Hadapi Dampak Virus Corona terhadap Bisnisnya, Boga Group Luncurkan Boga Kitchen

Bisnis kuliner memang menjadi salah satu sektor yang merasakan dampak virus corona cukup hebat. Ini terlihat dari banyaknya bisnis makanan yang terpaksa tutup hingga harus merumahkan karyawannya.
Termasuk juga Boga Group. Perusahaan penyedia jasa layanan makanan dan minuman yang berdiri pada tahun 2002 ini mengambil langkah untuk menutup sementara semua outlet restorannya pada 26 Maret 2020, dan memberlakukan work from home untuk sebagian karyawan.
Meskipun tengah tertimpa dampak virus corona, Boga Group tak lantas pasrah begitu saja. Perusahaan F&B ini kembali menghadirkan program Boga Kitchen yang sudah ada sejak awal Januari lalu.
Menurut Ellen Widodo General Manager Marketing Boga Group mengatakan, bahwa Boga Kitchen menjadi salah satu upaya untuk tetap menghidupkan bisnis dine-in yang terpaksa tutup sementara tersebut.
"Sebetulnya salah satu upaya kami menghadapi dampak virus corona ini dengan menghadirkan Boga Kitchen. Kami menyediakan produk ready to eat and cook yang bisa distok layaknya frozen food. Dengan #bogadirumah, jadi costumer bisa ready to eat atau cook semua bisa dilakukan di rumah," jelasnya saat kumparan hubungi via telepon, Senin (20/4).
Dilanjutkan perempuan 39 tahun itu, Boga Kitchen menjadi model bisnis subtitusi yang diharapkan bisa menggantikan sekaligus merepresentasikan bisnis dine-in Boga Group.
Melalui Boga Kitchen, costumer diajak untuk #mendadakchef. Ada 9 restoran yang berpartisipasi dalam Boga Kitchen ini; seperti Bakerzin, Pepper Lunch, Putu Made, Onokabe, Shaburi, Kintan Buffet, Paradise Dynasty, 10Ten Dimsum, serta Sushi & Bento Yay!
Pemesanan makanan nantinya bisa melalui WhatsApp, GrabFood, GoFood, Tokopedia, dan Shopee. Dengan harga menu makanan berkisar Rp 20-155 ribu tergantung paket makanan yang dipilih. Untuk menunya juga bisa dilihat ketika pelanggan memesan melalui platform tersebut.
Boga Kitchen juga memberlakukan contactless delivery dengan beberapa SOP yang harus dipatuhi baik dari kurir perusahaan, maupun driver Grab dan Gojek.
Prosesnya dimulai dari pelanggan memilih menu fix yang akan dipesan, kemudian disiapkan oleh picker di masing-masing kitchen. Selanjutnya makanan akan dibungkus kantung plastik dan direkatkan dengan cable ties guna meminimalisir kotoran masuk selama pengiriman.
Tak lupa, driver yang mengantarkan makanan diminta untuk cek suhu, menggunakan hand sanitizer, dan sarung tangan. Sesampainya di lokasi, driver hanya diperbolehkan meletakan makanan di pintu agar tak terjadi kontak langsung dengan pelanggan. Arahan atau SOP tersebut berlaku untuk semua driver yang akan melakukan pengiriman makanan.
Jarak pengiriman makanan maksimal 10 kilometer dengan biaya Rp 10 ribu. Namun pengantaran dengan jarak 5 kilometer dan melakukan transaksi Rp 100 ribu, maka dibebaskan biaya pengiriman. Boga Kitchen juga melayani sistem pembelian take away dari pelanggan.
Beberapa restoran Boga Group di mal yang masih buka juga akan menjadi central kitchen. Restoran yang beroperasi untuk Boga Kitchen tersebut tersebar di Jabodetabek dan Medan.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
