Kumparan Logo

Kakek Asal Inggris Ini Keracunan Makanan Usai Konsumsi Buah Hasil Kebun Sendiri

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menanam zukini Foto: Dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menanam zukini Foto: Dok.Shutterstock

Menikmati buah-buahan hasil kebun sendiri membuat sebagian mereka yang hobi bercocok tanam merasa begitu puas. Terlebih selama pandemi ini, berkebun menjadi salah satu kegiatan yang digandrungi banyak orang; terutama dalam mengusir kebosanan akibat harus di rumah saja.

Begitu pula dengan seorang kakek bernama Michael Andrews. Laki-laki asal Yorkshire Timur, Inggris ini juga hobi berkebun. Andrews memiliki kebun idaman yang berlokasi tepat di belakang rumahnya.

Sayangnya, dilansir Metro, laki-laki berusia 67 tahun itu mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi zukini dari kebunnya sendiri. Ia mengaku susah tidur lantaran merasakan sakit di sekujur tubuhnya hingga diare.

"Saya tidak bisa menggambarkan seperti apa rasanya. Saya sakit parah, gemetar, dan berkeringat. Selama dua hari dua malam tidur saya tak nyenyak dan saya mengalami halusinogen yang membuat saya gila. Hingga beratku turun 4,5 kilogram," ungkapnya, seperti dikutip dari Metro.

Ilustrasi spaghetti zucchini Foto: Shutter Stock

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada diri kakek tersebut? Benarkah ia keracunan zukini yang dikonsumsinya?

Rupanya menurut Guy Barter, kepala ahli hortikultura dari Royal Horticultural Society mengungkapkan, penyakit seperti ini disebut toxic squash syndrome. Biasa terjadi pada seseorang yang mengonsumsi makanan dengan kandungan cucurbitacin tinggi.

Dalam hal ini salah satunya ada jenis buah-buahan seperti zukini, labu, melon, dan mentimun. Cucurbitacins adalah senyawa dengan rasa pahit yang dapat menjadi racun bagi manusia.

Namun hal ini termasuk jarang atau bahkan langka terjadi, karena biasanya petani membudidayakan tanaman keluarga labu tersebut dengan tepat. Akan tetapi bisa terjadi akibat penyerbukan silang yang tidak disengaja pada tanaman tersebut; ini biasa terjadi pada mereka para petani amatir yang baru mulai mencoba berkebun.

Beberapa gejala akibat keracunan makanan seperti ini, adalah mual, diare, sakit perut, muntah, pusing, hingga rambut rontok (namun ini jarang terjadi).

ilustrasi wanita yang mengalami endometriosis Foto: shutterstock

Sehingga para ahli kesehatan menyarankan, jika kau menemukan rasa pahit saat mengonsumsi buah-buahan keluarga labu tersebut sebaiknya jangan diteruskan.

Meskipun begitu, bukan berarti kamu jadi patah semangat untuk berkebun sendiri di rumah. Sebuah perusahaan tanaman menyarankan, sebaiknya pilihlah bibit atau benih yang dihasilkan langsung oleh pusat perkebunan atau toko tanaman tertentu. Dengan begitu, bisa meminimalisir kegagalan panen hingga keracunan makanan seperti yang dialami sang kakek.

embed from external kumparan