Kumparan Logo

Keren! Restoran Cepat Saji Kuno di Italia yang Terkubur 2000 Tahun Segera Dibuka

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kedai makanan kuno atau termopolium di Pompeii. Foto: Luigi Spina/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kedai makanan kuno atau termopolium di Pompeii. Foto: Luigi Spina/Handout via REUTERS

Sekelompok arkeolog menemukan kembali runtuhan restoran cepat saji yang telah tertimbun selama ribuan tahun. Mereka menyebut bahwa bangkai restoran itu sudah ada sejak 2.000 tahun lalu. Uniknya, restoran kuno yang berlokasi di Italia itu direncanakan untuk dioperasikan kembali.

Melihat tampilannya, tempat makan itu memang identik dengan peninggalan bangsa Romawi Kuno. Lebih tepatnya, konter makanan cepat saji itu merupakan artefak peninggalan orang-orang Pompeii di masa lalu.

Mengutip Daily Star UK, dulunya restoran tanpa nama itu menjadi langganan masyarakat Pompeii menikmati berbagai sajian. Jenis makanannya pun beragam; ada siput, daging sapi, dan aneka ikan atau makanan laut lain.

kumparan post embed

Sisa-sisa bangkai dan bahan makanan juga masih ada. Meski berusia hampir 2.000 tahun, nyatanya peralatan masak dan makanan cepat saji masih bertebaran di sekitaran restoran. Termasuk termos anggur yang sangat kuno.

Kedai makanan kuno atau termopolium di Pompeii. Foto: Luigi Spina/Handout via REUTERS

Lebih mengejutkan lagi, ketika tim arkeolog menemukan jejeran toples kuno yang masih tersusun rapi. Semua barangnya disusun dan disimpan sangat tertata, walau sedikit usang ada berdebu. Kendati, toples tersebut masih layak digunakan, lho.

Selain itu, bagian paling menariknya yakni dekorasi dinding yang begitu cerah. Terdapat lukisan kuno masyarakat Romawi. Tidak seperti temuan toples kuno, dinding restoran sedikit berantakan dan sudah mulai hancur. Namun, sebagian lagi masih berdiri kokoh.

kumparan post embed
Lukisan ayam dan dua bebek di kedai makanan kuno. Foto: Luigi Spina/Handout via REUTERS

Anehnya, sisa-sisa bangkai tubuh manusia Romawi juga ditemukan dan terkubur bersama reruntuhan restoran. Tim arkeolog memperkirakan bangkai manusia berjenis kelamin laki-laki itu berusia sekitar 50 tahun.

“Ada beberapa kemungkinan laki-laki ini ada di konter makan kuno. Sepertinya, dulu tempat ini ditutup dengan tergesa-gesa lalu ditinggalkan oleh pemiliknya. Bisa jadi juga, laki-laki 50 tahun itu tertinggal di dalamnya dan tewas selama fase pertama letusan gunung,” ujar Massimo Osanna, direktur jenderal Taman Arkeologi Pompeii, dikutip dari The Guardian.

Suasana di situs arkeologi Pompeii Italia. Foto: Reuters/Ciro De Luca

Di masa kini, semua situs peninggalan Pompeii selalu jadi atraksi menarik bagi wisatawan mancanegara. Tiap tahunnya, kota itu kedatangan hampir 2,5 juta turis.

Melihat tingginya minat para turis, The Telegraph melansir restoran tersebut berencana akan dipugar dan dibuka kembali musim panas ini dengan nama Thermopolium; yang artinya konter minuman panas. Mereka pun memprediksi tempat makan kuno itu akan ramai dikunjungi turis.

Sebenarnya, temuan situs bersejarah itu bukanlah satu-satunya yang paling berharga. Restoran cepat saji kuno kemungkinan hanya satu dari 80 artefak lainnya. Pertama kali, tim arkeolog lain menemukan reruntuhan Pompeii pada abad ke-16 silam. Sekarang, sekitar dua per tiga situs telah digali, dan artefaknya pun sudah diamankan.

Reporter: Balqis Tsabita Azkiya

kumparan post embed