Diet Sehat Selama Puasa Bisa Cegah Inflamasi pada Tubuh

Diet sehat bukan hanya bermanfaat untuk menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga sistem imun tubuh. Saat puasa Ramadhan kamu juga sangat disarankan untuk menerapkan pola makan tersebut. Sebab, cara dan pemilihan makanan yang tepat dapat melindungi tubuh dari segala kerusakan; termasuk inflamasi (peradangan).
Mungkin banyak yang tak tahu, bahwa inflamasi adalah proses respons alami tubuh untuk melindungi diri dari bahaya. Dilansir health.harvard.edu, inflamasi ada dua jenis yakni akut dan kronis. Pada kasus akut, inflamasi dibutuhkan sebagai proses pencegahan infeksi, cidera fisik, atau reaksi alergi. Namun, bila inflamasi berkepanjangan (kronis) bisa merusak dan membuat penyakit semakin parah.
Terutama, di tengah pandemi seperti sekarang ini kita sangat perlu mencegah terjadinya inflamasi kronis dalam tubuh. Sebab, inflamasi yang berkepanjangan bisa berarti sistem imun kita menurun, saat itu pula virus corona bisa menyerang tubuh.
"Ketika kita terinfeksi, termasuk COVID, yang jadi masalah bukan hanya keganasan COVID-nya tetapi reaksi badan terhadap infeksi tersebut (inflamasi). Nah, puasa diklaim dapat mengurangi terjadinya hal tersebut yang kita sebut dengan badai sitokin penyebab kematian akibat terinfeksi virus corona," ungkap dr. Ceva Wicaksono Pitoyo, SpPD, K-P FINASIM, KIC saat mengisi acara live seminar yang diadakan PAPDI Forum Webinar pada Kamis (23/4).
Lebih lanjut dr. Ceva menjelaskan, badai sitokin merupakan reaksi sistem imun yang seharusnya membantu melawan virus tetapi malah ikut menyerang balik tubuh. Dengan kata lain, badai sitokin merupakan salah satu jenis inflamasi kronis yang berbahaya saat reaksinya berlebihan terhadap serangan virus corona.
Di sisi lain inflamasi kronis tersebut dapat dicegah dengan menerapkan diet sehat. Menurut Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM, kalau kita puasa dan #dirumahaja tubuh cenderung terlindung dari infeksi, virus, dan penyakit lainnya. Hal tersebut sangat baik sehingga inflamasi pun bisa diturunkan.
Diet sehat yang dimaksud adalah dengan menghindari makanan berlemak dan berminyak. Serta memperbanyak asupan bernutrisi alami tinggi seperti buah dan sayur.
Pemilihan jenis sumber karbohidrat kompleks; seperti makanan yang mengandung gandum juga baik dikonsumsi saat puasa. Gandum memiliki kandungan serat tinggi sehingga membuat kita merasa kenyang lebih lama. Contoh karbohidrat kompleks lainnya ada ubi, pisang, brokoli, labu, bayam, buah beri, dan masih banyak lagi.
Selain menerapkan diet sehat, kita juga dianjurkan buat berolahraga usai berbuka puasa agar sistem imun semakin meningkat. Dengan begitu diharapkan badan tetap sehat sehingga puasa pun berjalan lancar.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
