur yang sempurna itu tidak semua orang bisa memasaknya.
Mengutip Independent, memasak steak dengan bumbu dan dibakar ala kadarnya memang tidak sulit. Tapi tetap saja, esensi dan estetika dari steak itu sendiri ketika seseorang dapat memasaknya dengan teknik yang benar.
German Rizzon, juru masak dan pemilik restoran Plado Tasting Bar yang berlokasi di kota New York, berbagi tips untuk memasak steak yang benar dan rasa yang lezat. Ia mengungkapkan tidak banyak bumbu yang harus digunakan, cukup garam dan merica secukupnya.
“Daging harus disiapkan di atas panggangan yang panas, lalu taburkan garam dan merica secukupnya secara merata. Kedua bumbu ini sudah sangat cukup untuk membuat steak dengan kualitas yang baik,” tuturnya.
Biasanya daging steak yang tebal membutuhkan waktu lama, apabila hanya dipanggang di atas pemanggangan atau teflon. Tapi, Rizzo menyarankan khusus untuk daging berukuran tebal, sebaiknya dipanggang terlebih dahulu kemudian masukkan ke oven.
Kerap orang-orang tidak memasukkannya ke oven, dan hanya bergantung pada panggangan atau teflon yang panas saja; padahal oven membantu daging tersebut matang sampai ke bagian inti daging.
Tak hanya itu, kesalahan terbesar saat memanggang steak juga berasal dari wajan atau teflon yang dipakai. Menurut Clayton Rollison, juru masak di restoran Luck Rooster Kitchen mengatakan kalau tidak baik jika steak dimasak dengan wajan besi yang panas, maka ini berpotensi membuat daging gosong atau terlalu matang.
Sedangkan, rasa steak yang sempurna harus disajikan dalam tingkat kematangan medium rare. Selain teksturnya renyah di luar juga lembut di dalam, serat daging pun mampu menambah rasa gurih alami.
Kesalahan lainnya datang saat ingin menyajikan steak, yakni banyak orang tidak memperhatikan durasi masaknya. Nickolas Martinez, chef eksekutif di Intersect by Lexus, menyarankan bahwa proses awal masak steak umumnya hanya membutuhkan waktu 10 menit; yaitu 4 menit untuk memanggang tiap sisi, lalu diamkan di suhu ruang (resting) selama kurang lebih 5 menit.
Setelah didiamkan, masukkan kembali ke wajan lalu marinasi dengan butter yang sudah dicairkan agar rasanya semakin creamy juga lembut. Apabila hasil akhir yang diinginkan adalah medium rare, maka tiap sisi daging bisa dimasak di suhu api yang sedang selama tiga menit.
Seorang juru masak di Freight House, Sara Bradley ikut memberikan tips memasak seputar kualitas dan kondisi daging yang baik untuk dimasak. Menurutnya, lebih baik kalau daging baru saja dikeluarkan dari lemari es dengan kondisinya yang dingin dan sedikit beku.
“Koki rumahan biasanya menunggu daging mencair atau mencapai suhu ruangan terlebih dahulu. Tapi, saya lebih menyukai ketika daging itu beku dan dimasak dalam api yang cukup tinggi, kemudian masukkan ke dalam oven agar matang sampai ke dalam,” ungkapnya.
Terakhir, ketika daging sudah matang secara sempurna, kebanyakan orang terlalu tergesa-gesa untuk segera mencicipinya. Berdasarkan beberapa tips dari juru masak yang andal, lebih baik steak jangan langsung dipotong. Melainkan diamkan dulu selama 10-45 menit sebelum akhirnya steak siap disantap.
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya
