Kumparan Logo

Janji Jiwa Gandeng Chef Ray Janson, Hadirkan Toast dengan Sentuhan Jepang

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Janji Jiwa menggelar konferensi pers "A Twist of Japan Media Gathering" di Janji Jiwa Pejaten, Rabu (23/9/2026). Foto: Ela Nurlaela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Janji Jiwa menggelar konferensi pers "A Twist of Japan Media Gathering" di Janji Jiwa Pejaten, Rabu (23/9/2026). Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Kalau ngomongin kuliner Jepang, yang langsung terlintas biasanya sushi atau ramen, bukan? Padahal, ada juga sando alias Japanese sandwich yang dibuat dengan roti lembut dan beragam isian.

Eksplorasi cita rasa Jepang seperti ini juga yang coba dibawa Janji Jiwa lewat kolaborasinya bersama chef sekaligus restaurateur Ray Janson. Melalui kampanye “A Twist of Japan”, keduanya mencoba menghadirkan cita rasa Jepang dalam bentuk yang lebih familiar, yaitu toast.

Pilihan untuk membawa cita rasa Jepang ke dalam menu yang lebih familiar ini bukan tanpa alasan. Sebab, saat ini makanan Jepang sendiri memang semakin dekat dengan selera masyarakat Indonesia.

Janji Jiwa menggelar konferensi pers "A Twist of Japan Media Gathering" di Janji Jiwa Pejaten, Rabu (23/9/2026). Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Makin dekatnya makanan Jepang dengan keseharian masyarakat Indonesia pun membuka ruang untuk eksplorasi yang lebih luas. Cita rasa Jepang nggak harus selalu hadir dalam hidangan yang konvensional, tetapi bisa diterjemahkan ke dalam makanan yang lebih sederhana dan mudah dinikmati.

Pendekatan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Janji Jiwa menggandeng Ray dalam kolaborasi kali ini. Menurut CEO JIWA Group, Billy Kurniawan, Janji Jiwa ingin terus mengeksplorasi hal baru tanpa meninggalkan karakter yang sudah dikenal konsumennya.

“Kolaborasi dengan Chef Ray Janson menjadi salah satu cara kami untuk terus mengeksplorasi hal-hal baru dan menghadirkan pengalaman yang relevan bagi Teman Sejiwa,” ujar Billy dalam konferensi pers di Janji Jiwa Culture-Pejaten beberapa hari lalu.

Bukan hanya soal membawa unsur Jepang, Billy juga melihat pengalaman Ray di industri kuliner dan pendekatannya yang eksploratif cukup sejalan dengan semangat Janji Jiwa untuk terus berinovasi.

CEO JIWA Group, Billy Kurniawan beresama dengan Chef Ray di acara konferensi pers Janji Jiwa "A Twist of Japan Media Gathering" di Janji Jiwa Pejaten, Rabu (23/9/2026). Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Sementara itu, Chef Ray bercerita bahwa proses kolaborasi ini dimulai dengan mencari titik temu antara ide yang ingin ia buat dan karakter Janji Jiwa. Meski diberi kebebasan untuk menentukan menu, Ray tetap perlu menyesuaikannya dengan konsistensi produk dan selera konsumen yang dituju.

“Kolaborasi dengan JIWA Group menjadi satu pengalaman yang membawa challenge baru bagi saya. Toast Janji Jiwa telah dikenal luas dan menjadi favorit banyak orang. Tantangannya bukan hanya bagaimana membawa inspirasi Japanese food ke dalam format yang tetap approachable, familiar, dan easy-to-enjoy untuk masyarakat Indonesia, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas dan karakter produk agar tetap konsisten ke depannya,” ujar Ray.

Kedekatan dengan selera masyarakat Indonesia inilah yang kemudian membuat Ray memilih pendekatan Jepang, alih-alih membawa pengaruh kuliner Prancis yang juga dekat dengan perjalanan profesionalnya. Menurutnya, makanan Jepang punya ruang yang lebih besar untuk dikembangkan tanpa terasa terlalu asing bagi konsumen.

Dari pertimbangan tersebut, konsep “A Twist of Japan” pun mulai terbentuk. Ray tidak mencoba membuat hidangan Jepang secara utuh, melainkan mengambil inspirasi dari cita rasa Jepang dan menerjemahkannya ke dalam format toast Janji Jiwa.

Namun, membawa inspirasi Japanese food ke dalam toast tentu punya tantangan tersendiri. Ray perlu memastikan cita rasa yang dihasilkan tetap terasa menarik, tetapi juga familiar dan mudah dinikmati oleh konsumen Indonesia.

“Tantangannya bukan hanya bagaimana membawa inspirasi Japanese food ke dalam format yang tetap approachable, familiar, dan easy-to-enjoy untuk masyarakat Indonesia, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas dan karakter produk agar tetap konsisten ke depannya,” jelas Ray.

Goma Chicken Toast dan Menchi Beef Katsu Toast, menu kolaborasi Janji Jiwa dengan Chef Ray Jonson.

Proses eksplorasi tersebut akhirnya menghasilkan dua menu, yaitu goma chicken toast dan menchi beef katsu toast.

Goma chicken toast memadukan roti panggang dengan ayam crispy bercita rasa pedas, kol segar, mayones creamy, saus wijen gurih, serta bawang putih goreng. Perpaduannya memberikan rasa gurih dan tekstur renyah, dengan aroma wijen dan bawang putih yang cukup terasa.

Sementara itu, menchi beef katsu toast berisi beef menchi katsu yang crispy, kol segar, mayones mustard creamy, serta saus Japanese-style dengan perpaduan rasa manis dan gurih.

Keduanya menjadi hasil dari upaya mempertemukan cita rasa Jepang dengan format makanan yang sudah familiar. Dengan begitu, konsumen bisa menikmati sentuhan Japanese-inspired flavors tanpa harus mencoba hidangan Jepang yang terasa terlalu berbeda dari makanan sehari-hari.

Bagi Billy, pendekatan tersebut juga menjadi bagian penting dari kolaborasi ini. Janji Jiwa ingin melihat bagaimana toast yang sudah dikenal pelanggan bisa dikembangkan lewat perspektif dan inspirasi baru dari Ray.

“Melalui A Twist of Japan, kami ingin melihat bagaimana karakter toast Janji Jiwa yang sudah familiar dapat dieksplorasi melalui perspektif dan inspirasi baru,” kata Billy.

Dua menu kolaborasi A Twist of Japan ini tersedia secara terbatas di toko-toko pilihan Janji Jiwa hingga 22 November mendatang.