Mengintip Menu Makanan Para Astronaut di Luar Angkasa

Pernahkah terlintas di benakmu apa saja makanan yang disantap oleh para astronaut di luar angkasa?
Mungkin banyak orang akan mengira makanan yang disajikan untuk astronaut kebanyakan berupa makanan beku, atau sudah dikemas dalam bentuk cairan dan pasta, atau yang lebih mutakhir, disajikan dalam pil sehingga dapat langsung ditelan dan mengenyangkan. Dugaan-dugaan itu salah besar.
Ya, walaupun mereka hidup di belahan dunia, terombang-ambing di angkasa, bukan berarti mereka tak dapat menikmati makanan yang sama lezatnya dengan apa yang kita makan, bukan?
Dilansir CNN, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), bahkan memiliki tim khusus yang bertugas untuk menyiapkan menu makanan bagi para astronaut yang tengah bertugas. Tim yang terdiri dari imuwan makanan ini juga merangkap sebagai ahli gizi yang harus memastikan bahwa makanan bagi para astronot sudah memenuhi kebutuhan gizi mereka, dan yang terpenting, lezat untuk disantap.
Berbagai makanan tersebut nantinya akan dikirim ke Pos Luar Angkasa Internasional (yang sesuai namanya, berada di tengah angkasa) dan diperuntukkan bagi ratusan astronaut dari berbagai negara yang tengah bertugas atau berkunjung ke sana. Karenanya, tantangannya pun tak mudah. Makanan tersebut harus diawetkan dengan baik agar tidak mudah rusak, kendala pada kemasan, kebutuhan nutrisi, hingga mempertahankan prinsip 'pengalaman psikologis yang datang dari santap makan'.
Ya, para astronaut harus menyantap makanan yang enak agar tetap 'waras', mengingat mereka sedang berada di luar bumi. Tentu bukan sesuatu yang mudah, bukan?
Selain itu, makanan yang dikirimkan ke luar bumi tersebut telah diawetkan dengan cara dipanaskan, dan dipadukan dengan penyimpanan jangka panjang dapat menyebabkan berkurangnya nutrisi dan vitamin dalam makanan tersebut.
Maya Cooper, salah satu anggota dari tim 'koki' khusus tersebut mengungkapkan, para astronaut harus mendapat asupan kalori sebanyak 3000 setiap harinya. Pasalnya, hidup di tempat yang tak memiliki gravitasi membutuhkan lebih banyak energi ketimbang hidup di bumi. Bisa dibilang, mereka tidak beristirahat maupun tidur secara maksimal.
"Kami benar-benar tahu apa yang mereka makan, sehingga kami mendapat data yang lebih baik tentang bagaimana makanan mereka dapat benar-benar bermanfaat bagi tubuh," ungkap Maya.
Berada jauh dari bumi tentu membuat astronaut rindu akan masakan rumah. Untuk itu, Maya dan timnya juga berupaya sebisa mungkin untuk menyajikan comfort food yang dapat mengobati kerinduan mereka. Kendati demikian, mereka juga harus tetap menyesuaikan resep masakan agar tetap aman dikonsumsi bagi astronaut, khususnya kadar sodium dalam makanan tersebut.
"Kami harus membuat ulang formula dari makanan-makanan yang tak hanya bercita rasa lezat dan mengingatkan mereka akan masakan rumahan, namun juga memastikan bahwa nutrisi di dalamnya sudah mampu memenuhi kebutuhan mereka," jelas Maya.
Untuk mengobati rasa rindu para astronaut akan masakan rumahan, mereka pernah menyajikan menu kari ikan khas India dan crab cake. Bukan hanya itu, tim Maya juga kerap mengirimkan kue bagi para astronaut yang sedang berulang tahun. Kudapan manis tersebut biasanya berupa puding cokelat dan pai lemon.
"Kamu tak akan bisa hidup tanpa dessert. Kudapan manis juga termasuk pengalaman psikologis untuk membuatmu tetap waras," tutup Maya.
