Enggak Selalu Bikin Gemuk, 7 Fakta Seputar Makanan Sumber Karbohidrat

Makanan yang menjadi sumber karbohidrat memang beragam. Terbagi menjadi karbohidrat baik dan buruk. Sayangnya reputasi makanan karbohidrat di mata banyak orang selalu dinilai buruk; terutama bisa bikin berat badan meningkat. Enggak heran kalau makanan karbohidrat dihindari oleh mereka yang menjalankan program diet.
Padahal, menurut Harvard School of Public Health, makanan tinggi karbohidrat sangat penting untuk program diet sehat. Karbohidrat menyediakan glukosa bagi tubuh, yang diubah menjadi energi untuk digunakan dalam mendukung fungsi tubuh dan aktivitas fisik.
Memang tidak semua jenis karbohidrat baik untuk diet sehat. Maka itu, berikut kumparan rangkumkan fakta seputar karbohidrat yang perlu kamu ketahui. Enggak melulu buruk dan bikin gemuk, kok.
1. Terbagi menjadi dua kategori
Makanan yang menjadi sumber karbohidrat ada yang dinyatakan sehat dan tidak. Misalnya, biji-bijian utuh, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan minim proses merupakan sumber karbohidrat sehat. Ini karena di dalamnya terkandung vitamin, mineral, serat, dan sejumlah fitonutrien penting.
Sedangkan karbohidrat tidak sehat terdiri dari roti putih, kue kering, soda, dan makanan olahan lainnya. Sumber makanan ini yang dapat meningkatkan berat badan, diabetes, hingga risiko penyakit jantung.
2. Berfungsi sebagai bahan bakar
Dikutip dari Live Science, karbohidrat berfungsi untuk menyediakan bahan bakar di sistem saraf dan otot. Selain itu, karbohidrat juga penting untuk fungsi otak yang menjaga suasana hati, memori, dan kegunaan lainnya agar bekerja secara stabil.
3. Karbohidrat sederhana vs kompleks
Selain jenis karbohidrat sehat dan tidak, ada juga yang disebut sederhana serta kompleks. Bedanya, karbohidrat sederhana hanya mengandung satu atau dua gula, seperti fruktosa (ditemukan dalam buah-buahan) dan galaktosa (ditemukan dalam produk susu).
Sementara karbohidrat kompleks (polisakarida), memiliki tiga atau lebih gula. Mereka sering disebut sebagai makanan bertepung dan termasuk kacang-kacangan, kacang polong, lentil, kacang tanah, kentang, jagung, roti gandum dan sereal.
Kedua jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Misalnya, karbohidrat sederhana menjadi sumber baik bila tubuhmu membutuhkan asupan energi cepat karena tinggi gula. Sayangnya, mengonsumsi karbohidrat sederhana dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Begitu pun sebaliknya, fungsi karbohidrat kompleks yang dinilai lebih sehat, namun lamban dalam menyediakan energi.
4. Karbohidrat juga bisa menurunkan berat badan
Banyak orang menghindari karbohidrat karena takut gemuk, padahal hal tersebut belum tentu benar. Sebab, sumber karbohidrat seperti biji-bijian, gandum, kacang-kacangan, dan beberapa jenis sayuran juga kaya serat yang justru membantu menurunkan berat badan.
Manfaat makanan tinggi serat dalam menurunkan berat badan, bahkan sudah diteliti dalam sebuah studi yang diterbitkan Journal of Nutrition pada tahun 2009.
5. Bikin panjang umur
Sebuah penelitian yang melibatkan masyarakat di zona biru dunia --seperti Okinawa dan Sardinia-- cenderung memiliki harapan hidup lebih lama karena menerapkan pola makan tinggi karbohidrat. Jelas, sumber karbohidratnya yang tergolong sehat dan kompleks.
6. Kamu tidak bisa benar-benar menghindari karbohidrat
Buat kamu yang sudah susah-payah menghindari makanan berkarbohirat, usahamu bisa dibilang sia-sia saja. Soalnya, dalam satu batang seledri saja mengandung setidaknya dua gram karbohidrat; dan segelas susu 200 mililiter mengandung 10 gram karbohidrat.
7. Kekurangan karbohidrat bisa menimbulkan gangguan pencernaan hingga ginjal
Menurut Univeristy of Cincinnati, jika tubuh kekurangan asupan karbohidrat maka bisa menyebabkan simpanan protein menjadi bahan bakar. Hal ini sebaiknya jangan sampai terjadi, sebab protein dibutuhkan oleh otot. Bila terpakai akan menyebabkan tekanan pada ginjal yang akibatnya membuat proses buang air kecil menjadi terasa sakit.
Tak hanya itu, orang yang kekurangan karbohidrat juga bisa mengalami gangguan pencernaan akibat kurangnya asupan serat.
