Chef Juna dan Chef Arcad Suguhkan Perpaduan Kuliner Indonesia Timur-Barat
·waktu baca 3 menit

Restoran Antarasa, yang dikenal menyajikan masakan Indonesia dengan sentuhan modern, kembali menghadirkan rangkaian menu terbaru. Kali ini, mereka mencoba memadukan cita rasa kuliner dari Indonesia Barat dan Timur melalui kolaborasi dua chef ternama, Chef Juna Rorimpandey dan Chef Arcad Fadillah.
Kehadiran chef Arcad tak hanya menandai lahirnya menu baru, tetapi juga era baru Antarasa, di mana ia resmi bergabung sebagai co-owner sekaligus membawa pengalaman panjangnya dari dapur hotel bintang lima seperti The Fairmont, Westin, hingga Park Hyatt.
Menurut chef Juna, adanya kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama, melainkan wujud komitmen menjaga sekaligus mengembangkan kuliner Indonesia.
“Evolusi sejati di dapur terjadi saat kita berani menghormati akar sambil melampaui batas. Menyerahkan tongkat estafet kepada Arcad bukan sekadar keputusan, ini adalah komitmen terhadap keunggulan. Saya percaya dia akan melanjutkan visi yang kami bangun di Antarasa. Bersama, kami tidak hanya menjaga kuliner Indonesia, kami membentuk masa depannya,” kata pria yang juga juri di acara MasterChef saat acara Media Gathering yang digelar Antarasa Tribeca Central Park Mall, Selasa (19/8).
Sementara itu, Chef Arcad menyampaikan rasa bangganya lantaran bisa mengambil peran penting di Antarasa. Menurut dia, kemitraan ini berlandaskan visi dan nilai bersama.
"Dengan menu baru dan arah yang jelas, kami siap membawa Antarasa lebih jauh, menyajikan pengalaman yang sepenuhnya Indonesia, namun cukup berani untuk menembus batas baru,” kata dia.
Arcad mencoba menghadirkan kekayaan rasa khas Indonesia Barat lewat Ikan Bakar Kunyit Asap. Untuk menu ini, ia sengaja menggunakan ikan lokal king cobia yang sering disebut “black salmon Indonesia”.
kumparanFOOD juga berkesempatan mencicipi menu kolaborasi tersebut. Sejak suapan pertama, perpaduan bumbu terasa begitu kaya dan teksturnya ikannya lembut sehingga langsung lumer di mulut, meninggalkan sensasi gurih sekaligus fresh.
Sementara, Chef Juna menghadirkan menu Rahang Tuna Dabu-dabu sebagai representasi kuliner dari Timur Indonesia. Bagian rahang tuna yang besar dipanggang hingga menghasilkan tekstur juicy dan kaya rasa. Disajikan dengan sambal dabu-dabu dan perasan jeruk nipis, hidangan ini memberi pengalaman rasa yang segar dan berbeda.
Saat mencungkil dagingnya, lelehan minyak alami mengalir keluar, memperlihatkan kesegaran daging yang lembut namun tetap memiliki sedikit kekenyalan di setiap gigitan.
Selain menu baru, kami juga mencicipi hidangan andalan lainnya, seperti Iga Bakar Maranggi. Ini adalah iga sapi yang dipanggang perlahan hingga empuk sempurna, dimarinasi dengan bumbu khas, lalu disajikan bersama sambal kecap manis dan lalapan segar.
Semua hidangan ini makin nikmat saat dipadukan dengan Nasi Daun Jeruk Nusantara, yakni nasi kelapa harum dengan aroma daun jeruk purut yang disajikan bersama berbagai pelengkap lainnya, seperti pucuk labu tumis dan juga cuciwis.
Sebagai penutup, kamu juga mencicipi Tape Cheesecake, kombinasi tape singkong, mascarpone, coconut crumble, dan palm sugar glaze yang manis, creamy, dan lembut. Selain itu, ada juga Pisang Ijo Tart dengan sponge pandan dan coconut mousse, serta psang Susu, olahan pisang ijo dengan tampilan lebih modern.
Melalui kolaborasi ini, Chef Juna dan Chef Arcad sepakat membawa misi menjadikan kuliner Indonesia tetap “comfort” tapi siap dikenal di kancah internasional. Perpaduan menu dari Barat hingga Timur diharapkan mampu mencerminkan kekayaan rasa Nusantara sekaligus menarik generasi baru untuk mencintai masakan lokal.
