Kumparan Logo

Sedap! Menikmati Daging Omi Hime Sepuasnya Seharga Rp 1,5 juta

kumparanFOODverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Shabu-shabu omi hime di Kahyangan Restaurant Foto: Azalia Amadea/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Shabu-shabu omi hime di Kahyangan Restaurant Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Daging sapi punya rasa, bau, dan tekstur yang khas. Semakin baik kualitas dagingnya, maka semakin nikmat pula untuk disantap. Misalnya saja, daging sapi dengan jenis omi hime asal Jepang yang punya serat lemak super rapat (marbling) sehingga lembut ketika dimakan.

Daging seperti ini bisa kamu nikmati di Kahyangan Restaurant yang berada di lantai 28, Wisma Nusantara, Thamrin, Jakarta Pusat. Pada Kamis (5/9) pun kumparan mendapat kesempatan untuk mencicipi daging yang harganya diperkirakan bisa mencapai Rp 5 juta tersebut.

Juru masaknya yakni Chef Shintani, juga didatangkan langsung dari Jepang untuk memasak sajian spesial omi hime ini.

Namun, di Kahyangan Restaurant dengan konsep free flow beef makanan ini dihargai Rp 1,5 juta ++ per pax-nya. Tamu bisa makan daging super lembut ini hingga puas. Disajikannya dalam berbagai varian masakan, sehingga bisa menikmati dalam cita rasa yang berbeda-beda.

Begitu pula ketika kami makan, sajian pertama yang dihidangkan adalah omi beef tataki. Makanan pembuka ini berupa 3 lembar potongan daging omi hime yang dimasak medium rare. Lalu, dihidangkannya dengan sedikit kucuran soyu serta irisan rawit merah.

Daging omi hime di Kahyangan Restaurant Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Daging ini punya lemak yang cukup padat di bagian tengah. Jadi, ketika digigit lemaknya langsung pecah di mulut, membuat rasa daging semakin gurih. Dimakan bersama soyu serta cabai rawit, dagingnya semakin kaya rasa.

Selanjutnya, kami dihidangkan roasted omi beef with tartar sauce. Ditata cantik di atas piring lebar, makanan ini terdiri; dari omi nigiri (sushi), beef tartar, dan tamago. Ketiganya dilengkapi potongan daging omi hime.

Omi hime di Kahyangan Restaurant Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Untuk sushinya menggunakan dua varian daging; yakni roasted dan shabu beef. Keduanya punya cita rasa yang mirip, sama-sama lembut, hanya tingkat kematangannya saja yang membuat kedua sushi itu tampak sedikit berbeda.

Sementara, beef tartarnya terasa gurih, creamy, dengan daging yang dipotong dadu kecil sehingga lebih ringan ketika dikunyah. Tak ketinggalan tamago yang dilengkapi seiris daging goreng.

Sampailah kami pada mencicipi hidangan utama yakni shabu-shabu. Seperti shabu-shabu pada umumnya, makanan ini dilengkapi; aneka sayuran segar, jamur, tahu, bakso kepiting, dan tentunya daging omi hime.

Acara omi hime di Kahyangan Restaurant Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Untuk dagingnya diiris tipis melebar, dan dilipat. Sepiring dagingnya berisi tiga lipatan daging omi hime mentah. Sama seperti menyantap wagyu pada sajian shabu-shabu, daging omi hime hanya perlu dicelupkan ke kuah sebanyak tiga sampai lima kali saja.

Sebelum dimakan, daging harus dicelupkan ke kahyangan signature ponzu dipping sauce yang asam, manis, dan asin. Saus celupan ini sebelumnya juga boleh diracik dahulu agar sesuai selera; dengan bisa ditambahkan cacahan bawang putih, lobak, cabai rawit, biji wijen, serta daun bawang.

Shabu-shabu omi hime di Kahyangan Restaurant Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Di mangkuk terpisah, tersedia juga saus kacang untuk cocolan sayur yang sudah direbus dalam kuah shabu-shabu. Menyajikan daging omi hime dengan cara shabu-shabu ini, membuat cita rasanya tercecap gurih natural laiknya daging rebus.

Uniknya, daging omi hime ini tidak berbau amis sama sekali. Dagingnya juga super lembut, tidak susah dikunyah, gurih, dan langsung lumer ketika masuk ke mulut. Ditambah dipping sauce membuat rasa dagingnya segar sehingga tidak bikin enek.

Rupanya, rasa daging omi hime yang lembut ini dikarenakan sapinya dirawat secara khusus dengan penuh kasih sayang. Bahkan dikatakan Sawai, pemilik peternakan omi hime di Jepang, dirinya merawat sapi-sapi miliknya seperti anak sendiri.

Acara omi hime di Kahyangan Restaurant Foto: Azalia Amadea/Kumparan

"Peternakan kami sudah ada sejak 400 tahun yang lalu, tepatnya berada di provinsi Shiga. Di sana sapi kami dirawat di alam yang masih sangat baik. Air untuk minumnya memiliki kandungan mineral yang tinggi, dengan pakan khusus. Kandangnya juga dibuat nyaman dengan luas sekitar 20 meter, yang satu kandang berisi dua ekor sapi. Kebersihan kandangnya pun juga sangat terjaga agar tidak bau," terang Sawai kepada kami.

Daging omi hime yang diekspor ke Indonesia ini juga sudah mendapat sertifikasi halal. Mulai dari pemeliharaan, sampai pemotongannya sudah tersertifikasi halal. Bahkan, setiap dagingnya yang dikirim ke Indonesia pun dilengkapi juga dengan dokumen kehalalan. Sudah rasanya nikmat, halal pula, jadi kita tak perlu khawatir lagi.

Bagi yang penasaran ingin makan daging omi hime ini sampai puas, kamu bisa menikmatinya setiap hari Sabtu dan Minggu di Kahyangan Restaurant saat brunch. Jadi, datanglah sekitar pukul 11.30 - 15.00 WIB.

embed from external kumparan