Kumparan Logo

Sejak Lama Jadi Makanan Khas, Warga Italia Tolak Mesin Otomatis Penjual Pizza

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mesin penjual pizza otomatis di Roma, Italia. Foto: AFP/Filippo Monteforte
zoom-in-whitePerbesar
Mesin penjual pizza otomatis di Roma, Italia. Foto: AFP/Filippo Monteforte

Pizza sudah sejak lama menjadi makanan khas kebanggaan warga Italia. Namun, kehadiran mesin penjualan otomatis atau vending machine yang menghadirkan pizza dinilai asing. Meski ini diluncurkan oleh Mr Go Pizza.

Mengutip CNN, mereka baru saja meluncurkan mesin penjualan yang menyediakan pizza siap santap di Roma, Italia. Uniknya, makanan berbahan dasar roti tersebut hanya memakan waktu 3 menit saja dalam proses persiapannya.

Mesin bernuansa merah itu menyediakan empat pilihan rasa pizza yang cukup beragam. Bagi para pembeli yang akan menggunakan mesin penjual pizza otomatis itu hanya cukup mengeluarkan biaya sekitar USD 5-7 atau setara dengan Rp 74-102 ribu saja.

embed from external kumparan

Pada bagian badan vending machine, diberi celah dan jendela kecil. Ini supaya para pembeli bisa melihat langsung proses mengaduk dan memanggang pizza pesanannya. Hmm, sebenarnya cukup menarik, ya?

Salah seorang pembeli yang sudah pernah mencobanya pun mengakui bila mesin ini cukup bermanfaat. Apalagi untuk orang-orang yang tak sempat membuat atau membeli sarapan; makan pizza 3 menit bisa jadi kudapan pengganjal perut.

Meski begitu, pembeli lainnya memberikan tanggapan berbeda perihal ukuran pizza yang lebih kecil. Lantaran ini memang hanya dijadikan kudapan praktis, maka pembeli tak bisa berharap lebih. Pasalnya, dari ukuran saja sudah berbanding terbalik dengan ketika kamu membeli pizza di restoran. Selain itu, topping-nya juga hanya diberi secukupnya, tak terlalu melimpah.

Mesin penjual pizza otomatis di Roma, Italia. Foto: AFP/Filippo Monteforte

Bagi orang-orang di Italia, mereka tidak melihat ada sisi yang harus dibanggakan dari mesin elektrik pembuat makanan ini. Lantaran pizza sudah jadi kuliner legendaris sejak puluhan tahun lamanya. Sehingga, pembeli yang sudah mencicipi Mr Go Pizza akan mengatakan kalau makanan ini tak seperti pizza ala orang Italia.

Walau begitu, Fabrizia Pugliese, salah satu penduduk asli Roma mengungkapkan kalau setidaknya mencoba pizza buatan mesin modern adalah ide yang brilian. Terlebih rasanya sangat mirip dengan roti piadina yang populer di Italia. Teksturnya tak beragi, sangat tipis juga lembut.

Mesin penjual pizza otomatis di Roma, Italia. Foto: AFP/Filippo Monteforte

Tapi tetap saja, sensasi dan pengalaman makan seporsi hidangan bulat pipih beraneka ragam topping itu sebenarnya terletak dari cara pembuatannya. Pizza harus benar-benar dimakan saat panas, serta masaknya harus dalam oven tradisional dari batu bata.

Sepertinya, Mr Go Pizza mesti bersaing dengan pangsa pasar pizza tradisional. Kendati mesin itu terbilang sangat unik, namun bukan berarti akan selalu laris manis.

Giovanni Campana, seorang pembuat pizza di restoran Napolitana, mengatakan pula bahwa dirinya tak tertarik mencoba pizza dari ‘mesin’. Menurutnya, ia lebih baik makan sajian pizza yang diproses secara tradisional sehingga cita rasanya tetap autentik.

Reporter: Balqis Tsabita Azkiya

kumparan post embed
kumparan post embed