Sejawaran Kuliner: Kecap Manis adalah Culinary Gem Indonesia yang Tak akan Punah

9 Oktober 2023 9:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menambahkan kecap saat memasak Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Menambahkan kecap saat memasak Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kuliner Indonesia bukan hanya berarti hidangan atau hasil olahan makanannya saja. Kuliner Indonesia juga mencakup bumbu, bahan baku, rempah, sampai bahan saus seperti kecap.
ADVERTISEMENT
Tahukah kamu, kecap manis hanya ada di Indonesia? Kecap manis merupakan produk asli negeri yang menjadi ciri khas bagi kuliner Indonesia.
Sejarawan kuliner Andreas Maryoto yang hadir dalam acara konferensi pers Kick Off Festival Jajanan Bango 2023 di Jakarta (3/10), menyebut kecap sebagai culinary gem asli Indonesia.
"Sejarah sebuah bangsa umumnya soal perang, kerajaan-kerajaan besar, yang besar-besarlah, tapi tak pernah melihat sejarah bangsa dari tradisi kulinernya dan cenderung terlewat," ucapnya.
Maryoto juga menyebut bahwa kebanyakan dari masyarakat hanya melihat makanannya saja tanpa mengulik bahan-bahan di dalamnya yang juga menjadi bagian dari kuliner khas Indonesia. Seperti salah satunya kecap yang menjadi bumbu atau saus andalan dalam banyak masakan Indonesia.
Ilustrasi kecap asin botolan. Foto: Phubes Juwattana/Shutterstock
Kecap juga merupakan hasil dari teknologi pangan yakni fermentasi. Meski kecap memang merupakan hasil akulturasi dari budaya China dan Indonesia.
ADVERTISEMENT
Menelusuri kembali ke sejarahnya, kecap awalnya merupakan produk China. Namun masyarakat China membuat kecap asin dan bukan kecap manis.
"Banyak sumber yang menyebut awal mula kelahiran kecap di Nusantara. Pada abad 16-17 ada beberapa catatan yang menyatakan bahwa kecap disebut sebagai salah satu jenis saus yang memiliki cita rasa tersendiri. Nah, tapi ada catatan bahwa para pelancong dari Tingkok itu memiliki teknologi pangan yang sangat hebat dibandingkan Barat," jelas Maryoto.
"Dan kita melihat di berbagai pustaka bahwa orang-orang yang bermigrasi dari Tiongkok di kapal laut mereka terdapat beberapa bahan makanan yang men-support kesehatan mereka, misalnya biji kedelai yang cukup dikasih air jadi taoge, kemudian bisa difermentasi bisa jadi tahu atau kecap."
(Kiri) Sejarawan kuliner Andreas Maryoto dalam Konferensi pers Festival Jajanan Bango 2023 di Jakarta. Foto: Bango
Maryoto melanjutkan bahwa awalnya memang kecap asin yang lebih dikenal. Kemudian sesampainya di Indonesia kecap asin ini mengalami persentuhan dengan bahan setempat seperti nira atau gula.
ADVERTISEMENT
Terlebih Indonesia pada tahun 1930 pernah menjadi eksportir gula nomor satu di dunia. Kelebihan gula di Indonesia diduga Maryoto, juga menjadi cikal-bakal lahirnya produk makanan baru seperti kecap.
"Nah di situlah ada masa di mana ada persentuhan-persentuhan bahan setempat yang memunculkan berbagai makanan, termasuk kecap manis," ujarnya.
Kehadiran kecap bak identitas kuliner Indonesia pun menurut Maryoto begitu kuat. Sehingga dia memprediksi bahwa kecap tidak akan mudah punah.
"Kecap manis saya yakin enggak akan punah. Terlebih perkembangan kebutuhan konsumsi orang makin sehat, dan kecap kaya akan asam amino. Hal ini juga sejalan dengan tren makanan manis yang kian berkembang," pungkasnya.