Kumparan Logo

Mengapa Kopi Tidak Disarankan untuk Anak Kecil? Begini Alasannya Kata Ahli

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak minum kopi Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak minum kopi Foto: Shutterstock

Meminum secangkir kopi telah menjadi kebiasaan yang seakan susah untuk dihilangkan. Lebih dari itu, kebiasaan ini juga turut mengundang rasa penasaran dari anak kecil; baik itu adik, anak, ataupun anak kecil lain. Terkadang, ada beberapa orang dewasa yang mengizinkan dan juga yang melarang anak kecil untuk meminum secangkir kopi.

Namun, pertanyaan mulai muncul, sebenarnya anak kecil boleh minum kopi atau tidak, ya? Untuk mengetahui jawabannya, mengutip CNN, anak kecil tidak disarankan untuk meminum secangkir kopi. Meskipun, kopi dapat memberikan banyak manfaat; mulai dari mengurangi risiko diabetes, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker tertentu.

Akan tetapi, anak kecil bukanlah orang dewasa dengan tubuh yang dinilai lebih kuat. Mereka mempunyai sistem metabolisme tubuh yang berbeda dengan kamu, orang dewasa. Nah, bagaimana semakin penasaran, bukan? Oleh karena itu, yuk, simak informasi selengkapnya mengenai alasan anak kecil tidak disarankan meminum kopi di bawah ini, ya.

Alasan kopi tidak disarankan untuk anak kecil

Ilustrasi minum kopi bikin jantung berdebar. Foto: Mike_shots/Shutterstock

Kafein, salah satu alasan orang dewasa menyukai kopi; tetapi tidak disarankan dikonsumsi anak kecil. Ya, meskipun bagi orang dewasa sedikit kafein tidak akan berpengaruh, namun lain halnya dengan anak kecil. Tubuh mereka yang kecil membuat kafein dapat memberikan dampak berlebih pada peningkatan denyut jantung, tekanan darah, refluks asam, gangguan kecemasan hingga sulit tidur.

Hal ini pun didukung oleh pernyataan Dr. Mark Corkins, seorang dokter anak dan ketua komite nutrisi untuk American Academy of Pediatrics, mengatakan bahwa, “Anak-anak muncul di ruang gawat darurat dengan detak jantung tidak teratur atau yang kita sebut takikardia atau detak jantung cepat.”

Selain itu, menurut Corkins, baik itu kopi, teh, dan soda memiliki nilai gizi yang rendah sehingga tidak cocok bagi anak kecil. Hal ini dikarenakan anak kecil sedang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sehingga membutuhkan asupan gizi yang besar dan seimbang.

“Masalah lain dengan anak-anak yang minum kopi adalah nilai gizinya kecil, dan itu menggantikan sesuatu yang seharusnya lengkap secara nutrisi; seperti susu dan air,” ujar Corkins.

Aturan yang disarankan untuk meminum secangkir kopi

Ilustrasi kopi susu gula aren. Foto: Shutterstock

Sementara itu, meskipun kopi memberikan dampak tidak baik bagi anak kecil. Faktanya, masih terdapat orang tua yang mengizinkan anaknya meminum minuman berkafein tersebut. Hal ini pun didukung oleh sebuah studi yang dipublikasikan dalam Sage Journals tahun 2015, terhadap para ibu di Boston, Amerika Serikat.

Hasilnya, menunjukkan bahwa 14 persen dari mereka yang disurvei mengizinkan anaknya yang berusia sekitar dua tahun, untuk meminum kopi sebanyak satu hingga empat ons. Sebagai perbandingan, empat ons biji kopi biasanya setara dengan setengah gelas. Bahkan, yang lebih mengkhawatirkan sebanyak 2,5 persen mengatakan bahwa mereka mengizinkan anaknya berusia satu tahun untuk meminum kopi.

Selain itu, American Academy of Pediatrics pun merekomendasikan tidak ada kopi berkafein, teh, soda, minuman olahraga atau produk lain untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. Sedangkan bagi remaja antara usia 12 hingga 18 harus membatasi asupan kafein mereka secara terkontrol. Lebih lanjut, pembatasan ini sebagian besar didasarkan pada ukuran tubuh seseorang yang seiring pertumbuhan tubuh dan usia maka pembatasan tersebut akan semakin longgar.

Oleh karena itu, menurut Corkins anak-anak yang tubuhnya belum bisa memetabolis kafein secara baik, tidak memerlukan kopi. Terlebih, dengan berbagai dampak pada kesehatan anak kecil.

“Hindari kafein! Mengapa anak-anak kamu membutuhkannya?,” tanya Corkins.

Corkins pun menambahkan sebagai penutup, jika anak kecil memerlukan asupan makanan atau minuman untuk meningkatkan fokus dan energi, maka tidak serta merta kafein pada kopi adalah jawabannya. Melainkan, diskusikanlah terlebih dahulu dengan dokter anak untuk mencari penyebab mereka merasa kelelahan, sehingga dapat diberikan pertolongan lain.

Penulis: Riad Nur Hikmah