Kumparan Logo

Kolaborasi Peneliti UI dan IPB: 3 Bahan Alam Indonesia Pencegah Virus Corona

kumparanFOODverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
jambu biji Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
jambu biji Foto: Shutterstock

Kasus virus corona di Indonesia baru saja dinyatakan bertambah menjadi 227 kasus. Sebelumnya disebutkan 172 kasus. Kian merebaknya virus yang menyerang pernapasan ini membuat para pekerja medis hingga peneliti di beberapa universitas di Tanah Air turut mencari obat penawarnya.

Seperti yang dilakukan oleh tim peneliti gabungan dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Para peneliti berasal dari Departemen Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran UI (FKUI), Klaster Bioinformatics Core Facilities IMERI-FKUI, Klaster Drug Development Research Center IMERI-FKUI, Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, Rumah Sakit UI (RSUI), Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB dan Departemen Ilmu Komputer IPB.

Dilansir rilis yang kumparan terima, Rabu (18/3), para peneliti tersebut menemukan kandidat antivirus corona dari bahan alam Indonesia; di antaranya jambu biji (daging buah merah muda), kulit jeruk, dan daun kelor. Dari ketiganya ditemukan senyawa antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin.

instagram embed

Penelitian ini didasarkan atas hasil skrining aktivitas terhadap ratusan protein, dan ribuan senyawa herbal terkait dengan mekanisme kerja virus; diperoleh beberapa golongan senyawa tersebut berpotensi untuk menghambat dan mencegah virus SARS-CoV-2 (virus corona).

Berikut adalah sekilas tentang tiga bahan alam Indonesia tersebut:

Jambu biji merah

Ilustrasi jambu biji merah Foto: dok.shutterstock

Seperti yang sudah dibeberkan, ternyata buah seperti jambu biji dengan daging buah merah muda mengandung senyawa pencegah corona. Padahal jauh sebelumnya, masyarakat lebih mengenal buah manis ini sebagai makanan sehat untuk mencegah demam berdarah dengue (DBD).

Selain itu, jambu biji merah juga telah diteliti dan bermanfaat sebagai antidiabetes, antihipertensi, antibakteri, hingga kaya akan antioksidan.

Penelitian yang dilakukan Department of Pharmacy, Varendra University, Rajshahi, di Bangladesh, juga menemukan sifat antikanker dalam jambu biji. Ini karena jambu biji kaya akan antioksidan seperti likopen yang mampu mencegah kanker prostat.

Selain itu, jambu biji juga mengandung minyak alami yang bisa menjadi pelawan kanker darah atau leukimia.

Kulit jeruk

Kulit Jeruk Foto: pixabay

Begitu pula dengan kulit jeruk yang biasa dibuang begitu saja, ternyata juga bermanfaat sebagai pencegah virus corona.

Sebelumnya telah ditemukan dalam penelitian Journal of Agriculture and Food Chemistry, bahwa kulit jeruk mengandung flavonoid yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Senyawa tersebut juga dipercaya bisa menangkal radikal bebas pemicu penyakit.

Selain itu, kulit jeruk juga mengandung Polymethoxylated flavones yang membantu menurunkan kadar kolesterol. Flavonoid yang terkandung di dalamnya pun dipercaya sebagai antikanker.

Daun kelor

Ilustrasi daun kelor Foto: dok.shutterstock

Daun yang kerap dimasak dengan cara dijadikan sayur bening ini memang sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai obat herbal. Daun dengan nama ilmiah Moringa oleifera ini dipercaya bisa menurunkan gula darah dan kolesterol.

Selain itu, dalam Journal of Ethnopharmacology tahun 2010, menemukan daun kelor mengandung senyawa isothiocyanate yang juga dapat mengatasi peradangan (inflamasi).

Meskipun ketiga bahan tersebut sudah dinyatakan sebagai bahan alami pencegah virus corona, namum dalam pernyataannya, dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB tetap mengingatkan untuk menerapkan etika-etika kebersihan.

"Hasil penemuan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus corona. Selain itu, sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan RI, WHO dan CDC, kami imbau masyarakat untuk tetap memprioritaskan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat melalui rajin cuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk atau bersin, penggunaan masker bagi yang sakit flu atau batuk, dan bila mengalami gejala Covid-19 maka dapat mengisolasi diri di rumah atau datang ke RS yang telah ditunjuk Kementerian Kesehatan RI," tutupnya.

embed from external kumparan