Kumparan Logo

Mengulik 7 Makanan Khas Kalimantan, Calon Ibu Kota Baru Indonesia

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Soto Banjar Bang Amat. Foto: Stephanie Elia/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Soto Banjar Bang Amat. Foto: Stephanie Elia/kumparan

Presiden Joko Widodo baru-baru ini menetapkan Kalimantan sebagai calon ibu kota baru Indonesia. Mengutip kumparanBISNIS, Pulau Seribu Sungai ini dipilih karena memiliki sarana serta infrastruktur yang memadai.

Kalimantan ternyata juga punya kekayaan kuliner yang tak kalah dari daerah lainnya. Apalagi, kuliner Kalimantan banyak dipengaruhi cita rasa hidangan Melayu hingga Tionghoa. Jadi, rasanya pun tak perlu diragukan lagi.

Ingin tahu lebih banyak tentang hidangan Kalimantan? Berikut tujuh makanan yang wajib kamu cicipi saat bertandang ke salah satu pulau terbesar Indonesia ini.

1. Soto Banjar

Soto Banjar Bang Amat. Foto: Stephanie Elia/kumparan

Indonesia punya puluhan jenis soto, salah satunya soto banjar dari Kalimantan Selatan. Sekilas tampilan soto khas suku Banjar ini tak berbeda dari soto ayam lainnya. Tapi saat disantap, tercium aroma rempah-rempah yang cukup kuat dari kuahnya.

Soto Banjar terdiri; dari ketupat, suwiran daging ayam kampung, soun, wortel, dan telur rebus. Sedangkan kuahnya, terbuat dari aneka rempah; seperti kapulaga, kayu manis, cengkih, bunga pekak, dan biji pala. Tambahan kentang rebus, dan jeruk nipis membuat rasanya gurih serta segar.

2. Pakasam

Ilustrasi Pakasam Barabai Foto: Instagram @ceritabanjar_

Selain soto banjar, ada juga sajian bernama pakasam yang banyak dijajakan di Kalimantan Selatan. Dikenal pula dengan sebutan iwak pakasam, olahan ini terbuat dari ikan air tawar yang difermentasi secara tradisional.

Hidangan ini umumnya terbuat dari ikan air tawar lokal berukuran kecil hingga sedang seperti anakan ikan sepat rawa, ikan seluang, atau haruan. Ikan yang telah dibersihkan kemudian dibaluri beras sangrai, dan garam hingga seluruh permukaannya tertutup.

Pakasam ini bisa tahan selama berbulan-bulan bila disimpan di tempat dingin. Sebelum disajikan, pakasam biasanya diolah kembali dengan cara ditumis aneka bumbu atau digoreng kering.

3. Choi pan

Choi Pan Foto: Dok. Pribadi

Banyak kuliner khas Kalimantan yang terpengaruh budaya orang Tionghoa, salah satunya choi pan. Dikenal pula dengan sebutan chai kue, sajian khas Singkawang, Kalimantan Barat, ini punya tampilan menyerupai dimsum berkulit bening.

Kulit choi pan terbuat dari tepung beras dan sagu, diisi irisan bengkuang, lalu dikukus hingga matang dan kulitnya berubah bening. Setelah itu, diberi taburan bawang putih goreng yang gurih di atasnya. Choi pan paling lezat disantap saat hangat dengan cocolan saus merah yang pedas gurih.

4. Pisang gapit

Pisang gapit Foto: Wikimedia Commons

Sajian ini bisa dengan mudah kamu jumpai di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sesuai namanya, pisang gapit terbuat dari pisang yang dipanggang lalu digapit hingga pipih.

Pisang gapit biasanya menggunakan jenis pisang tanduk yang punya tekstur kokoh dan tidak lembek. Setelah pisang dipanggang, lalu disajikan dengan siraman saus spesial yang terbuat; dari gula merah, tepung maizena, dan daun pandan. Ada juga yang menambahkan meises, dan parutan keju di atas pisang gapit untuk menambah rasa.

5. Kue bingka

Bingka Banjar. Foto: Stephanie Elia/kumparan

Bisa dibilang, kue bingka adalah salah satu camilan paling populer di Kalimantan Selatan. Bahkan jadi buah tangan andalan para pelancong setelah berkunjung ke kota Banjarmasin.

Cita rasa manis dengan tekstur padat dan lembut seperti kue lumpur, jadi daya tarik kue bingka. Kelezatan kue ini berasal dari perpaduan bahan-bahan; seperti tepung terigu, telur, santan, dan gula pasir yang dipanggang hingga padat. Selain rasa lezatnya, ciri khas kue ini terletak pada bentuknya yang menyerupai bunga.

6. Sate payau

Sate payau Foto: Flickr/Keris melayu

Sate umumnya terbuat dari daging ayam, kambing, atau sapi, tapi sate payau khas Kalimantan Timur terbuat dari bahan yang kurang lazim, yaitu daging rusa. Sate payau terbilang langka, sebab kini hanya dapat dijumpai pada saat festival daerah atau upacara adat.

Sama seperti sate pada umumnya, daging rusa yang telah dibersihkan lalu dipotong-potong, dan ditusuk dengan bambu. Kemudian dibaluri bumbu, dan dibakar hingga dagingnya empuk.

Sate ini semakin nikmat karena disajikan dengan siraman saus kacang dan sambal kacang. Biasanya sate payau juga disajikan dengan semangkuk sup dari rebusan daging rusa yang hangat.

7. Amplang

Kerupuk amplang Foto: Wikimedia Commons

Sama seperti kue bingka, amplang merupakan salah satu oleh-oleh populer khas Kalimantan. Bahkan camilan gurih ini bisa dijumpai di hampir seluruh daerah di Pulau Kalimantan.

Amplang adalah sejenis kerupuk dari ikan tenggiri yang dicampur tepung kanji, dan aneka bumbu lalu digoreng hingga renyah mengembang. Kerupuk ini sangat nikmat disantap secara langsung maupun sebagai lauk makan.

kumparan post embed