Kumparan Logo

Mengenal Air Minum RO, Alternatif Baru Minuman Berteknologi Baru

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pilihan baru air minum isi ulang dengan teknologi Reverse Osmosis atau RO di depo BIRU". Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pilihan baru air minum isi ulang dengan teknologi Reverse Osmosis atau RO di depo BIRU". Foto: Dok. Istimewa

Semakin banyak pilihan air minum beredar di masyarakat, salah satunya air dengan teknologi Reverse Osmosis atau RO. Tapi apa sebenarnya air minum RO tersebut?

Air minum adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar. Dalam sehari, tubuh manusia membutuhkan asupan cairan yang cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh, mengatur suhu, mendukung fungsi organ, hingga melancarkan pencernaan. Namun di tengah beragamnya pilihan air minum yang tersedia —dari air kemasan, air galon, hingga air isi ulang— masyarakat kini juga mulai dihadapkan pada pilihan berdasarkan teknologi pengolahannya.

Salah satu yang belakangan semakin dikenal adalah air dengan teknologi Reverse Osmosis, atau yang lazim disebut air RO.

Apa Itu Air Minum dengan Teknologi Reverse Osmosis?

Pilihan baru air minum isi ulang dengan teknologi Reverse Osmosis atau RO di depo BIRU". Foto: Dok. Istimewa

Reverse Osmosis adalah teknologi penyaringan air yang bekerja dengan memanfaatkan tekanan untuk melewatkan air melalui membran semipermeabel berpori sangat selektif. Sederhananya, air “dipaksa” melewati lapisan penyaring yang sangat rapat sehingga berbagai zat terlarut —termasuk mineral, garam, hingga kontaminan tertentu— tertahan dan tidak ikut lolos bersama air.

Hasilnya adalah air dengan kandungan zat terlarut yang sangat rendah. Inilah yang membuat air RO punya karakteristik rasa yang cenderung lebih ringan atau “hambar” dibanding air minum pada umumnya, karena kandungan mineralnya memang jauh berkurang.

Teknologi ini sebenarnya bukan hal baru. RO sudah lama digunakan dalam berbagai sistem pemurnian air, termasuk untuk kebutuhan industri dan medis. Namun belakangan, penggunaannya semakin meluas hingga segmen air minum konsumsi sehari-hari.

Air minum isi ulang konvensional umumnya diolah menggunakan teknologi seperti ultraviolet (UV) atau ozon. Kedua metode ini efektif untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme berbahaya, namun tidak menyaring zat-zat terlarut seperti yang dilakukan membran RO.

Artinya, air isi ulang biasa masih mengandung mineral terlarut yang ada dalam sumber airnya — bisa berupa kalsium, magnesium, dan sebagainya. Sementara air RO, kandungan mineral tersebut sudah sangat dikurangi dalam proses penyaringannya.

Efektivitas RO Bergantung pada Banyak Faktor

Pilihan baru air minum isi ulang dengan teknologi Reverse Osmosis atau RO di depo BIRU". Foto: Dok. Istimewa

Satu hal yang perlu dipahami konsumen yakni, kualitas air RO tidak semata-mata ditentukan oleh teknologinya saja. Efektivitas penyaringan sangat bergantung pada jenis dan kondisi membran yang digunakan, kualitas sumber air awal, serta sistem pengolahan keseluruhan yang diterapkan.

Perawatan rutin peralatan, penggantian komponen penyaring sesuai jadwal, dan pemeriksaan kualitas air secara berkala adalah faktor-faktor penting yang menentukan apakah air RO yang dihasilkan benar-benar memenuhi standar yang seharusnya.

Seiring meningkatnya pemahaman masyarakat soal teknologi pengolahan air, permintaan terhadap air RO untuk konsumsi sehari-hari pun ikut tumbuh. Hal ini mendorong sejumlah penyedia air minum isi ulang untuk mulai menghadirkan pilihan air RO di samping produk konvensional mereka.

Air minum RO seperti ini tersedia di salah satu depo air minum yakni BIRU. Depo air isi ulang ini menghadirkan air minum RO sebagai salah satu alternatif bagi konsumen yang menginginkan air dengan karakteristik berbeda.

Pilihan minuman yang baru diluncurkan di cabang Surabaya ini, dihadirkan bukan untuk menggantikan air minum yang diproses dengan 100 persen teknologi ozon yang sudah ada.

Yantje Wongso, Pendiri dan Direktur Air Minum BIRU mengungkapkan, “Selama 24 tahun, Depo Air Minum BIRU melihat kebutuhan masyarakat terus berkembang. Air RO dihadirkan bukan untuk menggantikan Air Biru yang diproses dengan 100 persen Teknologi Ozon, tetapi untuk memberikan pilihan baru yang sama-sama baik dan dapat menjawab kebutuhan serta preferensi konsumen yang berbeda.”

Pada akhirnya, pilihan air minum kini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing. Bagi yang menginginkan air dengan karakteristik ringan dan kandungan mineral terlarut yang sangat rendah, air RO bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Kendati konsumen sebaiknya tetap selalu memastikan air minum jenis apa pun yang dipilih telah memenuhi standar keamanan yang berlaku. Sebab, sebagus apa pun teknologi pengolahannya, air yang tidak aman tetap berisiko bagi kesehatan.