kumparan
20 Okt 2018 13:12 WIB

Kecap Cap Korma, Bumbu Penyedap Alami yang Halalan Thayyiban

Konten spesial kecap (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Kecap manis merupakan salah satu bumbu penyedap yang hampir selalu ada pada sajian masakan khas Indonesia. Di balik kelezatannya, kecap manis menyimpan banyak cerita yang tidak semua orang ketahui.
ADVERTISEMENT
Mulai dari asal mula kehadiran kecap yang ternyata pertama kali dibawa oleh warga Tiongkok yang merantau ke Tanah Air hingga puluhan kecap lokal yang berlomba-lomba menjadi kecap nomor satu di Nusantara.
Di antara puluhan kecap manis yang bisa kita temukan hampir di setiap daerah di Indonesia itu, nama Kecap Cap Korma adalah salah satu yang cita rasanya terkenang hingga sekarang. Kecap Cap Korma pertama kali dibuat oleh pendirinya yakni Khadijah Aisah pada tahun 1948 di Solo, Jawa Tengah. Saat itu, usaha yang dibangun oleh wanita dengan 7 orang anak tersebut adalah industri rumahan yang resepnya ia racik sendiri.
Proses pengemasan kecap. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
"Sebelumnya pendiri Kecap Cap Korma belajar membuat kecap dari petani-petani ketika beliau masih tinggal di Pati. Saat pindah ke Solo, beliau berjualan kecap untuk menambah perekonomian keluarga dengan menjual ke tetangga-tetangga. Proses pembuatannya masih sangat sederhana dan diolah di dapur di rumahnya dengan bahan-bahan alami yang hingga kini menjadi komitmen kami untuk selalu memastikan menggunakan bahan alami terbaik," ujar Adhi Nugroho, commercial director PT. Korma Jaya Utama yang ditemui kumparanFOOD pada Jumat (19/10).
Proses pengemasan kecap. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Kecap lokal yang memasuki usia 70 tahun itu, lantas berpindah ke Jakarta pada tahun 1974 yang kemudian memproduksi kecapnya secara masal dan berubah status menjadi Usaha Kecil Menengah (UKM). Hingga kini setiap harinya Kecap Cap Korma mampu memproduksi hingga 4.800 botol per harinya.
ADVERTISEMENT
Sesuai dengan filosofi dari pohon kurma yang memiliki banyak manfaat dari buah muda hingga yang sudah matang, usaha yang saat ini dikelola oleh keempat anak Khadijah Aisah yakni Husein, Fetum, Ali dan Syifa Ibrahim bukan hanya sekadar usaha dengan keuntungan berlimpah melainkan juga ingin bermanfaat bagi orang sekitar.
Video
Tidak berhenti sampai di situ, buah kurma yang memiliki rasa manis juga menggambarkan Kecap Cap Korma yang terasa manis alami--namun bukan berasal dari campuran buah kurma. Namun, kecap dengan tekstur kental ini menggunakan gula kelapa yang menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih yang alami pula.
"Kita menggunakan gula kelapa alami yang terbaik, kita juga menggunakan rempah-rempah alami bukan essence melainkan jahe, sereh, bawang putih dan rempah lainnya yang semuanya asli. Kedelai hitamnya juga yang membedakan kita dengan kecap lainnya adalah kita menggunakan kedelai lokal Non-GMO (Genetically Modified Object) yang artinya bukan merupakan kedelai rekayasa genetik melainkan kedelai alami," tambah pria yang baru saja bergabung dengan PT Korma Jaya selama kurang dari setahun tersebut.
Proses pembuatan kecap. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Kecap Cap Korma bukan hanya menarik dari segi rasanya saja, melainkan menurut Adhi kecapnya juga halal dan thayyiban. "Secara prinsip kita produk halal dan thayyib artinya baik dari sisi bahan, pembuatan dan pengolahan managemennya," tegas Adhi.
ADVERTISEMENT
Bukan hanya bahan saja yang alami, proses pembuatan Kecap Cap Korma ini juga masih terbilang alami dan tradisional dengan memperkerjakan janda serta anak yatim sebagai karyawannya. Dalam sekali produksi Kecap Cap Korma membutuhkan proses hingga satu bulan lebih lamanya. Untuk mengetahui lebih lanjut proses pembuatan Kecap Cap Korma, simak liputan khusus kumparanFOOD dalam video konten spesial berikut, ya!
Simak selengkapnya konten spesial kumparan dalam topik Sejuta Rasa Kecap.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan