Kisah Celebrity Chef Pertama di Dunia, dari Anak Jalanan hingga Jadi Koki Istana

Hiruk-pikuk jalanan Paris yang padat sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Marie-Antoine Carême, sosok celebrity chef pertama di dunia. Ia adalah seorang anak laki-laki dari keluarga tak punya, yang terpaksa berjuang sendiri lantaran ditinggal saat usianya masih 8 tahun.
Lahir di negara yang terkenal sebagai pusat kuliner dunia, Careme tak dapat menyangkal akan godaan jejeran makanan enak yang kerap menghiasi toko patisserie (pastry) di Prancis. Sampai pada usia 15 tahun, ia memutuskan untuk magang di Sylvain Bailly, patisserie terkenal di Prancis, seperti dikutip dari NPR.
Anak ke-15 dari 25 bersaudara itu punya kemampuan belajar yang cepat, Bailly sang pemilik toko mengajarkannya membuat kue-kue kering, menulis, dan membaca. Uniknya, laki-laki kelahiran 8 Juni 1784 itu juga memiliki bakat di bidang arsitektur dan seni.
Di masa remajanya, Careme membuat replika bangunan paling terkenal di akhir abad ke-18 yang bisa dimakan; yakni kue berbentuk Athena kuno dan benteng China. Hasil karya setinggi empat meter tersebut ia pamerkan tepat di depan toko roti tempatnya mengadu nasib.
Rupanya karya anak muda itu menjadi batu loncatan untuk menjadikan dirinya sebagai seorang celebrity chef pertama di dunia. Karyanya tersebut menarik perhatian seorang diplomat Prancis, Charles Maurice de Talleyrand-Périgord.
Memasak untuk banyak orang penting membangun popularitasnya
Sekitar 1804, Talleyrand menantang Careme untuk memasak menu lengkap di rumah pribadinya. Ia juga ditantang untuk menyajikan menu makanan khusus selama setahun dengan menggunakan bahan-bahan lokal musiman.
Careme pun berhasil. Mulai dari situ masakannya semakin dikenal oleh kaum elite di Prancis. Hingga akhirnya, pada 1810, Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte memanggilnya untuk memasak di dapur Istana Tuileries. Bahkan Careme merancang kue pernikahan mewah untuk Napoleon dan pengantin keduanya, Marie-Louise dari Austria.
Untuk semakin membuktikan eksistensinya sebagai celebrity chef, Careme berlayar ke Inggris untuk memasak di dapur besar milik Raja George IV, dan melintasi benua untuk menyiapkan pesta besar Tsar Alexander I dari Rusia.
Dalam pesta tersebut Careme menyajikan 120 hidangan berbeda; ada delapan jenis sup, 40 makanan pembuka (termasuk daging sapi muda dengan sawi putih dan ayam hutan Jellied dengan mayones), dan 32 makanan penutup. Masakannya tersebut berhasil memukau para tamu, membuat makanan khas Prancis menjadi sebuah hidangan mewah.
Ia juga yang mempelopori saus-saus ternama di dunia; seperti béchamel, velouté, espagnole, dan allemande. Careme juga berhasil menyempurnakan resep souffle, lalu membuat meringue, dan memperkenalkan seragam koki yang kini kita kenal --jas putih serta toque (topi koki tinggi).
Di sela waktu makan, Careme menulis buku masak secara manual. Beberapa buku masakan hasil tulisannya yang menjadi pegangan banyak koki dunia adalah Le Patissier, dan Les Petits Vol-Au-Vents a la Nesle.
Dilansir Mashed, Careme menghabiskan hari-hari terakhirnya dengan menulis dan menderita penyakit yang diyakini oleh dokter saat itu adalah tuberkulosis atau usus.
Hingga akhirnya, pekerjaannya sendiri yang membawanya pada ujung kematian. Ia meninggal pada 12 Januari 1833 lantaran keracunan karbon monoksida ringan yang dihasilkan dari panggangan menggunakan batu bara di dapur yang tanpa ventilasi. Racun tersebut yang merusak paru-parunya dan menyebabkannya stroke.
Tepat di usia 49 tahun Careme meninggal dunia. Meskipun begitu, karyanya tetap hidup dalam perkembangan dunia kuliner hingga sekarang. Dan, bahkan menginspirasi banyak celebrity chef lain yang kita kenal sekarang ini.
Misalnya saja Gordon Ramsay yang selalu menekankan betapa pentingnya tampilan dari sebuah makanan. Bukan hanya enak, makanan juga harus indah dipandang mata. Prinsip ini pula yang menjadi pegangan selama Careme hidup, menggabungkan rasa dan seni. Ia tak hanya memanjakan lewat lidah, namun juga mata para penikmat masakannya.
