Kumparan Logo

Hobi Konsumsi Minuman Soda Bikin Otak Jadi Lemot? Ini Hasil Penelitian Terbaru

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi minuman soda Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi minuman soda Foto: Shutter Stock

Kepopuleran minuman soda mungkin sudah tidak diragukan lagi. Minuman ini memang terkenal dengan rasa yang menyegarkan. Namun, banyak juga penelitian yang mengungkapkan bahwa minuman ini tidak baik untuk kesehatan. Bahkan hasil penelitian terbaru mengatakan bahwa soda dapat berdampak bagi kemampuan otak.

Soda sering sekali dipasangkan dengan berbagai makanan cepat saji, seperti ayam goreng, pizza, burger, dan lainnya. Kehadiran minuman ini pastinya menambah kesegaran saat bersantap maupun berbagai momen seru lainnya.

Di balik kesegaran yang ditawarkan minuman ini, bukan rahasia lagi bahwa soda memiliki berbagai dampak yang buruk bagi kesehatan. Sebut saja, minuman soda berdampak langsung pada penambahan berat badan, gula darah, dan masih banyak lagi. Bahkan studi terbaru mengungkapkan pengaruh buruk soda bagi kesehatan otak.

Ilustrasi otak manusia. Foto: Shutterstock

Mengutip Food NDTV, soda memberikan efek samping bagi otak sehingga kinerjanya menjadi lebih melambat alias lemot. Studi dari Experimental Gerontology Journal pada September 2022 mengungkapkan bahwa minuman berbasis soda dapat menyebabkan gangguan memori pada usia yang berbeda-beda.

Experimental Gerontology Journal merupakan jurnal medis yang melakukan peninjauan bulanan terhadap temuan-temuan ilmiah mencakup biogerontologi. Dengan temuan fokus utama pada studi penyelidikan sistem, studi populasi secara keseluruhan (epidemiologi), konsekuensi perilaku, dan aspek dasar penyakit terkait usia.

Jurnal akademis ini telah ada sejak tahun 1964 dan diterbitkan oleh Elsevier, yang dipimpin oleh kepala redaksi Christiaan Leeuwenburgh dari University of Florida College of Medicine. Menurut Journal Citation Reports, pada 2022 temuan-temuan ilmiah Experimental Gerontology memiliki faktor dampak sebesar 4.253.

Pada temuan Experimental Gerontology kali ini dilakukan kepada sekelompok tikus. Kelompok ini dibagi menjadi dua, yaitu tikus yang diberi air; dan tikus yang diberi campuran soda serta air. Hasilnya adalah, tikus yang meminum soda memiliki fungsi memori yang lebih buruk daripada kelompok lainnya.

Ilustrasi minum soda sambil bekerja Foto: Shutter Stock

Selain itu, sekelompok tikus yang diberikan soda juga mengalami stres oksidatif. Buat kamu yang belum tahu, stres oksidatif terjadi akibat ketidakseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas dalam tubuh. Jika racun tersebut tidak keluar maka akan menyebabkan stres oksidatif yang berdampak pada beberapa masalah kesehatan lainnya.

Sehingga studi tersebut menyimpulkan, “konsumsi soft drink jangka panjang menyebabkan gangguan memori dan stres oksidatif. Orang yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap perubahan perilaku penikmat soft drink. Namun, soft drink juga menyebabkan perubahan dalam sistem oksidatif pada semua usia.”

Lantas, adakah manfaat konsumsi minuman soda?

Ilustrasi minuman soda Foto: Shutter Stock

Meski semakin banyak efek samping yang ditimbulkan dari mengonsumsi minuman soda. Sejatinya tak ada benar-benar bisa melarang kamu untuk mengonsumsi minuman menyegarkan ini. Asal, kamu tahu batasan.

Healthline melansir, minuman soda tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan gigi, dan tampaknya tidak berpengaruh pada kesehatan tulang.

Menariknya, minuman berkarbonasi ini bahkan dapat meningkatkan fungsi pencernaan. Seperti salah satu manfaatnya, menurut studi Journal of Korean Academy of Nursing tahun 2011, mengungkapkan selama dua minggu, 40 orang tua yang sedang mengalami stroke dan sembelit, frekuensi buang air besarnya menurun hingga 58 persen.

Tak hanya itu, studi Journal of Applied Physiology tahun 2016 menemukan pada orang dewasa, muda, dan tua dengan kondisi sehat mengalami peningkatan nafsu makan. Ini karena, pada minuman soda dingin mampu merangsang saraf yang bertanggung jawab dalam manfaat ini.

Penulis: Monika Febriana