Riset: Makan Kimchi Membantu Melindungi Tubuh dari Serangan Virus Corona

Pandemi virus corona menyadarkan kita akan betapa pentingnya menjaga sistem imun tubuh. Para ahli kesehatan pun gencar mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi makanan dan minuman sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh --terutama yang kaya akan vitamin B, C, D, dan E.
Namun, dilansir Eat This, baru-baru ini ada sebuah penelitian yang mengaitkan rendahnya tingkatkan kematian pada negara-negara yang mengonsumsi kubis fermentasi.
Memang sudah sejak lama ahli kesehatan dan diet mengungkapkan bahwa pola makan nabati dapat mencegah risiko penyakit kronis, dan melindungi tubuh dari penyakit menular.
Salah satunya, Dr. Jean Bousquet dari Kedokteran Paru di Universitas Montpellier di Prancis pun mengungkapkan bahwa ada beberapa makanan yang dapat melindungi tubuh dari serangan virus corona; salah satunya kimchi dan asinan kubis.
Kimchi dan sauerkraut dapat mengurangi enzim ACE2
Hal ini pun semakin diperkuat dengan penelitian terkait manfaat kimchi ini diterbitkan dalam jurnal Clinical and Translational Allergy pada Mei 2020 lalu. Penelitian tersebut menemukan bahwa masyarakat di negara-negara yang mengonsumsi kubis fermentasi memiliki tingkat kematian akibat COVID-19 lebih rendah. Tim peneliti pun memfokuskan studinya pada negara seperti Jerman dan Korea Selatan.
Jerman diketahui memiliki makanan khas fermentasi berupa asinan kubis atau yang dinamakan sauerkraut. Makanan ini terdiri dari potongan kubis atau kol yang kemudian difermentasi dengan bantuan bakteri asam laktat.
Sedangkan kimchi, terbuat dari sayuran segar seperti sawi, timun, atau lobak yang difermentasi dengan bumbu pedas gochujang. Sebelum diketahui dapat melindungi tubuh dari risiko COVID-19, kimchi sudah sejak lama dikenal memiliki manfaat baik untuk kesehatan jantung, mempertajam pengelihatan, menjaga berat badan, hingga makanan anti-inflamasi.
Tak hanya itu, ternyata para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi kubis fermentasi secara rutin dapat mengurangi kadar enzim ACE2. Enzim ini berupa protein yang dapat melekat pada sel-sel di permukaan paru-paru; dan menyebabkan timbulnya lubang-lubang yang memudahkan virus masuk ke dalam paru-paru. Dengan berkurangnya kadar enzim ACE2 maka paru-paru pun dapat terlindung dari serangan virus.
Terlebih, makanan fermentasi tersebut kaya akan antioksidan yang juga berperan dalam melindungi sistem imun tubuh.
Bukan hanya karena rutin mengonsumsi kimchi atau sauerkraut saja, sebenarnya ada faktor lain yang membuat tingkat kematian akibat virus corona di Jerman dan Korea Selatan rendah. Seperti disiplinnya masyarakat setempat untuk menggunakan masker dan lengkapnya fasilitas kesehatan.
Namun, dengan adanya penelitian ini mengungkapkan bahwa di negara-negara di mana kubis fermentasi tidak dikonsumsi secara teratur, tingkat kematian akibat virus corona lebih tinggi. Misalnya, tingkat kematian di Italia 14,37 persen dan di Inggris, bahkan lebih tinggi yaitu 15,43 persen.
Dr. Jean Bousquet pun menyarankan, tak ada salahnya, untuk kita mengonsumsi makanan sehat yang telah diketahui manfaatnya dalam menguatkan serta melindungi daya tahan tubuh terutama di tengah pandemi ini.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
