Jenis-jenis Cokelat Asli Indonesia yang Populer

8 Agustus 2018 13:31
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Jenis-jenis Cokelat Asli Indonesia yang Populer (690161)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cokelat asal Bali (Foto: dok.azalia amadea/kumparan)
Selain kopi, Indonesia juga unggul dalam memproduksi cokelat. Bahkan Indonesia masuk dalam urutan ketiga penghasil cokelat terbesar di dunia. Cokelat sendiri juga memiliki karakteristik masing-masing dengan cita rasa yang beraneka ragam.
ADVERTISEMENT
"Cokelat di Indonesia sudah sangat baik dan mulai di kenal di dunia, kualitasnya tidak kalah dengan negara Ghana, Afrika Barat yang dikenal memiliki cokelat terbaik di dunia. Hanya saja penikmatnya masih sedikit. Tidak seperti kopi yang bisa dinikmati setiap hari, budaya mengkonsumsi cokelat di masyarakat kita masih minim," ujar Kevin Angra Limawan, marketing manager Pipiltin Cocoa yang beberapa waktu lalu saat ditemui kumparanFOOD.
Dilanjut Kevin, Indonesia memiliki banyak jenis cokelat yang dapat dibedakan berdasarkan lokasi penanamannya, misalnya cokelat asal Aceh, Bali, Jawa, dan daerah lainnya. Setiap cokelat di daerah tersebut juga memiliki rasa yang berbeda-beda, untuk mengetahuinya yuk simak ulasannya berikut ini mengenai cokelat Indonesia yang populer di dunia.
ADVERTISEMENT
Aceh
Jenis-jenis Cokelat Asli Indonesia yang Populer (690162)
zoom-in-whitePerbesar
cokelat asal Aceh (Foto: dok.azalia amadea/kumparan)
Cokelat asal Pidie Jaya, Aceh merupakan salah satu cokelat Indonesia yang memiliki banyak penggemar. Bukan hanya di Tanah Air, cokelat dengan karakteristik nutty, earthy, coffee, dengan sedikit sentuhan tobacco ini juga banyak di cari di luar negeri.
Rasanya yang kuat dengan pahit yang dominan membuat cokelat tersebut pas dinikmati bagi mereka pecinta cokelat dengan rasa pekat. Sayangnya, produksi cokelat Aceh saat ini termasuk dalam kategori sedikit karena komoditasnya yang rendah.
Bali
Jenis-jenis Cokelat Asli Indonesia yang Populer (690163)
zoom-in-whitePerbesar
cokelat asal Bali (Foto: dok.azalia amadea/kumparan)
Cokelat asal Bali cocok bagi penikmat cokelat pemula karena rasanya yang lembut dan manis. Rasa manis yang dihasilkan merupakan manis alami dengan sentuhan karamel. Bahkan rasa akhirnya juga menyegarkan karena mengadung cita rasa buah-buahan.
ADVERTISEMENT
Jika mencicipi cokelat dari Tabanan, Bali tersebut kita juga dapat merasakan creamy dari campuran susu. Cokelat yang termasuk dalam varietas Trinitario itu ditanam di ketinggian 200-250 meter di atas permukaan laut. Ditambahkan Kevin, " cokelat asal Bali ini yang komoditasnya paling konsisten sehingga produksinya juga baik dari tahun ke tahun," ucapnya.
Jawa Timur
Jenis-jenis Cokelat Asli Indonesia yang Populer (690164)
zoom-in-whitePerbesar
cokelat asal Flores (Foto: dok.azalia amadea/kumparan)
Mewakili produksi cokelat asal Jawa khususnya Jawa Timur, Glenmore menjadi salah satu produksi cokelat yang juga banyak dicari. Rasa dari cokelat ini hampir mirip dengan cokelat asal Aceh yang earthy. Hanya saja tingkat keasaman cokelat ini lebih tinggi sehingga meninggalkan rasa asam di lidah.
Meski asam, cokelat glenmore tidak sepahit Aceh karena ada unsur kandungan rasa manis natural seperti madu. Ditanam di ketinggian 100-200 meter di atas permukaan laut, cokelat ini rasa kepahitannya satu level lebih tinggi di atas cokelat Bali.
ADVERTISEMENT
Flores
Jenis-jenis Cokelat Asli Indonesia yang Populer (690165)
zoom-in-whitePerbesar
cokelat asal Flores (Foto: dok.azalia amadea/kumparan)
Bukan hanya kopi, Flores juga bisa menghasilkan cokelat dengan kualitas yang baik. Single origin cokelat asal Flores ini dinamakan tanazozo (dibaca: tanaroro) yang memiliki karakteristik earthy, tembakau, kopi dan cengkeh. Sehingga, ketika orang mencicipi cokelat ini mirip seperti orang yang sedang merokok.
Rasa rempah yang lebih kuat jika dibandingkan dengan cokelat lainnya itu menjadi karakteristik rasa yang mencirikan cokelat-cokelat di Flores.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020