Minat Terhadap Kampanye Veganuary Meningkat Selama Pandemi COVID-19

4 Januari 2021 17:42 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Vegan Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Vegan Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Awal tahun ini, antusiasme komunitas vegan dinyatakan meningkat, mengingat kampanye Veganuary yang akan diadakan setiap awal tahun, seperti dikutip dari The Independent. Hal ini terjadi lantaran pandemi 2020 mengubah kebiasaan lama seseorang untuk mencoba hal baru —salah satunya menjadi seorang veganisme.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, penyelenggara kampanye Veganuary sedang mempersiapkan tahun terbesar mereka, melihat lebih banyak orang mencoba pola makan nabati tersebut selama pandemi. Bagi yang belum familiar, Veganuary adalah sebuah kampanye untuk mengajak orang mencoba pola makan nabati di setiap tahun baru.
Organisasi nirlaba dari Inggris itu berusaha mengajak orang-orang untuk menjadi vegan di bulan Januari dan seterusnya. Pertama kali diadakan pada tahun 2014, tantangan ini telah menyebar ke seluruh dunia —dengan lebih dari 400.000 orang berjanji untuk mengikuti gerakan ini pada awal tahun 2020 lalu.
Ilustrasi mengonsumsi makanan vegetaraian dan vegan Foto: Shutterstock
Sebelum memulai pelaksanaan kampanye Veganuary 2021, para panitia telah melakukan survei di bulan Agustus, dan menemukan bahwa sepertiga orang di Inggris lebih banyak mengonsumsi makanan vegan —sebagai akibat dari wabah COVID-19, terutama dalam upaya menjadi lebih sehat.
ADVERTISEMENT
Tahun ini, penyelenggara berharap 500.000 orang akan menandatangani janji veganismenya selama sebulan; sehingga melewati rekor 400.000 orang di tahun lalu. Hingga saat ini, lebih dari 350.000 orang telah secara resmi terdaftar untuk berpartisipasi —di antaranya merupakan karyawan dari beberapa perusahaan multinasional terbesar di Inggris, seperti Nestle dan PwC.
Pola makan nabati yang terencana dengan baik dapat memenuhi kebutuhan nutrisi selama semua tahap kehidupan, sementara ada manfaat lingkungan dan kesehatan juga,” ungkap Marco Settembri, kepala eksekutif Nestlé (Eropa, Timur Tengah dan Afrika Utara).
“Tahun ini saya mendorong semua karyawan untuk berpartisipasi dalam Veganuary dan mendaftar tantangan ini. Saya senang menjadi bagian dari gerakan ini yang tumbuh di seluruh Eropa dan sekitarnya,” tambahnya.
ADVERTISEMENT

Beberapa perusahaan besar dunia mendorong karyawannya untuk mengikuti veganuary

Ilustrasi Vegan Foto: Shutter Stock
Selain itu, beberapa perusahaan retail juga mengambil tindakan yang sama. April Preston, direktur pengembangan produk di Marks & Spencer, mengatakan akan memperluas dapur vegan Plant Kitchen untuk mengantisipasi Veganuary.
“Tim makanan Marks & Spencer terlibat sepenuhnya dan akan membuat serangkaian video mingguan secara internal, yang membandingkan berbagai produk dari Plant Kitchen dengan produk daging, serta mencari tahu mana yang lebih unggul,” katanya.
Walaupun pola makan vegan atau nabati ini tidak dapat mencegah seorang individu tertular COVID-19, para ahli kesehatan telah sepakat bahwa diet kaya sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan, dapat membentuk daya tahan tubuh lebih baik.
Misalnya, ulasan yang diterbitkan JAMA Internal Medicine menemukan bahwa diet vegetarian dikaitkan dengan tekanan darah lebih rendah dibandingkan dengan diet omnivora (makan daging dan nabati). Sebuah studi dalam Journal of Geriatric Cardiology juga menemukan bahwa mengonsumsi makanan yang sebagian besar atau cenderung vegan dapat bermanfaat baik untuk pencegahan dan pengobatan hipertensi.
ADVERTISEMENT
Dengan ini, pola makan vegan dapat membantu mengurangi keparahan kondisi dari penderita COVID-19 hingga mencegah komplikasi ke penyakit lain. Bagaimana, kamu tertarik menjadi vegan?
Reporter: Natashia Loi