Food & Travel
·
9 Desember 2019 13:55

Riset: Mengunyah 32 Kali Bikin Pencernaan Lebih Sehat

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Riset: Mengunyah 32 Kali Bikin Pencernaan Lebih Sehat (271614)
searchPerbesar
Ilustrasi mengunyah makanan Foto: dok.shutterstock
Makan memang menjadi kegiatan paling mengenyangkan. Rasa makanan yang enak bisa memuaskan perut yang lapar. Tapi, terkadang dari kita suka malas mengunyah hingga makanan halus. Padahal mengunyah agak lebih lama membantu kerja pencernaan, lho agar tidak terlalu berat.
ADVERTISEMENT
Mengutip Healthline, banyak ahli menyarankan untuk kita mengunyah 32 kali. Bahkan umat Muslim dianjurkan melalui sebuah hadis Rasulullah untuk mengunyah hingga 33 kali. Ini merupakan salah satu ajaran hidup sehat yang diturunkan Rasulullah.
Bukan hanya sebuah ajaran, banyak penelitian yang sudah membuktikan khasiat dari mengunyah 32 kali tersebut. Terutama ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan pencernaan.
Mengunyah menjadi langkah pertama kerja pencernaan kita. Saat mengunyah, mulut mengeluarkan air liur bersamaan dengan enzim amilase yang memecah pati menjadi karbohidrat sederhana; yaitu maltosa.
Riset: Mengunyah 32 Kali Bikin Pencernaan Lebih Sehat (271615)
searchPerbesar
Usus besar dan saluran pencernaan manusia. Foto: Elionas2 via pixabay
Makanan yang dikunyah kemudian bergerak masuk ke dalam usus kecil, dan bercampur lagi dengan banyak jenis enzim lainnya sehingga kembali terpecah. Kemudian, usus kecil menyerap nutrisi hasil perpecahan tersebut.
ADVERTISEMENT
Sementara limbahnya dibuang ke usus besar, kemudian keluar melalui proses buang air kecil maupun besar. Jika kamu mengunyah terlalu cepat, maka potongan makanan yang tertelan tak cukup halus untuk dicerna usus kecil sehingga kerjanya akan semakin berat. Kasihan kan!
Bukan cuma itu, para ahli mengatakan semakin cepat kamu mengunyah, semakin banyak makanan yang kita akan makan. Sebab, mengunyah lebih lamban juga membuat perut lebih kenyang dan berat badan dapat terkontrol.
Riset: Mengunyah 32 Kali Bikin Pencernaan Lebih Sehat (271616)
searchPerbesar
Ilustrasi makan makanan pedas. Foto: Shutterstock
Dalam sebuah penelitian, 30 perempuan mengunyah makanan dengan kecepatan yang berbeda-beda. Hasilnya, perempuan yang mengunyah makanan lebih lamban merasa mudah kenyang; daripada mereka yang makannya cepat-cepat.
Ini juga dibuktikan dalam penelitian yang diterbitkan dalam buku berjudul Obesity tahun 1926. Menurut penulisnya yakni dokter Leonard Williams mencatat, bahwa perut membutuhkan makanan yang benar-benar terkunyah hancur oleh gigi agar nutrisinya terserap sempurna.
ADVERTISEMENT
Bukan cuma itu, konon dengan menjalankan kebiasaan makan yang baik ini juga dapat membuat penderita insomnia tidur lebih cepat dan pulas.
Jadi bagaimana, masih mau malas mengunyah 32 kali?