Mentega atau Margarin, Mana yang Lebih Sehat?
ยทwaktu baca 3 menit

Mentega maupun margarin kerap digunakan untuk membuat roti atau memasak beberapa makanan. Tapi, apakah pernah muncul di pikiranmu, kira-kira mana yang lebih sehat untuk memasak di rumah?
Sejatinya kedua bahan masakan ini memiliki isi yang berbeda. Sehingga cara menggunakannya pun akan berbeda. Mentega memiliki warna kuning dengan tekstur layaknya krim. Terbuat dari susu sapi yang dikocok sampai berubah menjadi zat tebal dan kekuningan.
Angela Blackstone, ahli gizi di Ohio State University Wexner Medical Center Columbus mengatakan bahwa mentega berasal dari lemak hewani yang mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh ini dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL), dan risiko penyakit jantung. Sementara margarin, adalah makanan olahan yang dirancang mirip dan memiliki rasa seperti mentega. Mengutip Healthline, margarin sering direkomendasikan sebagai bahan pengganti mentega agar jantung tetap sehat.
Sementara Fox News melansir, dalam pembuatannya margarin akan melalui proses hidrogenasi yang menggunakan lemak trans untuk memperkuat minyak nabati. Hal ini juga dikatakan dalam British Medical Journal tahun 2015 , bahwa lemak trans dari proses tersebut tidaklah sehat. Maka, semakin padat margari, semakin tinggi pula lemak transnya dan hal ini bisa menyebabkan meningkatnya kolesterol jahat serta menurunkan kolesterol baik (HDL).
Mengonsumsi kedua bahan ini sejatinya memang memiliki efek baik dan buruk untuk kesehatan, hanya saja kamu perlu memilah-milah dan memperhitungkan seberapa sering mengonsumsi mentega ataupun margarin.
Manfaat mentega dan margarin untuk kesehatan
Lebih lanjut, menurut jurnal Advances in Nutrition tahun 2013, mengonsumsi mentega memiliki beberapa vitamin K2 untuk meningkatkan kesehatan tulang apabila berasal dari susu sapi yang diberi pakan rumput. Mengonsumsi mentega tentunya dalam jumlah yang secukupnya saja, ya, karena tidak baik juga bila dikonsumsi terlalu banyak.
Adapun risiko mengonsumsi mentega, yaitu meningkatkan kolesterol dan memiliki lemak jenuh yang tinggi, sehingga menyebabkan risiko penyakit jantung apabila dikonsumsi berlebihan, menurut jurnal penelitian Annals of Nutrition & Metabolism 2017. Sementara, mengonsumsi margarin menjadi aman tergantung minyak sayur yang dipakai dan bagaimana memprosesnya.
Margarin berbasis minyak kedelai mengandung sekitar 20 persen lemak tak jenuh ganda, menurut Food Data Central. Lemak tak jenuh ganda umumnya dianggap sehat. Bahkan, mungkin memiliki manfaat untuk kesehatan jantung bila dibandingkan dengan lemak jenuh.
Namun, mengonsumsi margarin yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan karena mengandung tinggi lemak trans dan lemak omega 6. Ini karena, dengan makan terlalu banyak lemak omega-6 dapat meningkatkan peradangan kronis.
Nah maka dari itu, kalau kamu lebih suka margarin daripada mentega, pastikan untuk memilih merek bebas lemak trans dan pilihlah produk yang dibuat dengan minyak sehat; seperti minyak zaitun atau kedelai. Jika kamu menyukai mentega, maka pertimbangkan untuk membeli produk yang terbuat dari susu sapi yang diberi makan rumput.
Penulis: Ade Naura Intania
