Kumparan Logo

Ekspansi Bisnis Pisang Goreng Madu Bu Nanik: Enggak Perlu Buka Cabang

kumparanFOODverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pisang Goreng Madu Bu Nanik Foto: Gina Yustika Dimara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pisang Goreng Madu Bu Nanik Foto: Gina Yustika Dimara/kumparan

Nama Pisang Goreng Madu Bu Nanik tentu sudah tak asing lagi bagi mereka yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Bisa dibilang, pisang goreng buatan Nanik Soelistiowati ini telah jadi jajanan favorit di Jabodetabek.

Buktinya, pada tahun 2017 silam, usaha Pisang Goreng Madu Bu Nanik mendapat predikat sebagai merchant Go-Food terlaris.

Tampilan pisang gorengnya memang tak biasa. Warnanya cenderung gelap, mirip seperti pisang gosong. Hal ini karena, adanya campuran madu dalam adonan pisang goreng, yang terkaramelisasi ketika digoreng.

Pisang Goreng Madu Bu Nanik Foto: Mela Nurhidayati/kumparan

Adanya tambahan madu juga membuat cita rasa mereka begitu khas; manis, serta legit.

Cita rasa inilah yang jadi ciri khas dari Pisang Goreng Madu Bu Nanik, dan tak bisa ditemukan di pisang goreng lainnya. Maka tak heran, bila permintaan konsumen luar kota untuk bisa membeli pisang goreng buatan Nanik semakin tinggi.

Hingga akhirnya, pada bulan Oktober 2019 lalu, Nanik berani untuk melakukan ekspansi bisnis makanan miliknya ke luar Jabodetabek. Namun, ekspansi tersebut ia lakukan tanpa membuka toko cabang baru.

Pisang Goreng Madu Bu Nanik Foto: Dok. Paxels

Lalu, bagaimana caranya?

Ekspansi bisnis makanan Pisang Goreng Madu Bu Nanik, dilakukan dengan cara memanfaatkan jasa ekspedisi yang bisa mengirimkan barang dalam waktu sehari.

"Kelamaan kalau buka cabang, sehingga pakai jasa ekspedisi yang bisa kirim sehari. Karena outlet juga masih satu, jadi produksi terbatas," ungkap Nanik, founder Pisang Goreng Madu Bu Nanik dalam acara coffee talks #NgobrolUKM yang diselenggarakan oleh startup logistik Paxel di CoHive 101, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/11).

Founder Pisang Goreng Madu Bu Nanik Foto: Dok. Paxels

Selain itu, kualitas dan rasa pisang goreng yang tetap terjaga juga menjadi salah satu pertimbangan untuk menggunakan jasa ekspedisi. Apalagi, jenis makanan yang mereka produksi memang tidak tahan lama, dan proses penangannya tidak mudah. Belum lagi, dengan bahan bakunya yang berupa pisang matang yang tak bisa asal dimasak.

"Kalau buka cabang dan ternyata enggak bisa di-handle malah kualitasnya menurun," imbuhnya.

Produksi pisang meningkat sampai 33 persen

Laporan Buy and Send Insights yang dilakukan oleh Paxel dan Media Buffet selama bulan Januari-Juni 2019 menunjukkan, hampir seluruh responden --sekitar 97 persen-- mengalami peningkatan volume pengiriman setelah menggunakan jasa same day delivery pada bisnis mereka.

Hal ini juga dialami oleh Pisang Goreng Madu Bu Nanik. Setelah melakukan ekspansi melalui kerja sama dengan salah satu startup berbasis teknologi pelopor same day delivery antar kota, penjualan mereka meningkat cukup signifikan, sebesar 33 persen.

Nanik Soelistiowati, founder Pisang Goreng Madu Bu Nanik Foto: Safira Maharani/ kumparan

Sebelumnya, mereka mengirimkan tiga ton pisang mentah per harinya untuk area Jabodetabek saja, kini jumlahnya meningkat hingga empat ton per hari. Area penjualannya pun meluas; mencakup 12 kota di Jawa-Bali.

"Setelah pakai jasa pengiriman same day antar kota, bisa sampai 30-40 persen naiknya omzet," jelas Michelle K Molloy, COO CV. Bu Nanik Group dalam kesempatan yang sama.

Pisang Goreng Madu Bu Nanik Foto: Safira Maharani/ kumparan
Pisang Goreng Madu Bu Nanik Foto: Safira Maharani/ kumparan

Penggemar pisang goreng madu buatan Bu Nanik dari berbagai kota, sekarang bisa membelinya dengan cara pre-order lewat aplikasi Paxel. Pre-order dibuka tiap hari Selasa-Rabu untuk pengiriman di hari Sabtu, dan hari Kamis-Jumat untuk pengiriman di hari Minggu.

Satu paket berisi 10 buah pisang goreng madu, dibanderol seharga Rp 78 ribu, dan gratis ongkos kirim ke seluruh jangkauan Paxel dengan kode promo PAXEL4BUNANIK. Tertarik?

embed from external kumparan