Kumparan Logo

Pisang Ternyata Bisa Mengurangi Nutrisi dalam Smoothie

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi smoothie  kulit pisang Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi smoothie kulit pisang Foto: Shutterstock

Kalau lagi cari minuman sehat, smoothie sering jadi pilihan favorit. Minuman yang dibuat dari buah atau sayur yang diblender halus ini dikenal punya tekstur kental dan rasa yang bisa disesuaikan dengan selera.

Kita memang bebas memilih bahan untuk ditambahkan ke dalam smoothie. Tapi ternyata, enggak semua buah cocok, lho. Salah satunya adalah pisang.

Ya, smoothie dikenal kaya nutrisi karena biasanya mengandung buah-buahan seperti apel, blueberry, anggur, hingga kakao. Buah-buahan ini mengandung flavanol, senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan fungsi kognitif.

Namun, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food & Function (2023), menambahkan pisang ke dalam smoothie justru bisa mengurangi penyerapan flavanol dalam tubuh.

Tinggi Kadar Enzim Polifenol Oksidase

smoothies pisang Foto: Shutterstock

Buah berwarna kuning ini mengandung enzim polifenol oksidase (PPO), yaitu enzim yang membuat warna pisang berubah menjadi cokelat. Tapi, fungsi PPO ternyata gak cuma memengaruhi tampilan. Enzim ini juga dapat menghambat penyerapan flavan-3-ol, salah satu jenis flavanol yang biasanya berasal dari buah lain dalam smoothie.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Food & Function (2023), para peneliti mengukur jumlah flavanol yang terserap ke tubuh setelah mengonsumsi smoothie. Penelitian ini melibatkan partisipan yang diberi dua jenis smoothie, satu mengandung campuran beri dan pisang, satu lagi hanya berisi beri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar flavanol dalam smoothie, serta jumlah yang diserap tubuh menurun drastis saat pisang ditambahkan. Bahkan, para peneliti juga menemukan bahwa penyerapan flavanol bisa berkurang hingga 84%. Hal ini disebabkan oleh enzim PPO dalam pisang yang bereaksi cepat dengan flavanol, membuat senyawa tersebut terurai dan akhirnya tidak bisa diserap ke dalam aliran darah.

Alternatif Kombinasi Buah yang Tepat

Cara Menurunkan Berat Badan dengan 3 Menu Smoothies yang Mudah Dibuat. Foto: Shutterstock

Smoothie tetap bisa menjadi pilihan minuman yang bisa meningkatkan asupan flavanol. Namun, kombinasi buah yang dipakai harus tepat agar nutrisinya tetap terjaga dan bermanfaat untuk tubuh.

Profesor Nutrisi dan Ilmu Pangan University of Reading, Gunter Kuhnle, mengatakan bahwa untuk meningkatkan asupan flavanol lewat smoothie, kombinasi buah yang bisa dipakai adalah mencampurkan buah kaya flavanol seperti beri dengan makanan yang rendah enzim PPO, misalnya nanas, jeruk, mangga, atau yogurt.

Meski terbukti dapat mengurangi penyerapan flavanol ketika ditambahkan ke smoothie, bukan berarti pisang adalah buah yang tidak bagus untuk kesehatan. Profesor Kuhnle menambahkan bahwa pisang tetap menjadi buah yang bernutrisi, terutama jika dikonsumsi secara utuh atau terpisah.

"Pisang mungkin dikesampingkan dari smoothie pagi jika Anda ingin meningkatkan asupan flavanol, tetapi pisang tetaplah buah yang baik dan dapat memainkan peran penting dalam banyak diet sehat,” jelas Profesor Kuhnle seperti dikutip dari laman University of Reading, Kamis (21/5).

Memilih bahan untuk smoothie mungkin terlihat sepele, tapi ternyata bisa memengaruhi seberapa banyak nutrisi yang diserap tubuh. Dengan memilih kombinasi bahan yang tepat, manfaat smoothie sebagai minuman sehat pun bisa lebih maksimal.

Reporter Salsha Okta Fairuz