Kumparan Logo

Mengungkap 7 Manfaat Bawang Putih Hitam yang Perlu Kamu Ketahui

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
bawang putih hitam Foto: flickr/Hiroki Yamamoto
zoom-in-whitePerbesar
bawang putih hitam Foto: flickr/Hiroki Yamamoto

Di balik aromanya yang khas, rupanya bawang putih punya beragam manfaat untuk kesehatan, misalnya untuk menormalkan tekanan darah. Namun bukan hanya jenis bawang putih biasa yang sering dijadikan bumbu masakan saja, bawang putih hitam (black garlic) juga tak kalah bermanfaat, lho.

Bawang putih hitam sudah cukup lama populer di dunia kuliner, misalnya saja pada sajian ala Korea. Seperti dikutip dalam Jurnal Analisis Makanan dan Obat-obatan yang terbit Januari 2017, bawang putih hitam merupakan bawang putih yang sudah difermentasi dalam periode waktu lama dengan suhu tinggi 60-90 derajat celcius, di bawah kelembapan tinggi 80-90 persen.

Dalam proses fermentasinya, bawang putih jenis ini awalnya sama saja seperti bawang putih pada umumnya lama ke lamaan akan menghitam. Selain itu, cita rasanya menjadi lebih manis, dan teksturnya berubah menjadi kenyal. Proses fermentasi tersebut juga mengakibatkan hilangnya allicin --penyebab bau menyengat dari bawang putih.

Bawang putih hitam telah lama dikonsumsi di Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan Thailand sekitar 10 tahun yang lalu. Kepopuleran bawang putih hitam kian menanjak sehingga banyak juga juru masak yang menggunakannya sebagai bumbu masakan; seperti sup, steak, risotto, dan ikan bakar.

Di balik rasanya yang manis dan mampu meningkatkan rasa pada makanan, bawang putih hitam menyimpan manfaat yang tak kalah baik dari bawang putih biasa. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Menurunkan glukosa dalam darah

bawang putih hitam Foto: flickr/LaTur

Mengutip jurnal terbitan Perpustakaan Nasional Kedokteran Amerika Serikat, mengkonsumsi bawang putih hitam dalam jumlah yang tepat dapat mencegah hiperlipidemia dan hiperglikemia yang disebabkan oleh diet tinggi lemak.

2. Melindungi dari kanker

Kanker serviks dapat dicegah dengan vaksin dan pemeriksaan rutin. Foto: Shutterstock

Proses fermentasi pada bawang putih hitam berkontribusi meningkatkan senyawa S-allylcysteine --komponen alami dari bawang putih segar--, dan asam amino sistein. Dilansir HealthMad, kedua senyawa tersebut bisa membantu menurunkan kolesterol, dan mengurangi risiko kanker; seperti kanker paru-paru, payudara, otak, dan pankreas.

3. Tinggi antioksidan

bawang putih hitam Foto: flickr/Hiroki Yamamoto

Menurut hasil penelitian, bawang putih hitam kaya akan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas penyebab; penyakit jantung, alzheimer, masalah peredaran darah, peradangan sendi, dan penyakit kronis lainnya.

4. Melindungi dari infeksi

bawang putih hitam Foto: flickr/FoodBev Photos

Bawang putih hitam juga mengandung zat antimikroba, antibiotik, dan antijamur dalam bahan aktifnya, allicin. Zat-zat tersebut berguna untuk membantu meningkatkan metabolisme sehingga melindungi dari infeksi.

5. Mengurangi lemak

ilustrasi kelebihan berat badan. Foto: Thinkstock

Bagi kamu yang sedang menjalankan diet, bawang putih hitam bisa jadi salah satu bahan yang dapat menjadi bumbu pada makananmu, lho. Sebab, bawang putih hitam dapat menurunkan jumlah lemak dalam tubuh, termasuk lemak di perut.

6. Menjaga kesehatan jantung

bawnag putih hitam Foto: flickr/Hiroki Yamamoto

Kandungan senyawa S-allylcysteine dalam bawang putih hitam yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, dapat juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.

7. Mencegah penuaan

Ilustrasi perempuan sedang melakukan perawatan kecantikan. Foto: Shutter Stock

Bawang putih hitam memiliki kemampuan untuk mengganti sel dalam tubuh yang rusak. Sehingga sel-sel tersebut dapat kembali diperbarui. Jadi, bagi kamu yang ingin awet muda, tak ada salahnya lho rutin mengkonsumsi bawang putih hitam.