Kumparan Logo

Riset: Rutin Sarapan Bisa Mencegah Obesitas

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Obesitas. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Obesitas. Foto: Shutterstock

Rutinitas yang terlalu banyak, terkadang memaksa kita untuk melewatkan sarapan. Kita juga rutin menggabungnya dengan makan siang, istilahnya brunch.

Seperti survei yang dilakukan Food Insight, lebih dari 90 persen orang Amerika setuju sarapan itu penting, namun hanya 44 persen di antaranya yang rutin sarapan setiap hari.

Hal tersebut sangat berbeda dengan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism oleh University of Lubeck di Jerman. Mereka menemukan tubuh lebih baik mengolah makanan di pagi hari.

Ilustrasi Sarapan. Foto: Dok. Pixabay

Tubuh manusia mengeluarkan energi untuk menyerap, mencerna, menghantarkan, dan menyimpan nutrisi ketika mencerna makanan. Proses itu dinamakan dengan diet-induced thermogenesis (DIT), menggunakan ukuran seberapa baik kinerja metabolisme kita yang bergantung pada waktu makan.

Seperti yang dikatakan peneliti, Juliane Richter, “Penelitian kami menunjukkan kalau sarapan, terlepas dari jumlah kalori yang ada, menciptakan thermogenesis yang diinduksi (pembakaran lemak) diet dua kali lebih tinggi daripada makanan yang sama ketika makan malam.”

Ilustrasi Berat Badan Foto: Dok. Shutterstock

Proses penelitian dilakukan dengan studi laboratorium selama tiga hari terhadap 16 pria yang memiliki berat badan normal; tipe penelitian dilakukan secara crossover. Ada yang mengonsumsi sarapan rendah kalori dan makan malam berkalori tinggi, begitu sebaliknya di babak kedua.

Hasilnya, konsumsi kalori menyebabkan DIT-nya naik 2,5 lebih tinggi di pagi hari, dibandingkan malam setelah makanan tinggi kalori dan rendah kalori.

Dibandingkan dengan makan malam, peningkatan gula darah dan konsentrasi insulin dipicu yang oleh makanan, justru akan berkurang setelah sarapan.

Di sisi lain, hasil juga menunjukkan sarapan yang rendah kalori akan meningkatkan nafsu makan, terutama untuk makanan manis seperti permen.

Para peneliti merekomendasikan pasien obesitas yang sehat, sebaiknya tidak melewatkan sarapan dibandingkan makan malam. Hal tersebut bertujuan untuk menurunkan berat badan, dan mencegah kerusakan pada sistem metabolisme.

Reporter: Anselma Hesti

embed from external kumparan