Kumparan Logo

Mengungkap 7 Proses Pengolahan Kopi, dari Biji Mentah hingga Pengemasan

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mesin Roasting Kopi Common Grounds. Foto: Monika Febriana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mesin Roasting Kopi Common Grounds. Foto: Monika Febriana/kumparan

Tak hanya masyarakat dunia, kopi juga menjadi minuman favorit warga Indonesia. Terlebih Indonesia merupakan negara terbesar keempat sebagai produsen kopi dunia. Kenikmatan kopi bukan hanya berasal dari kualitas biji, melainkan juga proses pembuatan yang terbilang panjang.

Namun ternyata, tidak semua coffee shop di Indonesia memiliki pabrik pengolahan sendiri atau yang disebut dengan roastery. Common Grounds merupakan salah satu coffee shop yang memiliki roastery sendiri.

Beberapa waktu lalu, kumparanFOOD berkesempatan untuk mengunjungi coffee roastery yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk, pada Selasa (6/9). Rizky Ramadhani selaku Assistant Production Manager at Common Grounds Coffee Roastery mengajak kami melihat langsung proses pengolahan kopi sebelum dinikmati pelanggan. Berikut tahapan selengkapnya:

1. Penimbangan biji kopi

Biji kopi yang belum diolah. Foto: Monika Febriana/kumparan

Biji kopi yang masih hijau, yang didapatkan dari petani mula-mula ditimbang dan dibagi sebelum memasuki proses lebih lanjut. Biji kopi yang masih hijau dibedakan antara untuk komersial dan specialty.

2. Roasting

Kopi yang sedang di roasting. Foto: Monika Febriana/kumparan

Tahap selanjutnya adalah pemanggangan. Di Common Grounds memiliki dua mesin roasting berdasarkan jenis kopi yang dipisahkan sebelumnya.

“Kalau di sini ada dua mesin, yang untuk komersil dan specialty. Kalau komersil biasanya mengolah lebih banyak hingga 25 kilogram. Sementara itu, specialty hanya dapat mengolah 5-6 kilogram,” ujar Rizky kepada kumparanFOOD.

3. Proses pendinginan

Biji kopi yang siap disajikan. Foto: Monika Febriana/kumparan

Setelah proses pemasakan atau pemanggangan, kopi dikeluarkan untuk menurunkan suhunya. Proses pendinginan ini memerlukan waktu sekitar 5-6 menit atau sesuai kebutuhan sampai kopi benar-benar dingin.

4. Blending dan sorting

Biji kopi yang siap disajikan. Foto: Monika Febriana/kumparan

Kopi dari petani tidak semuanya bersih. Terkadang ada kopi yang tercampur material dari luar seperti batu atau kopi yang pecah. Oleh karena itu, proses ini akan memisahkan antara kopi dengan material tersebut. Rizky juga menjelaskan bahwa biasanya proses ini hanya untuk kopi komersil.

Berikutnya, kalau kopi single origin bisa langsung dikemas. Sementara itu, untuk bahan kopi blend maka akan dicampur terlebih dahulu.

5. Quality control

Aneka biji kopi yang siap diolah dan aneka kopi yang telah diseduh. Foto: Monika Febriana/kumparan

Sebelum dikemas penting untuk mengetahui kualitas dari biji kopi yang akan dikirim. Kopi di cek setelah di roasting, lalu di resting selama satu hari. Kemudian di hari berikutnya, kopi mulai di testing. Apabila kopi sudah dinilai baik selanjutnya akan diproses ke tahap berikutnya.

6. Packing

Aneka biji kopi yang siap diolah dan aneka kopi yang telah diseduh. Foto: Monika Febriana/kumparan

Sebelum dikirim penting untuk kopi dikemas guna menjaga kualitas dari kopi itu sendiri. Oleh karena itu, pengemasan berfungsi menjaga kopi yang telah diolah hingga sampai ke tangan pelanggan.

7. Pengiriman

Latte ala Common Grounds. Foto: Monika Febriana/kumparan

Setelah melewati rangkaian tersebut, barulah kopi siap dikirim menuju alamat pelanggan. Kopi pun siap dinikmati oleh pelanggan baik melalui coffee shop maupun diolah sendiri di rumah.

Reporter: Monika Febriana