Kisah Kelam di Balik Popularitas Ayam Goreng yang Lezatnya Mendunia

Kelezatan ayam goreng atau fried chicken memang tak perlu kita ragukan lagi. Rasanya asin nan gurih ditambah tekstur yang renyah, membuat makanan ini nikmat; baik dimakan begitu saja maupun disantap bersama hidangan pelengkap. Apalagi harga sepotong ayam goreng terbilang terjangkau, cocok untuk disajikan kapan pun.
Kisah popularitas ayam goreng bermula dari negeri Paman Sam. Lalu, makanan ini mulai menyebar ke seluruh negara, seiring dengan menjamurnya restoran cepat saji ala Amerika Serikat yang khusus menyuguhkan ayam goreng.
Tapi, tahukah kamu? Makanan sederhana namun ikonik ini, ternyata mempunyai sejarah kelam yang melibatkan rasialisme. Mengutip The Spokesman, kehadiran ayam goreng sangat akrab dengan stereotip rasial antara masyarakat Amerika dan Afrika.
Hadirnya makanan yang lezat ini tidak diketahui secara pasti apakah berasal dari Afrika Barat atau Skotlandia. Namun, tradisi memasak dari masyarakat Afrika identik dengan menggoreng lauk-pauknya.
Menurut sejarawan, ayam goreng juga berasal dari Skotlandia
Kendati demikian, sejarawan berteori kalau ayam goreng juga berasal dari Skotlandia. Dengan teknik memasak yang sama. Hanya saja warga Skotlandia tidak pernah menambah bumbu. Lain halnya seperti yang diterapkan oleh masyarakat Afrika Barat; bumbu berperan penting guna menambah cita rasa makanan tersebut.
Kreasi khas Afrika Barat itu dipelopori oleh seorang perempuan berkulit hitam pada tahun 1863. Setelah banyak orang kulit hitam dibebaskan dari konflik perbudakan dan rasialisme, mereka menjual ayam goreng sebagai tonggak hidup dalam mencari nafkah.
Kemudian, di abad ke-19, ayam goreng semakin dikenal lantaran resepnya tertulis dalam buku masak yang ditulis oleh Mary Randolph; orang kulit putih kelas atas. Sayangnya, hal tersebut mendatangkan malapetaka.
Sebagian orang Afrika-Amerika justru direpresentasikan oleh sebuah surat kabar atau selebaran sebagai pencuri resep ayam goreng. Padahal, sejatinya makanan itu murni datang dari orang-orang Afrika yang diperbudak.
Apalagi, dahulu para budak berkulit hitam tersebut juga mendapat kesempatan untuk memelihara ayam. Sehingga, mereka mengolah ayam untuk acara keagamaan.Wajar, kalau memang makanan itu begitu lekat oleh budaya kuliner Afrika.
Walau kisah dan sejarah itu sudah berlalu ratusan tahun silam. Tetap saja, ayam goreng memiliki arti tersendiri Bagi masyarakat Afrika-Amerika. Terlebih sekarang, lezatnya ayam goreng sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia.
Melalui kisah ini, ayam goreng yang selalu dipandang sebagai makanan murah-meriah, sebenarnya memiliki representasi kelam di masa lalu. Banyak pengorbanan dan konflik yang cukup membekas dalam seporsi ayam goreng spesial, favorit masyarakat dunia.
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya
