Rahasia Menjaga Kualitas Produk pada Bisnis Makanan Online

Saat ini, banyak bisnis makanan yang tak lagi mengandalkan toko fisik dan sistem penjualan konvensional. Ya, tak hanya produk-produk baju atau elektronik saja, kini bisnis makanan juga sudah banyak yang merambah online.
Mereka memanfaatkan media sosial, maupun e-commerce untuk memasarkan produknya. Coba saja tengok media sosial Instagram, tak sedikit makanan-makanan dengan tampilan menggoda yang 'dijajakan' di timeline.
Dari makanan kemasan seperti bakso aci instan, hingga jajanan kue basah laiknya lapis legit, juga bisa dipesan pelanggan via online. Bahkan, sambal botolan pun banyak dijajakan lewat media sosial.
Penghasilan yang jauh lebih menguntungkan, jadi alasan kenapa bisnis makanan online terlihat lebih menjanjikan. Tak usah keluar biaya untuk buka toko fisik, keuntungan sudah bisa mengalir.
Namun, untuk bisnis makanan secara online, tentu tak boleh melupakan satu hal; yakni kualitas dan rasa yang tetap terjaga, hingga makanan sampai ke pelanggan.
"Customer experience penting, karena kalau kualitas makanan yang dijual berubah-ubah, konsumen juga kurang merasa puas," ungkap Executive Advisor Paxel yang juga pengusaha kawakan, Johari Zein dalam acara Paxel Ngopi #NgobrolUKM di Cohive 101, Mega Kuningan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Apalagi, kalau jenis makanan yang dijual rentan busuk dan menurun kualitasnya. Tentunya, dibutuhkan kecepatan pengiriman supaya makanan tetap lezat saat dinikmati pelanggan.
Menurut laporan Buy and Send Insights yang dilakukan oleh Paxel dan Media Buffet selama bulan Januari-Juni 2019 terhadap pengguna aktif Paxel, kecepatan pengiriman jadi pertimbangan utama bagi pebisnis makanan online dalam memilih penyedia jasa logistik.
Isu kecepatan ini sangat relevan, terutama bagi penjual makanan yang harus memastikan barang sampai dengan cepat dan kualitas optimal.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan, 97 persen responden mengalami peningkatan volume pengiriman, setelah menggunakan jasa same day delivery pada bisnis mereka.
Misalnya, pebisnis makanan Pisang Goreng Madu Bu Nanik. Sebelumnya, mereka mengirimkan tiga ton pisang mentah per harinya untuk area Jabodetabek saja, kini jumlahnya meningkat hingga empat ton per hari.
"Setelah pakai jasa pengiriman same day antar kota, bisa sampai 30-40 persen naiknya omzet," jelas Michelle K Molloy, COO CV. Bu Nanik Group dalam kesempatan yang sama.
Hasil riset tersebut mampu mengindikasikan, bahwa layanan same day delivery memiliki peran penting bagi bisnis makanan. Mereka memperluas pasar mereka hingga lintas kota, tanpa mengorbankan kualitas produk yang dijual.
