Kenalan Sama Dirty Latte: Kopi "Kotor" yang Lagi Hits
·waktu baca 3 menit

Setelah mont blanc, kini pencinta kopi dibuat penasaran dengan tren dirty latte. Kopi ini menarik karena cara penyajiannya yang berbeda dengan ice latte pada umumnya, serta tampilan yang estetik sehingga cocok untuk diunggah ke media sosial.
Secara harfiah, dirty latte memiliki arti "kopi kotor"; tapi apa memang se-kotor itu?
Menurut Mr Gatot, Barista Manager Common Grounds Terra Menteng menjelaskan kepada kumparanFOOD, bahwa sejatinya tren dirty latte sudah muncul sejak lama.
"Jadi dari beberapa literatur yang saya temukan, dirty latte sebenarnya sumbernya satu ada dari Jepang, satu lagi dari Thailand. Tapi (penjelasan) yang lebih lengkap itu yang dari Jepang. Jadi ada salah satu coffee shop legendaris di Jepang, bernama Bare Pond. Ada salah satu orang yang minum ice latte tapi merasa dengan adanya es batu, kopinya jadi terlalu encer. Makanya dia coba menghilangkan es-nya. Jadi minum fresh espresso sama susu. Itu mulainya kurang lebih tahun 2010-an lah," terang Mr Gatot saat kumparan hubungi Sabtu (30/5).
Sementara itu, Wichi Lee, Lead Operations BeanStar pernah menjelaskan kepada kumparan bahwa tren dirty latte juga berasal dari negara barat.
"Itu sebenarnya dari luar negeri sudah banyak, apalagi di negara western sudah ada jauh dari sebelum masuk ke Indonesia," tambahnya.
Lebih lanjut, Wichi mengatakan, "Dirty latte itu tidak di-stir (aduk), dari susu langsung dikombinasikan ke cangkir, makanya (layer-nya) kayak berantakan, beda dengan latte biasa yang kelihatan kalau dicampur."
Mr Gatot pun juga mengatakan hal yang sama, bahwa dinamakan "dirty latte" karena lapisan espresso yang jatuh ke dalam susu tanpa diaduk, membuat tampilannya terlihat seperti "kotor".
Sementara itu, Mr Gatot mengungkapkan ada dua aliran resep dirty latte yang beredar saat ini. "Jadi sedikit ke belakang lagi, dirty latte ini ada semacam dua mahzab lah. Ada satu dirty latte yang pakai fresh milk dan distilled milk. Distilled milk itu adalah susu yang diambil si konsentrat susunya dengan cara dibekukan terus dicairkan, jadi dapat konsentratnya. Satu lagi dengan susu yang diberi krim dan pemanis," ujarnya.
Lantas apa yang membuat dirty latte ngetren di Indonesia?
Tampilan yang unik menjadi salah satu poin utama yang membuat dirty latte menarik. Susunan alami dari layer kopi yang turun ke dalam susu, kemudian tidak diaduk, membuat minuman ini tampak estetik.
Begitu juga dengan cara penyajian yang tanpa es batu ─melainkan susu dingin─ membuat cita rasa varian kopi ini menjadi terasa seperti dessert, menurut Mr Gatot. Sehingga cita rasa dari setiap paduan bahan dalam minuman ini terasa lebih pekat. Creamy, gurih, milky, manis, dan pahit espresso bisa kita rasakan secara bertahan dalam satu sesapan.
Cita rasa yang nikmat tersebut memanjakan lidah, dan cocok juga buat non-coffee heavy drinker. Konsistensi rasa minuman ini juga terjaga karena tidak adanya es batu yang akan mencair dan membuat kopi terasa watery atau encer.
