Makan Enak: Nasi Soto Bakso Sapi di Warung Wijaya Bali, Segar Benar!

Makan bakso biasanya pakai pelengkap seperti mi kuning atau bihun. Bagaimana kalau bakso yang kamu makan bentuknya malah menyerupai soto? Lengkap dengan potongan daging, babat, dan tulang muda.
Sajian seperti ini bisa kamu dapatkan ketika berkunjung ke Pulau Dewata. Namanya soto bakso. Hidangan tersebut merupakan salah satu makanan khas dari Bali. Ya, kuliner Bali bukan cuma sate lilit atau ayam betutu saja.
Kalau kamu pengin yang segar-segar cocoknya, ya makan soto bakso ini. Salah satu pedagangnya yang legendaris adalah Wijaya. Laki-laki berusia 50 tahun ini sudah berjualan soto bakso sejak 15 tahun yang lalu. Nama tempat makannya adalah Warung Wijaya Soto dan Bakso Sapi.
"Awalnya di Denpasar tapi sudah tutup, terus sekitar tahun 2008 kita pindah ke sini (Jalan Raya Kuta). Saya sudah lama berjualan soto bakso ini, bisa juga dipisah, misal soto daging saja atau baksonya saja," ujar Wijaya saat kumparan sambangi di warungnya, Jumat (6/3).
Saat kami berkunjung warungnya cukup ramai, padahal sudah jam 10 malam waktu Bali. Beberapa orang tampak silih berganti. Agar pelayanannya bisa cepat, Wijaya dan stafnya juga sudah menyiapkan jajaran mangkuk berisi bumbu. Sehingga ketika ada yang memesan, ia tinggal mengisi bakso, daging, dan kuahnya saja.
Begitu juga ketika kami memesan, tak menunggu lama semangkuk soto bakso sapi mendarat dengan mulus. Seporsinya, soto bakso sapi dihargai Rp 20 ribu; belum termasuk nasi. Biasanya memang soto bakso sapi ini dimakan bersama nasi, bukan mi atau bihun.
Rasa kuahnya memang mirip kuah bakso yang gurih namun agak kaya rempah seperti soto. Isinya ada bakso halus kecil, daging, tulang muda, babat, dan lobak putih. Tak lupa taburan irisan seledri dan bawang goreng yang membuat harumnya semakin menggoda.
Baksonya punya tekstur yang cukup halus, kenyal, dan gurih. Untuk daging dan babatnya juga kenyal tapi tak sulit dikunyah. Kehadiran lobak putihnya mengingatkan kami pada sajian soto bandung. Kalau bahasa Balinya 'jaen sajan' alias enak sekali!
Sesuai yang dikatakan Wijaya, pelanggannya juga bisa memesan soto daging atau bakso saja yang dihargai Rp 15 ribu. Selain itu, ada juga soto bakso balungan seharga Rp 25 ribu, sayangnya menu ini laku keras sehingga kalau mencicipinya jangan datang terlalu malam.
Wijaya mengaku, seharinya ia bisa menghabiskan rata-rata 800 butir bakso dan 40 kilogram daging serta babat sapi.
Sejak dahulu pertama kali membuka warung di Denpasar, Wijaya memang bertekad untuk usaha kuliner. "Dari dulu saya memang bertekad jualan soto sapi pakai bakso biar makin lengkap. Apalagi ini jadi salah satu makanan khas Bali yang patut dilestarikan," pungkasnya.
Warung Wijaya Soto dan Bakso Sapi
Alamat: Jl. Raya Kuta No.124, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361.
Jam buka: 16.00-24.00 Wita.
